Leuser (Bagian 10: Hutan dan Sabana)
“Ayo bangun! Bangun!” Seruan itu terdengar di luar. Saya terbangun, menggeliat di dalam kantong tidur yang hangat. Di samping saya, Dion dan Farid—dua rekan setenda— sudah tak tampak. Mereka tentu … Read More
“Ayo bangun! Bangun!” Seruan itu terdengar di luar. Saya terbangun, menggeliat di dalam kantong tidur yang hangat. Di samping saya, Dion dan Farid—dua rekan setenda— sudah tak tampak. Mereka tentu … Read More
Dari tepian Sungai Alas yang sepi, pagi hari keempat dimulai dengan langkah lambat. Rencana awal kami adalah mencapai Kamp Koba hari ini—sebuah titik kamp sebelum masuk zona punggungan dari puncak-puncak … Read More