Leuser (Bagian 13: Loser dan Leuser)

Menjelang subuh di hari kedelapan, udara dingin menusuk begitu saya keluar dari tenda. Nafas tampak sebagai uap tipis yang segera hilang ditelan kabut. Di kejauhan terdengar suara Adul, memanggil kami … Read More

Leuser (Bagian 12: Padang Sari Bulan)

Mungkin Shakespeare benar ketika bertanya, “Apa arti sebuah nama?” Pertanyaan yang dipopulerkan pujangga asal Inggris itu tampaknya juga relevan untuk Leuser. Puncak tertingginya—yang akan kami daki hari ini, atau di … Read More

Leuser (Bagian 10: Hutan dan Sabana)

“Ayo bangun! Bangun!” Seruan itu terdengar di luar. Saya terbangun, menggeliat di dalam kantong tidur yang hangat. Di samping saya, Dion dan Farid—dua rekan setenda— sudah tak tampak. Mereka tentu … Read More

Leuser (Bagian 08: Renungan Api Unggun)

Api unggun menyala terang benderang, menghangatkan tubuh kami setelah berbasah-basahan menyeberangi Sungai Alas. Usai menyantap makan malam, duduk melingkar di depan api adalah kenikmatan sederhana yang sulit digantikan. Berteman secangkir … Read More