3 - 9 Agustus
Kita melakukan persiapan keberangkatan untuk operasional, tanggal 3 nya kita sudah melakukan presentasi ROP (rencana operasional perjalanan) di awal sudah banyak kendala yang menimpa kita yaitu kita kehilangan 4 saudara kita yang harusnya ikut berangkat, di karenakan suatu hal.
Karena pematerian di lakukan setelah ROP besok kita berangkat ke Mapala Biocita untuk mengetahui cara pendataan bulu babi, dari cara menghitung nya, dan cara menentukan nya, pulang setelah pematerian kita ke daerah UPI untuk makan makan, sembari nongkrong nongkrong santai, kita menikmati nasi goreng di daerah sana dan mengobrol ngobrol.
Besok nya, pengumpulan perlengkapan pribadi dan kelompok, saya mencicil perlengkapan pribadi sedikit sedikit, dari tas carrier, sepatu, 1 set pdl, dan beberapa alat pribadi. Setelah itu aku harus mempersiapkan bangun pagi di besok harinya untuk membeli logistik ke pasar.
Di pagi hari gw telat bangun tapi syukur nya gw masih sempat untuk menjemput teman untuk antar ke pasar, kita belanja logistik logistik basah, semua sudah terbeli tanpa terkendali dan kita pun kembali ke sekre untuk mempersiapkan packing logistik basah, dan malem nya ada evaluasi dan briefing untuk besok operasional.
10 AGUSTUS

Kita bangun pagi, semua orang bersiap siap, ada yang ganti pakaian, ada yang menyiapkan masakan untuk sarapan dan makanan untuk besok besok nya. Setelah sarapan kita bersiap untuk datang ke bus telkom, sebelum naik kita berdoa di pimpin oleh bang abdul, dan setelah itu kita semua naik bus telkom untuk berangkat ke pelabuhan tanjung pasir, di perjalanan karena saya kurang tidur sebelum berangkat jadi nya saya tidur di dalam bus, tiba tiba ada problem di jalan aku tiba tiba terbangun dan melihat, ternyata jalan yang ada di google maps tidak bisa di lewati oleh bus kita, dan kita terpaksa memutar dari jalur google maps ke arah pelabuhan tanjung pasir.
Tidak lama akhirnya kita sampai ke tanjung pasir, kapal sudah datang jadi kita bergegas ke kapal dan tidak lupa pamitan dengan supir bus, di kapal kita tidak ada masalah jadi kita langsung mengarah ke pulau Untung Jawa, pulau sudah terlihat jelas dan kita semua mengambil video dan photo ke arah pulau tersebut, sesampai di pelabuhan saudara kita yang divisi diving sudah menunggu kita di pelabuhan, mereka berangkat duluan di tanggal 8 jadi mereka tiba lebih dulu di Pulau Untung Jawa, kita di arahkan oleh anak diving ke arah GSG (gedung serba guna) yang kita akan gunakan 3 hari ke depan, urusan dengan kelurahan sudah di bereskan oleh anak anak Diving jadi kita di sesampai di sana kita bagi tugas, ada yang cek perlengkapan penelitian untuk besok hari, menyiapkan dapur, merapihkan logistik, membuat jemuran, dan memasang bendera bendera.
Sore hari tiba dan kita semua berkeliling untuk berkenalan dengan masyarakat sekitar, sambil mencari informasi tentang tempat kita akan melakukan pendataan bulu babi, semua berpisah berkelompok, dan setelah tujuan kelompok saya beres saya berkeliling sendiri, dan teman yang lainnya kembali ke GSG dan saya mendatangi teman saya yang sedang berkumpul bermain bola dengan anak anak. Setelah sudah melihat jam sudah memasuki jam makan malam kita semua pun kembali ke GSG, setelah kumpul, kita makan dan istirahat.
Memasuki malam, semua berkumpul untuk siap siap evaluasi dan briefing besok, kita mendapatkan informasi kalau kita akan melakukan pendataan hanya di arah timur dan barat di karenakan utara dan selatan tidak bisa di gunakan, utara karena ombak yang sedang tidak bersahabat sedangkan di selatan di karenakan ke dalaman air, dengan sdm kita, kita tidak bisa mencapai kedalaman di bawah 5 meter ke dalam laut. Semua sudah di tentukan, masuk ke briefing besok, di cek perlengkapan apakah terbawa semua atau tidak, masak, dan penanggung jawab masing masing kegiatan, kita akan terbagi 5 kelompok, 4 penelitian dan 1 wawancara. 2 ke arah timur, dan 2 ke arah barat, dan briefing di tutup, semua bersiap tidur untuk kebesokan hari.
