Home Lingkungan

Lingkungan

Hari Air Sedunia

Hari air sedunia (World water day) adalah perayaan yang ditunjukan untuk mensyukuri salah satu anugerah Tuhan mengingat akan pentingnya air bersih. Munculnya peringatan Hari Air Sedunia ini dimulai dari Sidang Umum PBB ke-47 yang berlangsung pada tanggal 22 Desember 1992 di Rio De Janerio, Brazil. Peringatan ini dimulai pada tahun 1993 untuk memotivasi publik untuk memberikan dukungannya dalam konservasi air dengan mengurangi penggunaan keran air sepanjang hari.

Haruskah Menunggu Hutan Menjadi Legenda?

Melihat pentingnya hutan bagi masa depan, sangat disayangkan laju kehilangan hutan di Indonesia begitu cepat. Data kehilangan tutupan pohon tahun 2015 menunjukkan bahwa kehilangan tutupan pohon di Indonesia masih tinggi.

Ekspedisi Pencinta Alam Indonesa (EKPAI) “Menjemput Harimau Jawa” 2018

Berikut Laporan Hasil Kegiatan Ekspedisi Pencinta Alam Indonesa (EKPAI) "Menjemput Harimau Jawa" 2018

Kisahku di Sancang Conservation Service Camp

Sancang Conservation Service Camp (SCSC) ini bertujuan untuk membentuk kader konservasi yang terlatih dan berintegritas dalam melindungi lingkungan. Dalam acara tersebut kami belajar bersama mahasiswa dari perguruan lain dan komunitas pecinta lingkungan.

Srikandi Astacala Berbagi, Peduli Lingkungan, dan Tangguh

ASTACALA kembali mengadakan kegiatan sosial yang bertema “Kartini yang berbagi, Tangguh dan Peduli Lingkungan” yang dilaksanakan pada 28-29 April 2018 di Tebing Citatah 48, Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat bersama beberapa Mapala UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) untuk berpartisipasi dalam meramaikan acara. Antara lain, Khauf, Mapach, Pamor serta Biocita.

Earth Hour 2018 : Satu Jam Jangan Hanya Menjadi Seremonial, Jadikan Sebagai Gaya Hidup!

Earth Hour pertama kali dicetuskan oleh Word Wide Fund for Nature (WWF) dan Leo Burnett pada tahun 2007. Bertempat di Sydney. Earth Hour muncul didasari atas keprihatinan atas perubahan iklim yang terjadi begitu cepat, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim, tercetuslah aksi penghematan penggunaan listrik dengan mematikan lampu-lampu penerangan maupun peralatan listrik lainnya selama kurang lebih satu jam.