Artikel Terbaru

Inovasi Dikala Pandemi

Oktober 2020 lalu, Astacala mengikuti kompetisi Sosiopreunership di bidang teknologi digital yang diadakan oleh PT.Telkom Indonesia dan Telkom University yang bernama Innovillage. Tapi tahukah...

Hari Pohon Internasional

Pada hakikatnya, Pohon merupakan salah satu makhluk hidup yang sangat penting untuk manusia. Selain sebagai penyaring udara, pohon juga menyerap gas yang ada di...

Kebo

Kebo, saya mengenalnya belasan tahun silam. Kulitnya legam bermata tajam. Ia di Astacala sebagai angkatan API, yang di kemudian hari didapuk sebagai Ketua (periode ke-4). Konon, nama yang disematkan kepadanya bukan tanpa alasan. Staminanya yang kuat, keberaniannya di lapangan menjadi musabab itu. Sekuat kerbau yang terkenal itu. Ada juga yang menyangkut-pautkannya dengan asal daerahnya, Kebumen. Kebo-man alias orang Kebumen.

Astacala Tel-U Rescue Unit

Panggilan dari Dayeuhkolot

Tak ada yang membantah bahwa membantu sesama dalam kebaikan adalah sesuatu yang mulia. Salah satu wujud dari cinta. Bahkan menjadi sebuah kehormatan. Apalagi jika itu untuk lingkungan dari almamater kita. Rumah yang ikut membesarkan kita. Mari, bersama kita bisa!

Tanggap Bencana Banjir Jabodetabek 2

Dengan rekomendasi karang taruna dan ketua RT setempat, tim membangun posko bencana di salah satu rumah warga : Ibu Eniva. Posko ini berlokasi di Kampung Neglasari, Desa Jugalajaya, Kecamatan Jasinga. Astacala Telkom University di posko ini juga bersama tim dari Himpala Universitas Nasional dan warga setempat.

Mungkin menarik

Bermalam di Bajawa

Lampu lampu yang terpasang pada eternit mulai dimatikan, tinggal satu saja di pojok kiri yang sepertinya memang sengaja dibiarkan menyala. Begitu pula dengan daun...

Sebuah Cerita dari Bencana Alam Gunung Kelud

Sekitar puluhan relawan berjejer dalam satu barisan panjang yang berawal dari mobil pick up yang baru saja tiba di depan pintu gerbang. Mereka memindahkan...

Aku Di Antara Derasnya Sungai Sukabumi

Terdengar suara gemuruh jeram yang deras, pemandangan eloknya tebing memanjakan mata, serta teriknya matahari yang menambah suasana kala itu. Aku dan Mika pun langsung mengambil alih perahu. Satu demi satu jeram dilewati. Melihat air yang begitu deras menggulung bebatuan membuat adrenalinku semakin terpacu, pantang rasanya jika tidak melewati jeram-jeram ini.

Featured

Menemukan Keteguhan Hati di Gunung Kilimanjaro

Di benakku sempat muncul kekhawatiran akan kegagalan. Tetapi ketika mengingat jauh ke belakang, ekspedisi sudah sejauh ini. Aku tidak mau menyerah dan mengecewakan amanah yang dititipkan kepada kami. Selama tubuh masih dinyatakan mampu, kaki ini harus tetap melangkah.

Operasional

Cerita kegiatan divisi Astacala

Caving

Senandung Memori Caving di Nusakambangan

{nl} Dalam kegiatan eksplorasi suatu gua kita tidak lagi hanya memfokuskan pada kondisi dalam gua, tapi kita mungkin juga menyentuh kehidupan penduduk disekitar gua itu...

Memetakan Gua Ronggeng, Aroma Misteri Dalam Kegelapan Gua

"Dan di dalam kegelapan itu, tersimpan sejuta misteri, menunggu untuk dipahami" "Crash, crash, crash", demikian bunyi batang ilalang yang terpotong oleh kuat ayunan golokku. Sudah...

Menyusuri Perut Bumi Candirenggo

Perjalanan kami dimulai pukul 18:30. Saat itu kami bertujuh : Arnan, Aji, Wangga, Lisna, Septa, Sufyan dan saya sendiri, berkumpul di Sekretariat Astacala terlebih...

Rock Climbing

Memanjat Tebing Rungking

Sore hari, 24 Agustus 2012, selesai sudah packing peralatan untuk membantu merayapi batuan tegak berwarna gelap yang sudah saya dan Astaka rencanakan menjelang minggu...