11 AGUSTUS
Kita bangun pagi, untuk bersiap sarapan dan berangkat ke arah sesuai yang di tentukan kemarin, setelah makan kita adakan briefing 15 menit untuk arahan kemarin dan alat penelitian yang perlu di bawa, setelah selesai briefing kita berpencar, dan saya masuk nya ke kelompok 5 yaitu melakukan wawancara dengan warga lokal, dan kita memilih mengawali dengan orang yang pekerjaan nya nelayan, kita mendatangi pelabuhan. Kebanyakakan nelayan sudah berangkat kita mau tidak mau menunggu tapi syukur nya ada perwakilan nelayan yang menunggu di pos nya jadi kita tanpa membuang waktu kita pun langsung melakukan wawancara, nara sumber yang kita ambil bernama pak jono, dia sebagai perwakilan nelayan.
Kita bertanya tanya tentang kesahari harian nelayan, tentang bulu babi, dan tentang kehidupan warga di pulau untung jawa, Menurut pak Jono nelayan di situ kebanyakan mendapatkan ikan kakap, dengan metode penangkapannya yaitu menggunakan Bubu (alat perangkap ikan), dan hasil nya di bawa ke Ibu kota jakarta, dan tentang bulu babi sendiri bapanya bilang tidak terlalu banyak di pulau tersebut, dan tidak terlalu berbahaya, bila terkena pun bisa menggunakan cara tradisional yaitu. Mengentuk ngetuk bagian yang terkena bulu babi dengan batu dan menggunakan urin ke bagian yang terkena bulu babi, dan kalau tentang warga asli sana kebanyakan pekerjaan sudah berpindah menjadi guide, dikarenakan pulau Untung Jawa sendiri sudah menjadi kepulauan wisata. Dan terakhir mereka sedang mengadakan projek yaitu ternak kerang hijau yang baru mulai 1 tahun yang lalu.


Dan kita ketika sudah beres kita penanggung jawab makan siang, jadi kita kembali ke GSG dan persiapan untuk masak. Semua kembali ketika makan siang dan di situ saya di kabarkan penelitian 100 meter tidak di sanggupkan, dan hanya bisa 50 meter tapi stasiun nya di tambah oke setelah dapat informasi tersebut kita makan siang, dan setelah makan siang.
Setelah makan siang, semua kelompok akan fokus ke wawancara, sebelum berpisah. kita melakukan briefing dimana ke masing masing kelompok mewawancarai orang orang yang kalangan berbeda, ada yang ke warga lokal, pemerintahan, lingkungan hidup, turis, dan nelayan di karenakan nelayan sudah, karena 4 orang yang tidak jadi berangkat membuat kita kekurangan orang jadi nya kelompok 5 yang berisikan 3 orang jadi berpencar ke kelompok yang sedikit dan saya mendapatkan bagian kelompok 2 yaitu warga lokal. Dan kita mendapatkan informasi dari saudara kita sendiri yaitu di daerah timur pulau untung jawa ada narasumber yang cukup tua, dan dia berjualan jadi kelompok saya akan kesana, dan yang lain juga sudah tau mewawancarai siapa saja. Dan sebelum briefing ini di bubarkan kita menentukan siapa yang akan mengambil alih pendataan, dan terpilih 3 orang yang mengerti cara melakukan pendataan. Setelah kita tau masing masing tugas kita pun menutup briefing tersebut dan fokus ke tujuan masing masing. Kelompok saya ber fokus ke warga lokal yang sempat saudara kita sebutkan, kita pun mendatangi nara sumber, memang benar nara sumber itu orang yang cukup berumur dan keliatan sudah lama di pulau untung ini.
