Arung Jeram Telaga Waja
Hari masih pagi. Saya menunggu Vonny Fransisca “Onie”, Safri Mursalin “Sapi”, dan Anatoli Marbun “Bolenk” di depan sebuah warung di dekat Perempatan Tohpati, Denpasar. Kami semua adalah anggota Astacala. Yang … Read More
Hari masih pagi. Saya menunggu Vonny Fransisca “Onie”, Safri Mursalin “Sapi”, dan Anatoli Marbun “Bolenk” di depan sebuah warung di dekat Perempatan Tohpati, Denpasar. Kami semua adalah anggota Astacala. Yang … Read More
ASTACALA — Menyambut Hari Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Tim Astacala Tel-U International Expedition (ATEX) 2018 mepersembahkan Sang Saka Merah Putih di puncak Afrika. Tepatnya pada Selasa 14 Agustus 2018 … Read More
Berikut Laporan Hasil Kegiatan Ekspedisi Pencinta Alam Indonesa (EKPAI) “Menjemput Harimau Jawa” 2018
Salah satu yang didambakan dalam benak setiap anggota Astacala adalah sebuah ekspedisi, mengingat kampus putih biru ini belum pernah mengadakan satu ekspedisi besar yang mengkombinasikan kemampuan berkegiatan di alam bebas dengan kemampuan telekomunikasi yang sangat dimiliki oleh mahasiswa kampus ini.
Pendakian menuju Gunung Kilimanjaro, Tanzania, Afrika ini membawa beberapa misi, diantaranya menyambut kemerdekaan dengan pembacaan teks proklamasi di lokasi tertinggi. Misi kebudayaan memainkan alat musik karinding khas Jawa Barat. Lalu ada riset mengenai tata kelola Taman Nasional Kilimanjaro sebagai perbandingan untuk taman nasional di Indonesia agar menjadi lebih baik untuk mendukung konservasi di Indonesia.
Pada Senin (6/8/2018) Unit Kegiatan Mahasiswa Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam ASTACALA (UKM PMPA ASTACALA) menggelar acara pelepasan di Gedung Bangkit Telkom University.
Sancang Conservation Service Camp (SCSC) ini bertujuan untuk membentuk kader konservasi yang terlatih dan berintegritas dalam melindungi lingkungan. Dalam acara tersebut kami belajar bersama mahasiswa dari perguruan lain dan komunitas pecinta lingkungan.
Simulasi ATEX ini merupakan sebuah bentuk pelatihan yang menitikberatkan peningkatan daya tahan tubuh, mempersiapkan kematangan Standar Operasional Perjalanan (SOP), mengatur manajemen pra kegiatan, pembelajaran teknik dokumentasi, memainkan alat musik karinding dan penyesuaian kondisi lapangan para atlet ATEX Kilimanjaro, yang nantinya akan sangat berperan penting sebagai tolak ukur kesuksesan ekspedisi ini.
Alat musik karinding adalah alat musik pertanian atau sering dimainkan diberbagai ritual acara, yang dimainkan oleh para leluhur Sunda (Karuhun).