Dua Belas Matahari Siung

Suara bising yang terdengar di ruangan enam kali lima meter itu masih saja teringat di ingatanku, lalu lalang khususnya para anggota muda Astacala dengan...

Berbagi Ilmu dan Pengalaman di Tebing Citatah 90

Menurut saya berbagi ilmu dan pengalaman akan terasa lebih komplit jika ditambahkan dengan mempraktikkannya secara bersama-sama. Tiga hari setelah Hari Raya Idul Fitri 2013,...

Rafting

Aku Di Antara Derasnya Sungai Sukabumi

Terdengar suara gemuruh jeram yang deras, pemandangan eloknya tebing memanjakan mata, serta teriknya matahari yang menambah suasana kala itu. Aku dan Mika pun langsung mengambil alih perahu. Satu demi satu jeram dilewati. Melihat air yang begitu deras menggulung bebatuan membuat adrenalinku semakin terpacu, pantang rasanya jika tidak melewati jeram-jeram ini.

Gemuruh Jeram Sungai Asahan

Gemuruh derasnya sungai itu menyambutku Buih-buih memecah dan beriak kencang Air itu terus menggulung batu-batuan yang besar Entah mengapa bulu romaku terkuduk melihatnya Belum pernah aku melihat yang...

Kita Lalui Bersama – Peminatan Orad angkatan Gema bara

“Ayo kita bisa! Kita lalui bersama” kalimat ajakan untuk meneyemangati anggota kelompok, karena dalam orad kerja sama, kekompakan, dan fokus merupakan poin penting. Terimakasih saudaraku, kalian telah memberikan warna baru dalam hidupku.

Mountaineering

Sepotong Keindahan Laut Pulau Pramuka 1

Bagi warga ibukota Jakarta terutama yang gemar berwisata di laut, nama Kepulauan Seribu tentu sudah tidak asing lagi. Kepulauan yang berada di utara Jakarta...

Menemukan Keteguhan Hati di Gunung Kilimanjaro

Di benakku sempat muncul kekhawatiran akan kegagalan. Tetapi ketika mengingat jauh ke belakang, ekspedisi sudah sejauh ini. Aku tidak mau menyerah dan mengecewakan amanah yang dititipkan kepada kami. Selama tubuh masih dinyatakan mampu, kaki ini harus tetap melangkah.

Dingin Dingin Dihujanin – Catatan Perjalanan Diklan GH

Awan hitam terlihat di langit. Hembusan angin semakin keras dan terasa lebih dingin dari sebelumnya. Aku, Falaq, Ulil, dan Ocul sibuk mencari posisi kami...

Cerita dari anggota astacala

Kisah Konyol dari Gunung Rinjani

Kulitnya hitam manis, elegan, sexylah. Mirip Halle Berry. Ada lesung pipi di senyumnya. Rambutnya hitam bergelombang. Badannya gak gemuk, gak kurus, tapi padat berisi,...

Guha dan Kisahnya : Purnama Si Penipu

Pernahkan engkau tersesat di gunung dan dalam hutan ? Dengan situasi ekstrem yang terus melanda? Bahkan dalam situasi dimana persediaan makanan menipis?Tepatnya tanggal 24 Maret 2018 adalah sebuah hari yang sangat aku nantikan. Bagaimana tidak? pada tanggal tersebut akan dilaksanakan Pendidikan Lanjut Astacala Navigasi Darat Gunung Hutan. Disini, kami anggota muda yang baru dilantik akan mengasah kemampuan gunung hutan, baik itu dalam hal navigasi, mendirikan tempat beristirahat yang aman dan  bagaimana memanajemen sebuah perjalanan gunung hutan.

Mengusap Ubun-Ubun Sang Putri Tidur

Dalam perjalanan kami menuju Desa Wonosari, Kabupaten Malang, tampak dari kejauhan sebuah deretan pegunungan yang megah nan memesona. Penduduk sini menyebutnya dengan sebutan “Putri...

Hutan Gunung Puntang

Pikiranku menjelajah pergi ke masa tiga tahun lalu ketika aku berada di posisi yang sama seperti mereka sekarang. Dulu, bersama timku aku mengatur rencana...

Boyongan Pasar Antik Triwindu – Solo

{nl}     Jumat (25/09), Jalan Slamet Riyadi ditutup, lantaran akan diadakannya Kirab Boyongan Pedagang Pasar Antik Windujenar. Pasar windujenar, dahulu dikenal dengan Triwindu, merupakan pasar...

Praktik Kecil Pendidikan Dasar Astacala XXIV

https://youtu.be/tHPG92ubAUY Bandung (4 Desember 2015) – Praktik Kecil merupakan salah satu rangkaian Pendidikan Dasar Astacala XXIV. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 26-27 November 2015 di...

Menemukan Keteguhan Hati di Gunung Kilimanjaro

Di benakku sempat muncul kekhawatiran akan kegagalan. Tetapi ketika mengingat jauh ke belakang, ekspedisi sudah sejauh ini. Aku tidak mau menyerah dan mengecewakan amanah yang dititipkan kepada kami. Selama tubuh masih dinyatakan mampu, kaki ini harus tetap melangkah.

ATEX 2018 : Simulasi Persiapan Expedisi di Gunung Gede Pangrango

Simulasi ATEX ini merupakan sebuah bentuk pelatihan yang menitikberatkan peningkatan daya tahan tubuh, mempersiapkan kematangan Standar Operasional Perjalanan (SOP), mengatur manajemen pra kegiatan, pembelajaran teknik dokumentasi, memainkan alat musik karinding dan penyesuaian kondisi lapangan para atlet ATEX Kilimanjaro, yang nantinya akan sangat berperan penting sebagai tolak ukur kesuksesan ekspedisi ini.

Mengusap Ubun-Ubun Sang Putri Tidur

Dalam perjalanan kami menuju Desa Wonosari, Kabupaten Malang, tampak dari kejauhan sebuah deretan pegunungan yang megah nan memesona. Penduduk sini menyebutnya dengan sebutan “Putri...

Tanpa Pelestarian Alam Pariwisata Bali Tak Bisa Apa-apa

       {nl}Kini  bencana  alam silih  berganti  terjadi {nl}di berbagai  daerah. {nl}Murka  alam  itu terjadi  sebagian  besar {nl}karena ulah  manusia;{nl}rakus,  tamak dan  tak  peduli.  Bagaimana {nl}dengan   Bali?  Sebagai {nl}pihak yang...

Reinkarnasi Kami, Duri Samsara – Pendidikan Dasar Astacala XXIV

Aku lahir dan besar di Kalimantan yang dijuluki paru-paru dunia. Aku merasa tergugah dengan bencana yang sedang trend di Indonesia, yaitu kabut asap. Aku...

Latest posts

Browse these fresh articles and never miss an amazing story

Inovasi Dikala Pandemi

Oktober 2020 lalu, Astacala mengikuti kompetisi Sosiopreunership di bidang teknologi digital yang diadakan oleh PT.Telkom Indonesia dan Telkom University yang bernama Innovillage. Tapi tahukah...

Hari Pohon Internasional

Pada hakikatnya, Pohon merupakan salah satu makhluk hidup yang sangat penting untuk manusia. Selain sebagai penyaring udara, pohon juga menyerap gas yang ada di...

Kebo

Kebo, saya mengenalnya belasan tahun silam. Kulitnya legam bermata tajam. Ia di Astacala sebagai angkatan API, yang di kemudian hari didapuk sebagai Ketua (periode ke-4). Konon, nama yang disematkan kepadanya bukan tanpa alasan. Staminanya yang kuat, keberaniannya di lapangan menjadi musabab itu. Sekuat kerbau yang terkenal itu. Ada juga yang menyangkut-pautkannya dengan asal daerahnya, Kebumen. Kebo-man alias orang Kebumen.

Berita Duka – Herry Soenanto

Semasa hidupnya, beliau pernah menjabat sebagai Ketua Astacala. Juga pernah menjabat sebagai Anggota Pengawas Yayasan Astacala. Kami segenap Keluarga Besar Astacala mengucapkan terima kasih untuk sumbangsih beliau. Mendoakan semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Foto Langka Harimau Jawa Dipublikasikan

Soal foto yang didapatkannya, Didik mendapatkan tahun 2018. Foto itu didapatkan oleh pemburu babi hutan secara tidak sengaja. “Mereka lagi nyanggong babi hutan yang biasanya berkubang di aliran anak sungai yang sudah mulai mengering. Kejadiannya di sekitaran bulan September 2018,” tuturnya.

Orang-orang Aceh yang Luar Biasa

Di gelap malam ketika kembali menyusuri jalan darurat dari Calang menuju Banda Aceh, dari balik jendela mobil saya seolah melihat barisan kunang-kunang berkejar-kejaran. Itulah sorot lampu aneka mobil milik LSM, lembaga pemerintah, dan sebagainya, yang melaju dari dan ke Banda Aceh. Dalam gelap saya terisak: merasa tak berarti dibanding orang-orang Aceh yang hebat itu menyusun hidup baru setelah tsunami merenggut semuanya dari mereka, tiga tahun lalu.