Dan wawancara kita itu mengahasilkan informasi baru yaitu tentang, warga untung ini berasal darimana, dulu pulau untung seperti apa, jadi disini mungkin saya akan merangkum tentang wawancara tersebut. Warga pulau untung jawa, asli nya gak langsung tinggal di pulau ini melainkan mereka berasal dari pulau ubi, yang sekarang sudah tenggelam di karenakan abrasi, dan tentang suku nya kebanyakan dari mereka adalah betawi, dan mereka tidak jauh beda dengan betawi yang berada di jakarta, mereka sama hanya saja, mata pencaharian mereka yang berbeda. Dan kalau membahas pulau untung dulu seperti apa, pulau untung jawa awal nya berfokus menjadi nelayan yang mengembara, bapa tersebut dia mantan nelayan, yang sempat mengembara ke sumatra menggunakan kapal besar bertujuan untuk menangkap ikan. Setelah itu kita pun menanyakan sedikit tentang bulu babi, dan tidak jauh berbeda dengan nara sumber sebelumnya kalau bulu babi tidak terlalu banyak dan berbahaya. Setelah mendapatkan informasi tersebut kita jajan di warung bapa tersebut sembari mengobrol ngobrol tentang pulau untung. Kembali ke GSG kita pun beristirahat, masih ada waktu sebelum makan malam tiba. Semua orang bersepakat untuk berenang ke pantai.
Sore hari aku dan teman teman berenang di bagian barat pulau untung jawa sembari menunggu makan malam jadi, karena saya tidak terlalu suka renang jadi saya hanya menikmati matahari terbenam sembari melihat teman teman saya sedang asik berenang, tapi saya pun tidak merasa di tinggal atau apa saya pun menikmati moment tersebut. Dan kita pun di kabari oleh penanggung jawab makan malam kalau makanana sudah jadi. Dan kita semua kembali ke GSG.
Kita semua kembali ke GSG dan beberapa ada yang ingin mandi dikarenakan berenang tadi ada beberapa yang mengobrol dan sebagainya. Setelah hadir semua, semua pun makan bersama dan bersiap ke eval dan briefing.
Eval kali ini cukup panas di karenakan saya sendiri konseptor atau kordinator perjalanan wajib ini saya banyak terkena eval dari cara wawancara yang monoton, tidak terpantau kelompok lain, dan banyak lagi, saya sendiri mengakui salah dan kebanyakan menjawab dengan muter muter, target wawancara belum terpenuhi di karenakan awal nya kita yang hanya ingin tau tentang warga sekitar berganti menjadi mix jurnal yaitu jurnal tentang pendataan bulu babi akan tetapi di tambahkan dengan hasil wawancara masyarakat lokal. Dan kita baru mendapatkan 5 dari nara sumber kita butuh lebih banyak lagi untuk ke akuratan data. Dan kita besok akan berfokus ke wawancara yang di banyakin. Untuk pendataan bulu babi ada perubahan dalam perhitungan yang tadi yaitu awal nya ingin melakukan 100 meter menjadi 50 meter dan di tambah stasiun nya. Dan kita sempat di bahas kita hari ini terlalu fokus bulu babi hingga melupakan beberapa point yang lain yaitu suku betawi, dan banyak masukan sehingga untuk briefing banyak perubahan dan tujuan dari wawancara saja, untuk pendataan tidak ada masalah kecuali di karenakan jarak yang berubah jadi perlu penyesuaian stasiun lagi tapi dari kelompok pendataan sendiri masih bisa di sanggupkan untuk melakukan pendataan dari 2 arah mata angin tersebut.. Eval dan briefing di tutup.
12 Agustus
Kegiatan di awali dengan sama, kita makan lalu persiapan pendataan dan wawancara, akan tetapi tujuan wawancara kali ini berbeda, kita datang lagi ke dermaga lagi untuk menemui nelayan, dan kita tidak jauh menanyakan hal yang sama dari pov berbeda, dan informasi nya tidak jauh berbeda juga hanya di tambah kan dengan salah satu nara sumber kita ada yang termasuk orang asli sini, dan menceritakan kisah pulau ubi yang mirip dengan yang di jelaskan oleh bapa yang kemarin, Dan kita pun selesai wawancara.

Dan di karenakan waktu kita masih banyak, tim saya melakukan wawancara lagi niatnya ingin melakukan wawanacara dengan nelayan yang di daerah barat, akan tetapi di karenakan kita mengambil arah memutar melewati bagian utara, kita bediam diri di warung dan jadinya me wawancari penjaga warung tersebut atau warga lokal di situ.
