Gak pernah kepikiran 9 HARI 8 MALAM di tempat yang GAK aku kenali, bareng DUA PULUH DELAPAN orang yang sebenarnya….gak semuanya deket….? Overstimulated gak sih gue….?? Pengen pulang gak sih gue…..?? ME TIME nya kapan dah…..? #SOS.
Sedari awal, aku memang sudah tau kalau Perjalanan Wajib (wicis yang mau aku ceritain sekarang) adalah bagian dari Pendidikan Lanjut yang paling kompleks, paling panjang, tapi juga paling seru. Denger denger gituuu sih yaaa kalau cerita dari senior (kita saksikan kebenarannya). Sebenarnya, sekompleks dan sepanjang apa perjalanan kita itu memang tergantung angkatannya sendiri, mau mengusung konsep yang seperti apa. Yap, pada bagian Pendidikan Lanjut ini, kami dipaksa, eh engga deng… diarahkan untuk belajar merancang suatu operasional sendiri. Tidak lagi terpaku dengan ketentuan dari senior. Kami diberikan kebebasan untuk menentukan konsep acaranya seperti apa, tempatnya mau kemana, timeline kegiatannya seperti apa, rundownnya mau seperti apa, makannya gimana, dan lain sebagainya pokoknya #FREEDOM dah. Tapi tapi tapiii gak juga sebebas itu yaa tetap saja disini juga namanya kita BELAJAR bukan cuman main main aja tanpa membawa pulang pelajaran (ANJAYYYY) jaddii tetap ada beberapa hal yang harus tercapai.
Intinya Perjalanan Wajib —yang setelah ini akan aku sebut PW untuk mempersingkat— harus dapat memenuhi nilai nilai konservasi dan juga antropologi. Singkat cerita nih setelah perdebatan yang cukup asyik akhirnya terpilihlah Uman sebagai ketua dengan konsep yang sudah disetujui dengan peserta dari segala belah pihak yaitu BULU BABI yyeeeyyyy aapppllaauuseee. Jangan lupa dengan tempat pilihannya yang gak kalah hebat yaitu KEPULAUAN SERIBUUU yaayy mantaaiii, tepatnya di Pulau Untung Jawa dan Pulau Lancang Besar.
Semua orang literli semua orang yang aku kabarin kalau mau ada perjalanan lagi pasti langsung mengira ngira kami mau ke gunung apalagi sih??? Kok gak udah udah??? Heeyy ney neyy kali ini kita akan menguasai pesisir kepulauan HAUUAHAAUHAUHA. Banyak dari peserta yang sudah mulai bosan perihal hutan dan suhu dinginnya yang menusuk itu. Jadi kami memang ingin mencari suasana baru yang tidak lain dan tidak bukan ialah kehidupan pesisir. JUJUURR excited sekaaaliii karena aku jaraaangg banget jalan jalan ke pantai gituu bisa dihitung jari lah. Nah sekarang ternyata aku punya kesempatan untuk bisa main ke pantai, dan gak cuman main tapi juga melakukan PENELITIAN! Wow apakah kami PROFESOR panggil aku PROF_011_SC.
Nah, ngomong ngomong bulu babi nih, masih teringat gimana nada serta mimik wajah kebingungan orang orang yang aku ceritain kalau kami mau meneliti bulu babi. HAH emang mau DIAPAIN sih bulu babi tersebut?? Emang bulu babinya kenapa sampai harus diteliti? Jadi gini kawan kawan, pada case yang diangkat kali ini, kami akan menghitung populasi bulu babi. Lalu nantinya, dengan rumus sedemikian rupa yang sudah kami pelajari di BIOCITA UPI (makasih teteh teteh pintar dan baik hati serta rupawan) kami nantinya bisa mendapatkan beberapa gambaran mengenai kondisi komunitas bulu babi di kedua pulau tersebut, mulai dari kepadatan, kerapatan relatif, frekuensi, frekuensi relatif, hingga tingkat keanekaragamannya. Lalu muncul lagi pertanyaan, memang makhluk bulat berduri dan terlihat diam diam saja ini, apa pengaruhnya ke ekosistem? Di lautan itu kan juga memiliki ekosistem yang sama kompleksnya kayak di daratan. Semua saling berinteraksi dan bergantung satu sama lain. Maka keseimbangan dalam ekosistem ini penting banget kan ya. Kalau bulu babinya kebanyakan, maka lama kelamaan alga sebagai makanan utama mereka bisa habis. Lalu nantinya bulu babi akan mulai memakan karang ataupun mengikis karang lewat aktivitasnya. Rusaknya karang ini akan menghilangkan habitat makhluk hidup lainnya. Namun, kalau bulu babinya terlalu sedikit juga tidak baik, dapat menyebabkan alga berkembang biak terlalu banyak sehingga lagi - lagi dapat membahayakan karang karena alga bisa menutupi cahaya matahari. Jadi, kalau sudah tidak seimbang efeknya akan kemana mana kan? Kayak domino effect gitu lah yaa? Makanya nih kami ingin mengetahui keadaannya seperti apa di dua pulau ini. Tidak lupa juga menganalisis penyebab penyebabnya apa saja.
