Leuser (Bagian 13: Loser dan Leuser)
Menjelang subuh di hari kedelapan, udara dingin menusuk begitu saya keluar dari tenda. Nafas tampak sebagai uap tipis yang segera hilang ditelan kabut. Di kejauhan terdengar suara Adul, memanggil kami … Read More
Menjelang subuh di hari kedelapan, udara dingin menusuk begitu saya keluar dari tenda. Nafas tampak sebagai uap tipis yang segera hilang ditelan kabut. Di kejauhan terdengar suara Adul, memanggil kami … Read More
Mungkin Shakespeare benar ketika bertanya, “Apa arti sebuah nama?” Pertanyaan yang dipopulerkan pujangga asal Inggris itu tampaknya juga relevan untuk Leuser. Puncak tertingginya—yang akan kami daki hari ini, atau di … Read More
Ini hari keenam, sudah separuh perjalanan. Dari total dua belas hari pendakian melintasi Gunung Leuser, hari ini menandai titik tengah. Lumayan lama juga, saya berada di tengah belantara hutan dan … Read More
“Ayo bangun! Bangun!” Seruan itu terdengar di luar. Saya terbangun, menggeliat di dalam kantong tidur yang hangat. Di samping saya, Dion dan Farid—dua rekan setenda— sudah tak tampak. Mereka tentu … Read More
Dari tepian Sungai Alas yang sepi, pagi hari keempat dimulai dengan langkah lambat. Rencana awal kami adalah mencapai Kamp Koba hari ini—sebuah titik kamp sebelum masuk zona punggungan dari puncak-puncak … Read More
Api unggun menyala terang benderang, menghangatkan tubuh kami setelah berbasah-basahan menyeberangi Sungai Alas. Usai menyantap makan malam, duduk melingkar di depan api adalah kenikmatan sederhana yang sulit digantikan. Berteman secangkir … Read More
Leuser lebih tepat disebut sebagai sebuah pegunungan ketimbang sekadar gunung, di mana Gunung Leuser hanyalah salah satu dari banyak puncaknya. Kemarin, pada hari kedua pendakian, saya dan seluruh tim telah … Read More
Ini adalah pendakian saya pada hari kedua. Sehari sebelumnya, saya dan rekan-rekan pendakian telah mendaki pada hari pertama. Menempuh perjalanan dari Basecamp Leuser Mentalu di Dusun Kedah hingga ke Kamp … Read More
Kami tiba di basecamp kala dini hari. Kantuk dan lelah masih tersisa usai perjalanan panjang dari Medan. Kemudian bergegas meletakkan tas dan barang-barang bawaan. Lalu berlanjut dengan duduk melingkar bersama. Ditemani kopi … Read More