Dari wawancara tersebut menghasilkan informasi yang tidak terlalu sesuai dengan tujuan kita akan tetapi di masukan ke fun fact saja, fun fact nya adalah tempat yang kita tinggali di GSG tersebut berhantu dan ada penjaga nya. Di situ kita mulai merasa takut tapi syukur nya besok kita bersiap ke pulau lancang.
Setelah melakukan wawancara kita bersiap untuk memasak di karenakan kita sebagai penanggung jawab masak siang hari, dan saya pun mengontak kelompok kelompok lain yang ternyata mereka sudah lebih dulu beres, dan saya melakukan manuver untuk mereka menjadi wawancara, dan tim barat setuju, sedangkan tim timur mereka menambah stasiun.
Dan kita pun sampai di GSG dan bersiap menyiapkan masakan untuk siang hari, makanan sudah siap, kita pun memanggil orang orang yang sedang melakukan wawancara dan penelitian untuk datang. Setelah mereka datang, dan makan, kita ada ishoma terlebih dahulu, dan setelah ishoma saya mendapatkan info kalau wawancara yang kita lakukan masih kurang dari target jadi saya melakukan manuver lagi yang awalnya wawancara per kelompok menjadi ber pasang pasangan. Kita langsung membuka briefing untuk wawancara selanjutnya dan bagi yang pendataan, sekarang bisa di sanggupi oleh 1 orang, jadi kita yang ber 17 jadi ber 16 bisa berdua, dan terbagi 8 kelompok dengan tujuan wawancara kalangan bebas. Briefing di tutup dan kita berpencar.
Saya berkelompok dengan dhiya, dan saran dari dhiya yaitu mewawancarai tukang isi air disana, sembari mengisi air untuk kebutuhan masak dan minum di GSG, akan tetapi ketika kita sampai disana shift mereka masih lama, jadinya tujuan kita berubah menjadi wawancara orang lingkungan hidup yang di bagian barat, setelah kembali mengisi air dan berkeliling di bagian Barat, akhirnya kita menemukan orang untuk di jadikan nara sumber.
Menurut orang tersebut, dia tidak asli orang sana melainkan pendatang, di karenakan ayah nya bekerja di sini jadi nya sempat kecil disini, dan terus hidup disini sebagai guide. Dan juga saya mendapatkan info baru tentang sistem pendidikan di sini itu tidak menjelaskan asal usul pulau untung hanya bisa mengandalkan cerita silsilah keluarga. Dan untuk informasi yang lain, tentang bulu babi dan suku budaya betawi mirip mirip, akan mungkin tambahan nya yaitu keluarga yang dari pulau ubi datang ke pulau untung itu hanya 2 keluarga besar awal nya, dan terakhir sebagai fun fact narasumber kita adalah mantan nelayan yang sempat di rampok saat bekerja dia bercerita kalau dia bertahan hidup dengan terombang ambing selama 3 hari.

Dan hal yang kita wawancarai sudah beres, dan saat kita berkeliling lagi kita tidak dapat menemukan orang di bagian barat, jadinya kita datang ke bagian timur, dan tidak sengaja bertemu kelompok lain, dan kita pun jajan dan nongkrong bersama. Di Bayu samudra, bayu samudra ini tempat yang lengkap kita bisa jajan menggunakan QRIS dimana qris cukup sulit di temukaan di warung warung lain. Dan malam pun tiba, kita di panggil untuk bersiap makan di GSG.
Teman saya mengingatkan untuk berpamitan ke pengurus lingkungan disana jadi nya saya sembari menunggu makanan saya dan beberapa saudara saya mendatangi perwakilan tersebut yaitu pak samsuli, banyak yang kita obrolkan tentang sejarah pulau ubi yang mirip akan tetapi mendapatkan detail baru yaitu pulau tersebut tidak asal untuk di tinggali melainkan sebelum nya sempat di datangi saja dan pembukaan lahan untuk persiapan tempat tinggal baru, dan waktu pulau ubi benar benar tenggelam mereka pun sudah tau akan pergi ke pulau untung Jawa, dan sejarah kenapa namanya pulau untung jawa di karenakan posisi yang dekat dengan jawa, dan sebelumnya ada salah satu ulama datang ke tempat tersebut dan itu menjadi alasan kenapa pulau itu di namakan Untung Jawa. beberapa ada yang mirip tentang Tempat yang kita tinggali sekarang ada penjaga nya. Dan waktu sudah menandakan untuk makan malam jadi kita bergegas izin pamit kepada pak samsuli sekalian mewakilkan yang lain kalau besok kita akan pergi dari pulau tersebut.
Malam hari, ketika selesai berkumpul dan makan kita mengadakan eval dan briefing, malam ini menjadi malam terakhir di pulau ini, dan syukur nya target kita semua tercapai dan bisa lanjut ke pulau selanjutnya. Akan tetapi salah satu dari saudara kami menghilangkan slayer nya dan kita obrolan panjang disitu bagaimana solusi dari kehilangan slayer tersebut, saudara kita yang kehilangan tersebut, mencari solusi dengan mencari nya hingga tengah malam. Awal nya tidak di terima karena resiko terlalu tinggi pada akhirnya tidak ada solusi lain di karenakan kita tidak tau kemana slayer itu hilang. dan masuk ke briefing, besok kita akan meninggalkan pulau jadi kita bagi bagi tugas untuk berpamitan dengan warga maupun kelurahan disitu. Briefing di tutup.
Malam nya kita menikmati malam terakhir di pulau untung jawa ini dengan datang ke bayu samudra untuk jajan dan menikmati pemandangan ke arah jakarta. Akan tetapi saya di ingatkan untuk menjaga saudara kita yang kehilangan slayer, jadi nya saya langsung menghubungi saudara saya dan jadinya saya dan beberapa orang turun langsung ke pantai timur dimana lokasi itu terakhir dia kehilangan slayer nya. Kita pun mencari sembari memanggil saudara saudara yang lain untuk membantu mencaril, jam sudah mendekati jam 12 dan hasilnya nihil di karenakan ombak sudah mulai tinggi di malam hari jadi nya kita kembali ke GSG dan mengabari yang lain untuk mutar balik.
Sampai di GSG saya cukup terpukul karena khawatir dengan saudara sendiri perlu di ingatkan yang seharusnya itu adalah kesadaran diri. Jadinya malam pun kita semua berkumpul untuk tidur.
13 Agustus
Hari ini terakhir kita di pulau untung jawa, pagi hari seperti biasa kita sarapan lalu bersiap untuk membereskan GSG, di karenakan dari kemarin kita cicil jadi sekarang cukup membersihkan GSG, packing perlengkapan pridbadi, dan pembagian pelengkapan kelompok. Di karenakan masalah slayer belum tuntas kemarin jadi saya dan teman saya yang kehilangan slayer ini bergegas pergi duluan setelah sarapan untuk mendatangi tempat terakhir slayer itu hilang, di saat yang lain sedang packing dan bersih bersih kita ber dua langsung bergegas ke sana. Di sana kita sudah bingung menanyakan ke siapa, akan tetapi kita punya informasi saksi mata yaitu saya sendiri, dimana slayer tersebut di gunakan oleh anak anak dan saya mengira itu saudara saya sendiri ternyata bukan. Kita pun datang ke sekolah dari sd maupun smp kita melakukan sayembara untuk mencari slayer tersebut ternyata hasil nya nihil alias kita tidak mendapatkan barang yang kita mau.
Jam sudah menunjukan jam 9 dan waktu itu kita harus segera berpamitan ke kelurahan dan menunggu di pelabuhan. Aku mengontak saudara ku yang bertanggung jawab di trasjin untuk kita kumpul di depan kelurahan di karenakan dari kita dekat untuk ke kelurahan jadi kita sampai lebih dulu, kita menunggu ternyata perwakilan dari kelurahan itu sibuk karena kedatangan tamu, jadi kita tidak sempat untuk foto bersama jadi hanya berpamitan.
Ketika kita menunggu, kita kira kapal akan segera datang, ternyata kapal datang kemungkinan 3 jam lagi di karenakana ombak yang sedang pasang jadi sulit untuk kapal berlabuh, jadinya kita menunggu sembari jajan di BAYU SAMUDRA seperti biasa wkwk, sembari menunggu kapal ada yang berfoto foto di huruf pulau untung jawa, ada yang makan, ada yang tertidur karena malam kurang tidur, ada yang main hp. Dan sebagainya
Ketika kita menunggu tiba tiba ada salah satu orang penting datang, saya kurang kenal orang nya siapa tapi dia mendatangi kita dan bersalaman dan kita pun karena tidak ada foto perwakilan kelurahan pulau untung jawa jadi kita mengajak untuk ber foto.