[Pulau Untung Jawa]
First impression setelah menginjakkan kaki di Pulau ini tidak lain dan tidak bukan adalah PANAS BANGET. Yaa gimana ya yang biasanya aku selimutan di kamar bojongsoang itu sekarang rasanya pengen telanjang dada kayak cowo cowo (eh maaf). Tapiii overall okesih pulau ini KWKWKWK REVIEW DIKIT YAH BUND. Pulau ini tuh memang merupakan pulau wisata, jadi cenderung rapih(?) dan tertata gitu. Tiap jalan 10 meter pasti ada tempat sampah. Masyarakat disana ramah-tamah dan masih cukup banyak interaksi antar sesama. Mereka sepertinya juga sudah terbiasa dengan banyaknya pengunjung ataupun mahasiswa yang berkunjung untuk kepentingan studi, jadi tidak merasa begitu asing ketika kedatangan kami. Di sana banyak homestay yang tersedia juga, disediakan untuk para wisatawan dan juga para mahasiswa seperti kami. Namun, kami memilih untuk tinggal di gedung serbaguna atas izin pihak pengelola disana. Air tawar bersih juga banyak, walaupun kebanyakan berbayar seperti kamar mandi bilas setelah bermain di pantai sehingga kebanyakan dari kami memilih untuk mandi di masjid terdekat.
Ngomongin soal mandi dan homestay, aku punya cerita lucu di hari pertama kami di pulau ini. Aku, Misha, Syifa, dan kak Ruli baru memiliki waktu kosong untuk mandi itu setelah makan dan evaluasi bersama karena kami juga tim masak. Ketika sedang berjalan menuju masjid terdekat, kami berhenti sejenak karena tiba tiba ada sekumpulan pekerja (satu ibu ibu yang masih cukup muda, dua bapak bapak yang tidak tua juga, dan satu pemuda) yang sedang asyik mengobrol di teras homestay sebelah gsg kami lalu melemparkan pertanyaan kepada kami. Pertanyaan pertanyaan biasa lah ya kayak darimana, sedang apa disini, kok tinggalnya disitu? Sepertinya mereka, terlebih si ibu merasa kasihan kepada kami karena tidak bisa tidur di kasur dan kamar yang ber ac dan mandi pun harus ke masjid terlebih dahulu WKWKWKWK padahal kita enjoy aja kok bu (kayaknya) (agak berharap ditawarin nginep disitu jg sih) (hah too much ya). Dari rasa kasihan tersebut munculah tawaran dari mereka untuk mandi saja disini, mumpung kamarnya ada 1 yang lagi kosong karena mereka sedang mengobrol. Awalnya Kami menolak lah karena gak enak ya masa udah bau dan kotor gini masuk kamar orang cuman untuk NUMPANG MANDI tanpa bisa kasih mereka apapun. Jadilah kami sempat kembali melanjutkan perjalanan ke masjid. Namun tiba tiba saja, syifa yang sudah sampai duluan di masjid bilang kalau airnya mati HADEH. Lalu kami menyusun rencana agar kami balik melewati homestay itu lagi sambil mengomel kalau airnya mati lalu kita akan ditawari ((lagi)) untuk mandi disana. Urat malu? Memang lah sudah lepas. Dalam mode survival seperti ini memang terkadang kita harus gak tahu malu. Berakhirlah kami disini. Di dalam kamar yang terlihat nyaman, dingin, dan bersih. Aduh pokoknya mandi ternyaman dah tapi agak terburu buru sih jujur karena gak enak kan kalau kelamaan. Tidak lupa kami mengabadikan moment dan pamer ke teman teman lain serta berdusta sedikit kalau kami ditawari TINGGAL di homestay mereka hihihii. Buat ibu, bapak bapak, dan kakaknya terimakasih yah sehat dan sukses selalu.
Sesuai ROP atau rencana operasional yang sudah kami buat, penelitian akan dilakukan selama dua hari. Dari hasil pengamatan dan survey pada hari pertama, kami akan melakukan improvisasi menjadi 2 lokasi penelitian di barat dan di timur dengan masing masing arah terdapat 2 kelompok. Ini dilakukan demi keselamatan kami semua karena 2 arah mata angin lainnya tidak aman untuk dilakukan penelitian.
