Ekspedisi Pencinta Alam Indonesa (EKPAI) “Menjemput Harimau Jawa” 2018

Berikut Laporan Hasil Kegiatan Ekspedisi Pencinta Alam Indonesa (EKPAI) “Menjemput Harimau Jawa” 2018

Ekspedisi Pencinta Alam Indonesa (EKPAI) “Menjemput Harimau Jawa” 2018

Proses pelaksanaan Ekspedisi Pencinta Alam Indonesia 2018 dimulai dengan pendalaman materi dari yang sebelumnya telah disampaikan dan diskusikan melalui media online. Pedalaman materi diberikan sebagai materi pembekalan bagi seluruh peserta sebelum memasuki kawasan hutan Taman Nasional. Materi yang diberikan telah dirancang sebelumnya melalui Rencana Proses Pembelajaran (RPP), baik dari sisi jenis materi, luaran penyampaian materi, indikator, metode dan proses, kebutuhan alat dan bahan sebagai penunjang penyampaian materi serta narasumber yang akan memberikan.

Peserta ekspedisi harimau jawa 2018 melakukan ploting area penelitian keberadaan harimau jawa di kawasan Gunung Payung, Taman Nasional Ujung Kulon

Secara substansial seluruh materi dapat disampaikan sesuai desain awal (RPP). Baik materi terkait pengenalan kawasan TNUK, Kebijakan konsevasi dan perlindungan lingkungan hidup di Indonesia, pengamatan kawasan, jurnalistik, fotography dan videography alam bebas sampai terkait manajemen ekspedisi. Terjadi perubahan dari sisi tata urut dalam penyampaian materi karena harus disesuaikan dengan kehadiran narasumber ke lokasi yang cukup jauh, yakni di Kantor TN Ujungkulon Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Handeuleum di Ujung Jaya.


Pelaksanaan pendalam materi dilakukan tanggal 24 – 27 Juni 2018 di Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Pulau Peucang. Dimulai setelah kegiatan EKPAI 2018 dibuka secara resmi oleh perwakilan dari Ditjen KSDAE KLHK dan penyampaian materi terkait kebijakan pengelolaan kawasan konservasi. Selanjutnya proses dilanjutkan dengan membangun dinamika. Proses ini menjadi bagian dari perkenalan antar peserta dan pelaksana kegiatan. Proses ini juga menjadi media untuk meleburkan antar peserta dan penyelenggara dalam satu tim ekspedisi. Tidak ada lagi perbedaan antar peserta dan penyelenggara untuk proses selanjutnya.

Materi dilanjutkan dengan pengenalan kawasan TN Ujungkulon yang diberikan oleh Ibu Mila, staff TN Ujungkulon, materi pengamatan biotis, pengamatan karnivor besar oleh Didik Raharyono – PKJ, pengamatan sosial oleh Sofyan – Perhimpunan SANGGABUANA, jurnilistik lingkungan oleh Beni – Mongabay, Kampanye Media oleh Siti Maimunah – Kappala Indonesia, pengamatan fisik oleh Eko Teguh Paripurno – KAPPALA Indonesia, Jasa lingkungan disampaikan oleh Sasmita Nugroho – KLHK, photography dan videography Fajar Jarwo Kuncoro – Bingkai Indonesia serta manajeman ekspedisi oleh Hasto Wahyudi.


Penyampaian materi dengan metode pembelajaran orang dewasa menempatkan penyampaian materi lebih diarahkan pada proses dialog. Materi diberikan untuk mengembangkan dan memperkuat apa yang telah dimiliki oleh peserta, baik pengetahuan maupun pengalaman. Selanjutnya, peserta dibagi dalam 7 kelompok kecil untuk melakukan pengamatan dan pendokumentasian di wilayah yang telah ditentukan, termasuk di masyarakat serta 2 kelompok sebagai tim pendukung.