Setelah kita berfoto pun akhirnya kapal kita tiba, dan kita semua naik ke kapal untuk bersiap datang ke pulau lancan, di perjelanan beberapa dari kita ada yang tidur, ada yang foto foto, dan ada beberapa yang dengar musik, salah satu nya saya sambil terombang ambing laut saya melihat pemandangan.
Dan akhirnya kita sampai di pulau lancang, sesampai disana kita bersiap untuk ke tempat tinggal kita 5 hari ke depan dan kita mendapatkan area camp, di situ kita langsung bergegas menyiapkan camp, kita tidak hanya mendapat kan area camp saja, ada juga gazebo, yang bisa kita pakai untuk tidur, di karenakan saya bisa tidur dimana saja, saya memilih tidur di dekat dapur, karena cepat untuk apa saja, dan dapur letak nya di tengah persis jadi orang orang akan kumpul tidak jauh dari dapur.
Di hari pertama kita bersiap berpencar untuk mencari informasi tentang bulu babi ke pada warga sekitar sekalian kita ber sosisalisasi akan kedatangan kita, kita di bagi menjadi kelompok 5 kelompok seperti biasa dan kita semua berpencar, ada yang ke kelurahan, ada yang ke bagian timur, barat, dan utara sekalian kita survey lokasi penelitian apakah di sanggup kan atau tidak. Dan untuk di selatan sendiri, kita tidak perlu survey lagi di karenakan camp kita letak di selatan jadi dekat untuk mencari tahu nya.
Dan kita semua berpencar saya dan keloimpok 5 menyisir selatan, sedikit lalu kita mendatangi bagian timur pulau lancang, saat survey, kita sekalian mau cicil tentang wawancara jadi kita me wawancarai warga lokal yang berjualan disana. Di karenakan ibu tersebut juga menanyakan kita sedang apa jadi kita duduk sebentar sembari membeli dagangan ibu tersebut sembari kita bertanya tanya.
Ketika ktia bertanya tanya ternyata pulau lancang kebanyakan lancang di tinggali oleh pendatang, dan tidak ada suku asli sana. Tapi kalau di tanya kebanyakan suku apa yang tinggal disana, yaitu suku bugis untuk hari perayaan mereka perayaan seperti biasa indonesia, tahun baru, 17 agustus, dan sebagainya, tetapi ada tambahan yaitu hari hasil tangkapan yang di adakan tiap tahun nya, setelah itu kita bawa topik ke bulu babi, dan bulu babi di pulau lancang termasuk banyak di bagian barat dan di kedalaman 2 meter ke bawah air laut. Kita bertanya cara pemanfaatan disana, mereka tidak mengonsumsi maupun memanfaatkan nya hanya di bunuh dengan cara di bakar, kita menanyakan apakah keberadaannya menganggu atau tidak, ibu itu menjawab, menganggu ketika anak anak sedang berenang di laut, dan usaha dari masyarakat sendiri adalah menggeserkan builu babi ke arah yang tidak di jadikan tempat renang oleh anak anak.
Setelah mendapatkan informasi tersebut kita pun mengobrol santai tentang pengalaman ibu tersebut ternyata dia juga salah satu mantan nelayan.dia menceritakan tentang kehidupannya. Tidak lama kemudian salah satu kelompok datang ke kita. Dan kita mengobrol ngobrol di warung ibu tersebut sampai sore hari, dan kita pun izin berpamitan dengan ibu tersebut karena kita harus bersiap siap untuk makan malam.
Sembari menunggu makan malam, kita semua berpencar ada yang memancing, ada yang berenang, ada yang bersih bersih, ada juga yang sedang merapihkan tempat tidur. Sekian lama menunggu makan malam pun tiba kita semua makan. Dan seperti biasa setelah makan kita bersiap untuk eval dan briefing.
Di eval ini kita mendapatkan info dari masing masing kelompok dan semua bilang aman bisa melakukan penelitian, akan tetapi di bagian timur masalah nya adalah air yang terlalu kotor sehingga sulit untuk melakukan penelitian. Untuk yang di bagian utara memang sangat jauh, akan tetapi bisa melakukan pendataan. Dan di sini perdebatan mulai panas dan saya salah satunya di pihak yang salah dimana beberapa dari kita memfokuskan mencari lokasi yang banyak bulu babi. Dan itu kesalahan di karenakan tujuan awal kita bukan mencari cari bulu babi melainkan sebuah data. Jadi saya kembali berpikir jernih dan kita kembali ke tujuan awal yaitu pendataan bulu babi di 4 arah mata angin. Eval beres.
Briefing di buka, briefing untuk besok hari tidak terlalu banyak hanya menyebutkan penanggung jawab nya dan menggantikan yang tidak jadi berangkat. Akan tetapi kelompok saya alias kelompok 5 kita ketika di lancang tujuan kita sudah berubah dari awal nya wawancara menjadi pendataan, karena ini pertama kali nya kita pendataan dan kemungkinan akan lebih lama, jadi kita menarik dari salah satu orang yang dari kelompok pendataan yang menjadi wawancara, dan briefing pun selesai. Kita pun bersiap untuk istirahat dan tidur. Di karenakan saya tidur yang cukup malam jadi saya dan beberapa saudara yang lain menikmati pemandangan di area camp tersebut sembari menikmati kopi dan angin yang sejuk, kita pun mengobrol tentang keluh kesah mau di saat sekarang atau di luar kegiatan ini, setelah kita mengobrol jam sudah menunjukan jam 12 jadi kita bersiap untuk tidur, kita semua kembali ke tempat tidur masing masing. Dan saat nya besok hari
14 agustus
Di pagi hari, kita bangun dan bersiap untuk sarapan. Setelah sarapan kita mengadakan briefing untuk pendataan, tidak banyak yang di rubah kecuali yang kemarin, yaitu kelompok 1 dan 5 di tukar tujuannya yang penelitian jadi wawancara dan sebalik nya.
Kita pun datang dengan menarik salah satu orang yang sudah melakukan penelitian. Dan tujuan kita adalah melakukan pendataan dengan 6 stasiun, dan karena ada 1 orang yang sudah ahli jadinya kita beres cepat yaitu di jam 9.
Semua di bagian arah di tanya dan sama seperti kita yang sudah selesai melakukan pendataan, kita kembali ke area camp. Sesampai di area camp kita bantu bantu untuk persiapan masak, setelah masakan sudah jadi pas juga dengan Kelompok yang lain sudah datang dan kita semua makan siang bersama.
Di sore hari kita seperti biasa melakukan pembagian kelompok untuk wawancara, dan saya bersama kelompok saya mendapat kan narasumber nelayan lagi, jadi kita tanpa basa basi langsung bergegas ke nara sumber, menurut saudara saya narasumber tersebut berada di utara jadi kita ke bergegas ke utara. Setelah kita sampai sana ada informasi terbaru yaitu nara sumber kita ternyata ke pelabuhan timur, jadinya kita pun berpindah lagi ke timur. Dan tidak di bawa putar putar lagi nara sumber tersebut sudah menunggu di salah satu saung di pinggir pantai.
Kita semua pun duduk dan memulai waawancara, dengan nara sumber sekarang yaitu pak niki, kita mendapatkan informasi yang tidak jauh berbeda dengan nara sumber lain, akan tetapi ada tamabahan yaitu tentang pulau lancang tidak seperti pulau untung jawa, pulau lancang adalah pulau penghuni bukan pulau wisata, jadi di sini semua orang berfokus menjadi nelayan, dan nelayan disini terbagi menjadi 2 yaitu nelayan budi daya dan tangkap. Dan di saat perjalanan datang kepulau sini juga sudah ada tempat tangkap ikan yang ada rumah nya dan itu di sebut bagan, yang banyak berada di daerah selatan dan utara pulau tersebut dia 1-2 kilometer jauh nya dari pulau lancang, dan untuk bulu babi sendiri mereka banyak dan cukup menganggu, saat anak anak berenang dan di saat pak niki ini bekerja, pekerjaan pak niki ini salah satu nya adalah penjaga terumbu karang, dan keberadaan bulu babi ini menganggu proses perawatan terumbu karang, dan pak nilki sendiri tidak tau cara pemanfaatan nya jadi hanya bisa menggeser geser bulu babi nya saja. Dan tujuan kita tercapai, dan kita pun mengobrol ngobrol tentang keseharian pak niki dan sebagainya.
Di karenakan waktu sudah menandakan jam kumpul untuk makan malam, kita pun berpamitan dengan pak niki. Dan kita pun kembali ke area camp, disitu kita bersiap untuk makan malam, eval dan briefing seperti biasa.
Eval dan briefing di buka, dan kita membahas progres dari masing masing kita, tujuan wawancara berjalan lancar, akan tetapi berbeda dengan pendataan, arah mata angin selain utara berjalan lancar, dan masalah di utara di karenakan ombak yang sangat kuat, dan sulit untuk melakukan pendataan, dan dapat saran dari senior untuk mengganti personil nya menjadi anak dari divisi diving, datang di saat pantai surut, agar bisa melakukan pendataan dan yang terakhir semua kelompok bergerak kesana, kecuali wawancara. Akan tetapi salah satu kelompok di bagian timur belum memberes kan 3 transek lagi. Jadinya 3 kelompok yang turun di bagian utara, kelompok utara yang sebelumnya di tukar dengan kelompok 1 bagian wawancara. Dan semua sudah dapat plan untuk ke arah utara pagi pagi buta di karenakan kita mencari waktu dimana saat laut sedang surut. Setelah itu kita pun beres melakukan eval dan seperti biasa briefing menyebutkan penanggung jawab harian dan pemabahsan yang tadi.
Dan sebelum tidur seperti biasa saya nongkrong sambil ngopi di tempat yang kemarin dan bersiap tidur ketika sudah mau jam 12 malam.
15 Agustus
Semua bangun lebih shubuh agar mendapat kan ombak surut, lalu 3 kelompok bergegas ke arah utara, 1 kelompok me wawancarai orang dari kepemerintahan pulau lancang dan saya kebagian tim yang ke utara, kita sampai di sana pukul 7 cukup kesiangan, akan tetapi tidak apa karena jauh juga estimasi nya, harus melewati beberapa terumbu karang yang cukup tajam sesampai di sana kita langsung melakukan transek, cukup cepat karena tim yang di kerahkan semua nya berpengalaman. Dan jam 9 sudah beres lalu kita istirahat dulu bersantai santai, sebelum siang nya kembali ke camp, sesampai camp tim wawancara dan bagian timur juga sudah kembali. Dan kita makan makan tugas kita semua sudah beres dan saya pun mengisi waktu dengan istirahat
Sampai jam 3 sore semua sudah tidak ada kegiatan karena semua tujuan kita sudah tercapai, tiba tiba senior saya datang dan menyarankan isi beberapa footage untuk di gunakan bahan after movie, dan saya menerima saran itu dan manuver semua orang untuk pergi berkelompok untuk mencari cari footage untuk bahan editing nanti.
Kita semua briefing sebentar lalu berangkat, saya dan kawan saya melewati jalan utama dan bukannya ngambil footage malah beli seblak, di karenakan saya tidak terlalu suka seblak, jadi saya izin ke teman teman saya untuk berkeliling. Dan teman saya pun setuju.
Saya mengelilingi pulau dan menemukan banyak orang, dari orang yang sedang menyiapkan perangkap, kapal yang sedang parkir, hingga anak anak yang sedang bermain di pantai, saya pun tidak sengaja bertemu wisatawan yang hanya mancing saja di pulau itu. Setelah saya mendapatkan beberapa bahan video saya pun duduk sambil melihat matahari terbenam menyeruput, teh sisri gula batu.
Saat saya melihat jam sudah menandakan saya harus kembali ke camp untuk bersiap makan, sesampai di camp saya terkejut karena makan malam ini akan ada bakar bakar ikan di situ saya sangat senang akhir nya kita makan ikan bakar.
Sembari menunggu banyak orang yang mengobrol, membakar ikan, menjaga api. Semua berbagi bagi tugas, sampai ikan nya jadi semua kita pun segera berkumpul untuk bersiap makan dan malam itu di tutup dengan makan ikan bersama sama, eval dan briefing kena delay di karenakan membakar nya cukup lama.
SEMUA PUN MAKAN !!!
Setelah kita makan kita bersih bersih dan bersiap untuk eval dan briefing, eval dan briefing hari ini tidak lama di karenakan semua nya lancar dan siap untuk briefing besok di karenakan kita harusnya pulang akan tetapi kita lanjut sampai 18 agustus di karenakan kegiatan dari Astacala
16 AGUSTUS
(done)