Kelompok aku, kelompok dua yang berisi aku, syifa, dan dimas (kelompok hebat ya haha) bersama dengan kelompok 1 (aisyah, hakim, iky, dan bang agung) kebagian meneliti bagian timur. Pada hari pertama durasi yang dihabiskan masih terbilang lebih lama mungkin karena pertama kali jadi masih meraba raba langkah langkah penelitian di medan asli. Tetapi di hari pertama ini kami tim timur mau kelompok 1 maupun 2 tidak mendapat bulu babi di semua plot dan juga semua transek. Namun, kami disini kan bukan untuk berburu bulu babi atau banyak banyakan bulu babi ya jadi kalau tidak ada ya bukan salah kami, dan bukan juga harus diada-adakan. Memang rasanya agak sedikit boring sih jujur karena cuman jalan, jalan, arahkan sesuai derajat kompas, liat ke bawah dan nihil bulu babinya. Yang menyebalkan adalah ketika bertemu kelompok barat di jalan lalu mereka mengejek ejek kami karena belum bertemu bulu babi sebanyak mereka. SO WHAT MEENNN???? Tapi ya sudah itu hanya candaan dan kami melanjutkan perjalanan. Kami memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu di pantai sakura, membeli minum, rebahan, bermain mainn, mengurung kak Khairy di pasir, dan tidak lupa untuk take a picture mengabadikan moment serrruuu ini.
Entah kenapa ejekan dari kelompok barat membuat kami kelompok timur rasanya ingin juga bertemu bulu babi dan menghitungnya. Karena kayaknya seru gitu ya ada yang dilakukan bukan cuman maju, jalan, maju jalan aja sambil mindahin plot. Lalu juga pas hari pertama tuh kami masih menghitung angka angka hasilnya dengan rumus manual kan, rasanya seru aja gitu ada yang bisa dihitung meanwhile pas bagian timur cuman tarik excel angka 0. Tapi kami semua membantu menghitung bagian barat sih, aku bersama kak aura sempat berlomba cepat agar dapat selesai duluan dari pada tim laki laki (padahal gak ada juga yang ngajak lomba sih?). Jadi ketika masuk di hari kedua aku dan syifa kayak sedih gitu tiap jalan transek dan gak ada bulu babinya. Tapiii akhirnya kami sempat menemukan bulu babi walaupun bukan di dalam plot kami. TAPI ITU AJA UDAH SENENG BANGET. Kami manggil manggil kak dika untuk nunjukin hal itu dan untuk di dokumentasikan. Kok jadi kayak nemuin harta karun ya? Kayak ada secercah harapan gitu.
Selain bertemu bulu babi di luar plot, akhirnya ketika sampai di transek ke 5 kami kedapatan bulu babi BANYAK BANGET BENER BENER BANYAK dan kita jadi seNORAK dan seHEBOH itu KWKKWKW. Sampe kak dika pas ceritain kita “TAU TUH DUA ORANG HEBOH BANGET KETEMU BULU BABI” sumpah paling luuuccuu sedduuniiaa. Itu “kejadiannya” ketika kami mau masuk plot ke 4. Di transek 5 ini aku bertugas sebagai yang menghitung di dalam plot jadi berjalan duluan, dimas pun karena dia yang memegang plotnya, lalu syifa masih di belakang. Aku mulai berjalan sambil masih menggunakan kaca mata renang untuk memudahkan proses perhitungan. Nah tiba tiba di depan itu memang lebih dalam dan kami melewati kayak batu batuan gitu kan. Tapi kok ada banyak hitam hitam yaa di setelah batu ini. Tapi karena masih menggunakan kaca mata renang itu lah penglihatanku menjadi buruk. Kayak gak sejernih kalau lepas kaca mata kan. Lalu aku masih mencoba jalan sambil berusaha menginjak bagian batu batu saja. Karena kesusahan aku agak berjalan mundur sehingga tidak terlalu lihat bagian kaki yang mendarat duluan dan BOOM TERTUSUK BULU BABI. kayak tiba tiba ada yang masuk dan sakit aw kayak disuntik aja gitu. Aku langsung teriak AW GITU (MALU) terus menarik kaki lagi dengan panik dan melepas kaca mata dengan terburu buru agar penglihatanku lebih baik. DAN YAPPPPPPP ternyata disitu ada kobangan BULU BABI! SUMPAH KAGAK BOONNGGG ITU BENER BENER BANYAK BANGET KAYAK SATU LINGKARAN GITU LOH di kanan kiri aku udah ada bulu babi SUMPAHH GELI BANGET KALAU DIINGET TAU??? Aku langsung manggil manggil syipa dan bilang aku ketusuk bulu babi! Gak lupa juga manggilin ka dika dan bang pram! Mereka langsung melakukan dokumentasi. Aku dan syipa masih amaze dan kehebohan KKWKW APASIH lagi lagi terlalu diapakan loohh yaahh. GAK SAMPAI DISITU pas aku akhirnya mencoba hitung yang ada di dalam plot kita, LAH! Aku ketusuk lagi! Karena hari semakin siang jadi ombak mulai menghantam tubuh lebih dahsyat jadi pas aku agak menyelam untuk menghitung tbtb badanku terbawa ombak dan YAP! Pantat aku yang kena dooongg wgwggwgwggwgwgwg NGUAKAK AH. lalu setelah puas melihat - lihat dan berheboh ria akhirnya kami mulai mencoba melanjutkan ke plot 5. Namun, ternyata nihil. Akhirnya kami kembali ke daratan dan mencoba memukul mukul kaki yang tadi terkena bulu babi dibantu kak cuca. Tidak lupa aku juga mencoba saran dari warga setempat untuk di kencingin hehe (maaf). Tapi awalnya aku berfikir kalau tertusuk bulu babi ini akan membuat pusing dan lain sebagainya, tapi ternyata di aku enggak sih? Apa saran di kencingin (maaf) itu berhasil ya? Eh gak gitu sih kerjanya…….