Pengamatan dan pendokumentasian dilakukan selama 10 hari dari mulai tanggal 28 Juni – 07 Juli 2018. Masingmasing tim diberangkatkan dari Dermaga Taman Jaya dan transit ke Pulau Peucang, selanjutnya masing-masing tim diberangkatkan dari titik keberangkatan masingmasing. Selama dilapangan, seluruh tim akan melakukan identifikasi temuan terkait dengan keberadaan Harimau Jawa, baik terkait dengan bukti keberadaannya berupa jejak, cakaran, feses, rambut/bulu maupun bentuk suara atau visual jika memungkinkan. Identifikasi juga meliputi bentang alam yang diidentifikasi sebagai bagian dari home ring Harimau Jawa, kelimpahan prey, keragaman flora dll. Seluruh temuan didokumentasikan berupa; foto, video, mencetak menggunakan media gips, membawa temuan jika berupa feses, mengukur temuan, mencatat koordinat temuan maupun memberikan keterangan bentang alam disekitar temuan. Seluruh temuan maupun posisi dan kondisi tim dikomunikasikan dengan tim pendukung. Jika dibutuhkan, tim pendukung akan memobilisasi sumber daya yang ada untuk mendukung tim yang membutuhkan.


Proses pengamatan dan pendokumentasian dari seluruh dilakukan dengan baik. Seluruh tim EKPAI 2018 mengikuti seluruh proses sesuai dengan skenario. Berbagai
temuan yang mengarah pada keberadaan Harimau Jawa terdokumentasikan dengan baik. Kondisi seluruh tim dalam kondisi prima dan menjadi tim yang solid. Selain mengidentifiksi dan mendokumentasikan keberadaan Harimau Jawa, masing-masing tim melakukan dialog terkait pengelolaan kawasan TN Ujungkulon maupun hutan-hutan jawa. Berbagai kesempatan melahirkan berbagai ide/gagasan, bagaimana sebaiknya TNUK dikelola. Selain persoalan sampah sebagai dampak kunjungan masyarakat umum, TNUK juga membutuhkan SDM yang memadai dan dukungan perlengkapan untuk membuktikan keberadaan Harimau Jawa. Masyarakat setempat juga perlu diberdayakan untuk terlibat dalam pengelolaan kawasan TN.

Sebagian tim berkumpul pada satu titik pertemuan, di lembah Gunung Pilar dengan wilayah pengamatan tetap sesuai dengan wilayah masing-masing. Pada tanggal 6 Juli, seluruh tim mulai ditarik menuju wilayah Cidaun untuk selanjutnya menuju Pulau Peucang dan kembali Ketaman Jaya untuk mengkonsolidasikan seluruh temuan dan dokumentasi yang berhasil dikumpulkan. Proses penutupan dilakukan pada tanggal 8 Juli 2018 yang diwakili Kepala Seksi II Kawasan Taman Nasional Handeuleum, Bapak Ujang Acep.


Seluruh temuan secara simbolik diserahkan kepada Balai Kantor Taman Nasional Ujungkulon dari Tim EKPAI 2018 “Menjemput Harimau Jawa’. Penyerahan seluruh hasil temuan, baik dokumentasi temuan; jenis temuan, titik koordinat temuan, foto, video, feses, maupun jalur perjalanan Tim EKPAI 2018 merupakan bagian dari komitmen pengelolaan kegiatan ekspedisi untuk memperkuat TNUK. Merubah kebiasaan penelitian yang dilakukan kerap tidak meninggalkan data dan informasi yang memadai pada kawasan yang diteliti.


Penyerahan hasil secara simbolik juga menyampaikan tentang rekomendasi dari hasil proses EKPAI kepada TNUK. Baik perlunya kelanjutan pengamatan dan pendokumentasian terhadap keberadaan Harimau Jawa, khususnya pada wilayah potensial yang telah ditemuai selama Ekspedisi maupun terkait pengelolaan TNUK secara umum. Laporan proses EKPAI 2018 selanjutnya akan diselesaikan oleh tim dan akan dikirimkan langsung ke para pihak yang telah mendukung kegiatan Ekspedisi ini.

Peserta Ekspedisi Pencinta Alam Indonesia 2018 “Menjemput Harimau Jawa” melakukan foto bersama di depan kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Handeuleum, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Jaya, Pandeglang, Banten, Minggu (8/7/2018)

 

 


Laporan Disusun Oleh Tim Ekspedisi Pencinta Alam Indonesia 2018 “Menjemput Harimau Jawa”

DIsunting Oleh M. Seno Maulana (A – 129 – Cakar Alam)