Perjalanan Olah Raga Arus Deras Angkatan Kabut Belantara

Related Articles

Salah satu proses bagi seorang anggota muda Astacala di dalam proses belajarnya adalah  melaksanakan perjalanan sebagai bentuk program yang dilaksanakan sebelum ia menjadi seorang anggota biasa Astacala. Perjalanan olah raga arus deras (ORAD) yang dilaksanakan oleh angkatan Kabut Belantara mengambil tempat di Sungai Ciberang yang terletak di daerah Kampung Muara hingga Kampung Banjar, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Tim perjalanan yang terdiri atas 12 orang ini dikomandoi oleh Syifa, salah satu dari Anggota Muda Astacala yang sedang mengambil perjalanan ini untuk menerapkan ilmu Divisi ORAD dan manajemen perjalanan yang telah dipelajari selama masa bimbingan anggota muda.

Arung jeram di Sungai Ciberang

Perjalanan ORAD  ini dilaksanakan dari tanggal 13 – 16 Juni 2011 dan menjadikan materi water rescue sebagai  materi inti yang ingin diterapkan dan dicapai. Tim berbekal dua kali simulasi yang dilaksanakan pertama kali pada tanggal 08 Mei 2011 di Situ Ciburuy, Padalarang, Jawa Barat serta yang kedua pada tanggal 22 Mei 2011 yang mengambil tempat di Sungai Cisangkuy, Banjaran, Bandung, Jawa Barat.

Tim ORAD bekerja sama dengan salah satu operator yang ada di Sungai Ciberang ini, yaitu Banten Rafting. Menginap di base camp Banten Rafting yang tepat bersebelahan dengan titik start pengarungan Sungai Ciberang, hari pertama tim ORAD ini melakukan pengarungan sungai dengan tujuan scouting atau mempelajari karakteristik sungai. Scouting dilakukan dengan menggunakan tekhnik read and run dengan target pencarian tempat wrap yang akan dijadikan sebagai tempat praktik materi water rescue z-drag system. Tim terbagi ke dalam dua perahu yaitu Tim Materi yang dikomandoi oleh Syifa dengan anggota tim Baby, Anto, Tumingkel, Memet, Oca, dan Rendi. Sedangkan tim kedua adalah Tim Rescue yang dikomandoi oleh Kresna dengan beranggotakan Syahrul, Gejor, Ibnu, Galih, dan Deta.

Sungai Ciberang yang mengalir dari mata air Gunung Halimun memiliki panjang pengarungan dari titik start ke finish mencapai 12 kilometer dan menempuh waktu 3 jam pengarungan normal. Seperti sungai-sungai yang umumnya digunakan sebagai tempat arung jeram, Sungai Ciberang ini memiliki jeram-jeram dengan nama yang unik seperti jeram selamat datang, jeram brimob, jeram panjang, jeram keramat, dan juga jalur batu gajah. Semua nama ini tentu tak begitu saja dinamakan seperti itu, ia dinamakan unik karena memang kenyataannya adalah seperti pada namanya. Jeram selamat datang karena jeram ini adalah jeram yang pertama, jeram brimob karena dahulu dibuka pertama kali oleh tim dari Brimob, dan lain-lain.

Di satu titik, tim melakukan renang aktif sebagai salah satu materi water rescue. Juga bertukar pengetahuan tentang jeram, jalur, dan teknik pengarungan dengan Syahrul yang telah lama berkegiatan di Sungai Ciberang dan juga sebagai salah seorang wakil dari Banten Rafting yang menemani Tim Astacala.

Lewat setengah jalur pengarungan, tim melewati dua DAM yaitu DAM 1 yang berfungsi sebagai irigasi dan DAM 2 yang merupakan sebuah PLTA. Di sore hari menjelang titik finish, ada banyak warga masyarakat dengan anak-anak mereka yang beraktivitas di sungai seperti mandi dan mencuci, suasana sungai begitu hidup. Dan bahkan satu perahu tim ikut dinaiki beberapa bocah telanjang yang sedang mandi di sungai ketika menjelang finish.

Simulasi water rescue z-drag system

Hari kedua pengarungan tim ORAD masih terbagi menjadi dua tim yang sama, kecuali Syahrul yang digantikan oleh Debleng, juga wakil dari Tim Banten Rafting. Tim ORAD Astacala pada hari kedua tersebut mulai beraktivitas di sungai pada pukul sepuluh pagi. Materi pada hari itu dipusatkan pada instalasi z-drag dalam kondisi perahu wrap. Perahu karet yang disewa oleh Tim ORAD Astacala pada operator Banten Rafting dibuat wrap pada batu di sebuah jeram. Pada materi tersebut tim berhasil melepas perahu yang wrap dengan teknik z-drag. Kemudian tim kembali melanjutkan pengarungan hingga menuju titik finish. Pengarungan sendiri mencapai titik finish pada pukul empat sore yang kemudian kemudian dilanjutkan perjalanan pulang ke titik base camp.

Berfoto bersama (Tim Astacala dan Tim Banten Rafting)

Di malam hari ketika tim melakukan evalusi dan briefing kegiatan, tim bersama Syahrul di hari pertama dan bersama Debleng di hari kedua juga membahas kegiatan yang telah dilakukan. Ada banyak sharing pengetahuan tentang arung jeram di sesi ini.

Di hari terakhir, Tim ORAD Astacala mempersiapkan kepulangan kembali  menuju Bandung. Dengan menggunakan mobil omprengan yang dicarter menuju ke Terminal Barangsiang di Bogor, tim pun kemudian estafet sampai kembali ke Sekretariat Astacala pukul 18.40 tanggal 16 Juni 2011.

Tulisan oleh Blasius FDSW
Foto oleh I Komang Gde S.

More on this topic

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Popular stories

Astacala Gelar Sarasehan Pencinta Alam Untuk Menyelamatkan dan Memulihkan Ekosistem

Pulau Jawa sebagai pulau dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia tanpa kita sadari sedang mengalami krisis ekosistem. Sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan bahaya tersebut, Astacala menggelar diskusi umum dalam kegiatan Sarasehan Pencinta Alam, sekaligus renungan memperingati Hari Bumi Internasional.

Astacala Ikut KKN Tematik Citarum Harum Sektor 6

Acara disambut meriah oleh masyarakat sekitar. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Pangdam Siliwangi dan Rektor Telkom University. Kemudian penanaman 500 pohon, lomba perahu karet dan kayak, demo robot pengukur kadar air, dan ditutup dengan penyerahan koleksi Perpustakaan Lingkungan.

Upacara Pembukaan PDA XXI

Pada tanggal 24 November 2012 kemarin telah berlangsung upacara Pembukaan Pendidikan Dasar Astacala XXI. Acara yang mengambil tempat di Gedung Student Hall IT Telkom...