Astacala

 

Sejarah dan Latar Belakang

Astacala adalah Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Telkom yang merupakan suatu unit kegiatan mahasiswa di kampus ini. Tempat para mahasiswa petualang, pecinta dan penggiat alam bebas berkumpul. Di sini digalang suatu persatuan, dipupuk semangat kebersamaan, dibina mental dan fisik, ditajamkan naluri, nalar, rekreasi, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Astacala berdiri pada tanggal 17 Oktober 1992 di kampus lama STT Telkom, bertempat di Jalan Suci, Bandung yang merupakan tonggak awal lahirnya Universitas Telkom di kemudian hari. Pengambilan nomor anggota diadakan pertama kali pada tanggal 2 Januari 1993 di Gunung Tangkuban Perahu oleh 10 orang yang menjadi cikal bakal terbentuknya angkatan Perintis, yang kemudian dilengkapi menjadi 23 orang pada bulan Desember 1993 di Situ Lembang.

Nama Astacala berasal dari Bahasa Kawi yang berarti gunung di sebelah barat tempat matahari terbenam. Kalimat ini bermakna bahwa Astacala yang berkedudukan di Jawa Barat memiliki keanggotaan sampai akhir hayat.

 

Visi dan Misi

Visi

  • Menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dan meningkatkan keterampilan serta kemampuan kegiatan alam terbuka

Misi

  • Meningkatkan kepedulian anggota akan arti penting kelestarian lingkungan hidup sebagai media kegiatan Astacala
  • Mensosialisasikan dan memberdayakan segenap unsur yang ada di luar Astacala baik di dalam maupun di luar kampus Universitas Telkom untuk mendukung kegiatan kelestarian lingkungan hidup

 

Ikrar Astacala

Ikrar Astacala adalah sebagai berikut.

  1. Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Mengabdi pada bangsa dan tanah air
  3. Menjunjung tinggi nama baik Astacala dan institusi
  4. Memelihara alam beserta isinya

 

Keanggotaan

Sistem keanggotaan Astacala ada tiga. Yaitu anggota biasa, anggota muda, dan anggota kehormatan.

Syarat menjadi anggota Astacala adalah mahasiswa Universitas Telkom dan mengikuti Pendidikan Dasar Astacala untuk selanjutnya dilantik menjadi anggota muda. Setelah itu anggota muda akan mengikuti Pendidikan Lanjut atau sekolah-sekolah untuk nantinya dilantik menjadi anggota biasa. Sedangkan anggota kehormatan adalah seseorang yang diangkat menjadi anggota Astacala karena jasa-jasanya atau pun hal-hal lain yang telah dipertimbangkan.

Dalam perkembangannya hingga saat ini Astacala memiliki angkatan sebagai berikut.

  • Perintis (1992)
  • Honje (1993)
  • Sondari (1994)
  • Tapak Semangat (1995)
  • Api (1996)
  • Elang Rimba ( 1997)
  • Telapak Bara (1998)
  • Pakis Senja (1999)
  • Badai Gunung (2000)
  • Air (2002)
  • Kabut Fajar (2003)
  • Angin Utara (2004)
  • Mentari Pagi (2005)
  • Kawah Asa (2006)
  • Jejak Rimba (2007)
  • Lembah Purnama (2008)
  • Kabut Belantara (2009)
  • Angin Puncak (2010)
  • Lembah Hujan (2011)
  • Mentari Gunung (2012)
  • Api Fajar (2013)
  • Cakar Alam (2014)
  • Duri Samsara (2015)
  • Lentera Cakrawala (2016)

Setiap angkatan memiliki nama yang unik karena ini adalah sebuah representasi makna yang mengikat mereka sebagai kesatuan angkatan.

 

Pendidikan

Sebagai organisasi pendidikan, Astacala selalu menyelenggarakan pendidikan alam terbuka untuk anggotanya.

  • Pendidikan Dasar Astacala (setiap tahun)
  • Pendidikan Lanjut Fotografi & Jurnalistik (setiap tahun)
  • Pendidikan Lanjut Navigasi Darat (setiap tahun)
  • Pendidikan Lanjut Gunung Hutan (setiap tahun)
  • Pendidikan Lanjut Search & Rescue (setiap tahun)
  • Pendidikan Lanjut Arung Jeram (setiap tahun)
  • Pendidikan Lanjut Panjat Tebing (setiap tahun)
  • Pendidikan Lanjut Penelusuran Gua (setiap tahun)
  • Pendidikan Instruktur / Pelatih (setiap tahun)
  • Pelatihan Paralayang (2001, 2010)
  • Pelatihan Selam (2009, 2010, 2011)

 

Penyelenggara Kegiatan

Beberapa kegiatan alam terbuka yang diselenggarakan untuk civitas akademika kampus, kalangan profesional di bidang petualangan, dan untuk masyarakat umum.

  • Astacala Lintas Alam (setiap dua tahun)
  • Astacala National Open Wall Climbing Competition (1995)
  • Astacala Orientering dan Lintas Alam (1998)
  • Astacala Fun Climbing (2003, 2004)
  • Astacala Fun Rafting (2007, 2008)
  • Astacala Mountaineering Course (2013)

Selain itu, Astacala juga pernah menempati beberapa jabatan dalam komunitas kepecintaalaman tingkat daerah maupun nasional di Indonesia sebagai berikut.

  • Pusat Informasi Nasional Mapala Se-Indonesia (1999-2001)
  • Pusat Koordinasi Daerah Mapala Se-Jawa Barat (2006-2007, 2009-2010, 2013-2014)

 

Kegiatan Ekspedisi

Beberapa kegiatan ekspedisi yang dilakukan oleh Astacala adalah sebagai berikut.

Serta berbagai kegiatan penjelajahan lain di gunung, sungai, tebing, gua, laut, dan udara.

 

Kegiatan Pengabdian Lingkungan dan Masyarakat

Kegiatan pengabdian lingkungan dan pengabdian masyarakat yang telah terwujud.

 

Misi Kemanusiaan dan Tanggap Bencana

Misi pencarian orang hilang, kemanusiaan, dan tanggap bencana yang pernah dilakukan.

  • SAR Gunung Argopuro (2000)
  • SAR Gunung Cikuray (2000)
  • SAR Gunung Slamet (2001)
  • SAR Sungai Cikandang (2011)
  • SAR Gunung Kendeng (2013)
  • Tanggap Bencana Tsunami Aceh (2004 – 2005)
  • Tanggap Bencana Gempa Jogja dan Jawa Tengah (2006)
  • Tanggap Bencana Tsunami Pangandaran (2006)
  • Tanggap Bencana Gempa Padang (2009)
  • Tanggap Bencana Gempa Mentawai (2010)
  • Tanggap Bencana Erupsi Gunung Merapi (2010)
  • Tanggap Bencana Longsor Ciwidey (2010)
  • Tanggap Bencana Erupsi Gunung Kelud (2014)
  • Tanggap Bencana Banjir Garut (2016)
  • Tanggap Bencana Banjir Bandung Selatan

 

Yayasan Astacala

Yayasan Astacala (Astacala Foundation) adalah lembaga yang bergerak di bidang sosial, lingkungan, dan kemanusiaan. Mewadahi seluruh anggota Astacala baik yang telah lulus maupun yang masih aktif di kampus Universitas Telkom untuk tetap berpartisipasi dan mendukung segala macam upaya konservasi lingkungan hidup dan misi kemanusiaan.

official website : astacalafoundation.or.id