Ke-heroikan hari kedua rasanya belum selesai sampai disitu, kaRENA ada kejadian dodol lainnya. Ketika sore hari tiba, teman - teman mengajak untuk berenang seperti di hari pertama ketika sampai. Aku senang sekali karena kedapatan kesempatan ini di pulau untung sebelum esok berpindah. Di hari pertama itu aku tidak sempat ikut karena kebagian memasak. Jujur aku memang tidak tahu sedalam apa lautnya di ujung sana. Walaupun aku sudah melihat spoiler dari orang orang yang terlihat hanya kepalanya saja, tapi, aku, yang gak bisa berenang ini masih nekat untuk ke tengah sana tanpa menggunakan pelampung hahahahaa. Awalnya terasa biasa biasa saja karena kaki aku masih sampai. TAPI pas ombak lagi menghantam kami (jujur kenceng kenceng banget wak) TIBA TIBA KAKI AKU GAK SAMPE LAGI! Sumpah panik dodol banget sih. Padahal sebelum berangkat aku udah latihan dulu bersama ayah aku untuk bisa berenang dan setidaknya gak panik di laut TAPI TETEP PANIK! Terus aku minta tolong sama nadya awalnya tapi masih tetep gabisa terus akhirnya aku berpegangan ke bang tarsin….. Lalu dia memberikan life jacketnya kepadaku…… malu banget dah itu heboh gitu akunya…. Sumpah aku ngetik ini sambil malu banget tapi ini kejadian lucu at the same time….. Makasih ayah tarsin….. Orang orang yang liat ngetawain aku dan alvian jailin aku narik narik ke yang lebih dalam setelah aku pakai life jacket sumpah tu orang! Tapi ini juga kayaknya karma karena aku sebelumnya godain alvian kalau dia doang yang akan bawa life jacket dari gsg karena gak bisa berenang! Sumpah gak lagi!
Hari terakhir di pulau Untung kami tutup dengan ngalong di pinggir pantai dekat Bayu Samudera. Oiya! Aku belum sempat menceritakan toko ini. Bayu Samudera bisa dibilang ini adalah alfa/indomaretnya pulau untung laahh. Isinya per-snackan, kebutuhan mandi, bumbu masak, bisa bayar pakai qrish dan tuker cash, dan lainnya sehingga toko ini jadi favorit kami untuk jajan. Nah, di sekat sana itu ada spot duduk yang langsung mengarah ke laut dan kalau malam itu terlihat city light jakarta. Serruu banget disitu bisa tidur tiduran sambil ngobrol walaupun terkadang terlalu berangin sih menurut aku yang tidak terbiasa. Semakin malam member yang ikut disitu semakin banyak. Kami mencoba membuat tiktok tiktok lucu lalu melombakannya antara SC dan RM. sebelum kehebohan tengah malam itu aku juga sempat mendengarkan lagu sambil tidur tiduran HOAM sangat asyikk dan syahdu hihi kayak bucket list aku begitu hihi.
[Pulau Lancang]
Pulau ini innndaahh banget deh ga boong gak karuan (eh). Mungkin karena pulau ini juga bukan pulau wisata yaaa jadi banyak hal yang gak ada di pulau jawa tapi ada di pulau lancang begitupun sebaliknya. Tapi menurutku keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing

