DAY 1 (Kamis, 28 Mei 2026)
Kamis 28 mei 2026, saya terbangun jam 03:00 dengan badan yang masih ingin tidur karena saya tidak bisa tidur nyenyak karena banyak nyamuk yang menganggu,setelah bangun saya prepare mengganti baju dan bersiap siap. Setelah siap kami sekelompok langsung makan sarapan dengan menu ayam bakar. Disaat yang sama kelompok 3 juga lagi prepare buat sarapan, menu kelompok 3 itu nasi bungkus langganan penghuni sekre. Kami juga terbiasa makan nasi bungkus di kedai langganan itu setiap mau operasional, tapi kali ini beda, dengan harga 15 ribu udah dapet ayam bakar + sambel ijo yang ENAKKK, hal ini jadi bahan comparing sama menu kelompok 3, kita saling usil, bahkan saya tidak berhenti umtuk mengejek mereka sampai sampai mereka tidak mood makan setelah saya puas meledek mereka. Setelah sarapan kita pun bergegas menuju angkot. Angkot sudah standby didepan dengan sopir bernama pak fuad, saya segera naik dan menyusun tas carier saya dan rekan rekan saya setelah rapih kita berdoa agar selamat dalam perjalanan, setelah berdoa kita masuk dan berangkat.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam akhirnya kita sampai di Basecamp Puncak Besar. Lalu kita ngobrol sama penjaga basecamp, ormed, resection dan isi air di mesjid belakang BC. Kita mulai menyusuri jalan mengikuti plotingan peta, sepanjang perjalanan kita dapet hiburan yaitu ada papan panjat yang kecil banget selain papan panjat kita liat juga ada monas. saat memasuki perkebunan dan hutan tuh banyak banget berry berry an yg kita makan. salah satu nya ada berry yang suka dijual dan dijadiin oleh oleh. Dan saya juga mengambil beberapa wortel,tomat,dan cabe gendot untuk logistik.


Kita lanjut menuju titik ishoma 1, ditengah perjalanan kita nyasar karena saya sempet nanya sama warga yang sedang berkebun. namanya juga gh kalo nyasar ya kita buat jalurnya malah lebih tambah seru kalo nyasar dan tidak lewat jalur seperti plotingan, akhirnya kita ishoma di titik yang ga sesuai, setelah ishoma saya sangat ingin merokok tapi aturan dari pedamping merokok boleh ketika selesai evaluasi saya nego dengan koor harian yaitu bang agung untuk evaluasi dulu setengah karena saya pengen merokok karena habis makan enak banget apalagi udah cape nebas buat jalur apalagi paling males sama tanaman berduri dan merambat karena susah untuk ditebas,dan akhirnya evaluasi tetap sesuai rop kita melanjutkan perjalanan karena saya ingin cepat sampai ke camp 1. Setelah ishoma kita nerapin "man to man" dan saya yang jadi penebas pertama dan bergantian dengan bang agung untuk posisi penebas pertama dan kedua dengan navigator yaitu misha dan aisyah. pada saat man to man diperoleh sudut 40 derajat, kita terus ikutin sudut itu, dan ternyata SEPADET itu coy vegetasi nya, ditambah banyak banget tanaman rambat berduri yang bikin males, tapi kita trabas aja pake golok. banyak banget tanaman yang bisa dimakan dan berharga banget pas PDA, ada ekor monyet, bonggol, per berry an, begonia, palem, pakis, dll.



Selain itu kita juga nemu sejenis berry yang rasanya kaya delima. Ternyata Puncak Besar Malabar sangat kaya akan botani dan cocok untuk mencari bahan makanan dikala survival. Setelah menempuh kurang lebih 3 jam 1/2, akhirnya kita liat lahan yg lumayan luas tapi vegetasi tetap tertutup, karena udah jam 15.30an akhir nya kita ganti plan yang seharusnya bivak alam dulu jadi camp ponco sendiri sendiri, tiba tiba ada suara "kuluk kuluk" kita kumpul dan lanjut jalan, ternyata ga jauh dari situ ada puncak gunung Lungkawing, akhirnya kita bangun camp dan camp api masing masing. Saya membangun camp agak kebawah di atas kiri saya ada bang agung dan persis di atas saya ada aisyah dan sebelahnya ada misha dan paling ujung ada hakim dan faldli kita disana jaraknya agak berjauhan karena aturan dari pendampig jangan keliatan sama camp yang lain tapi tetep bisa ngobrol, setelah ketemu tempat camp yang cocok saya langsung bangun camp yang cepat, setelah jadi saya langsung mencari kayu dan menyalakan api, saat api sudah hampir gede saya mendengar “kuluk kuluk” untuk makan malem dan evaluasi dan briefing saya dan rekan rekan bergegas ke camp pendamping yang berada diatas tepatnya dipuncak lungkawing. Setelah beres saya bergegas mencuri kayu didekat camp pendamping dan membawanya ke camp saya dan ternyata setelah sampai api sudah mati dan saya kembali menyalakannya. Saya memanggil hakim untuk bersantai di camp saya untuk berbincang dan ngerokok bareng.tiba saatnya waktu tidur, jujur agak ngeri untuk ngecamp sendiri saya membayangi saat mahasiswa itb yang hilang dipuntang. Saya merasakan keheningan malam cuman ada suara hewan dan alam, saya sempat mendengar seperti suara babi saya tidur dengan golok disamping kanan saya,btw api yang nyala cuman camp saya AHAHAY,setelah itu kita semua tidur


DAY 2 (Jumat, 29 Mei 2026)
kita bangun jam 04:00 kita prepare barang barang dan yang cewe cewe bareng bang agung masak. saya,hakim dan fadli prepare tempat camp, saat saya masih prepare hakim udah beres dan nyamperin saya ternyata dia hidungnya mampet dan suaranya seperti babi, saya pasti dengar malem malem suara babi itu pasti dia karena hidungnya yang mampet, perasaan saya jadi lega karena bukan babi beneran. Setelah sarapan kita kumpul buat pematerian GPS, setelah itu kita cleaning area dan melanjutkan perjalanan menuju titik ishoma 2. Sekarang navigator fadli, dengan penebas hakim dan bang agung, setelah 30 menitan hakim diganti saya lagi Sebelum menuju titik ishoma kita turun buat ambil air, jujur jalurnya curam banget. Setelah berhasil mengambil air, kita istirahat sejenak sambil makan jelly coklat, kebetulan saat itu koordinator hariannya saya dan saya bilang pengen evaluasi karena pengen ngerokoko misha langsung ngelarang saya karena dia anti asap rokok dan saya bilang terserah koor dong dan semuanya tertawa sepanjang perjalanan kita banyak bercanda juga dan akhirnya yap evaluasi tetap sama seperti rop. Kita melanjutkan perjalanan menuju titik ishoma 2. Disitu cuaca sedikit berkabut, rasanya mulai dingin. Karena sekarang udah jam 11.40an saya memutuskan untuk ishoma dulu, ditengah dinginnya cuaca kita masak indomie kuah pake daging sapi dan rawit ijo yang bikin perpaduan rasa yang hangat ditambah segarnya rawit berpadu dengan lezatnya daging sapi qurban (kayanya ini indomie ter elit yang pernah saya makan dihutan). Setelah itu kita sholat dan melanjutkan perjalanan.
Ketika sedang asik jalan sambil melihat lihat vegetasi, tiba tiba ada suara “rawrrr…” terdengar raungan dari arah kiri bawah, hal itu membuat langkah saya,bang agung dan misha berhenti, karena saya posisi paling depan saya berhenti dan menanyakan ke bang agung dan misha yang dibelakang saya “denger ga kaya suara raungan?”, misha langsung menjawab”iya denger gede banget suaranya”, bang Agung pun ikut ngomong “eh kalian denger juga?, kirain gua doang yang denger” setelah mendengar suara itu dan bukan hanya saya yang mendengarnya kita melanjutkan perjalanan dengan sangat waspada dan saya nyuruh bang agung untuk jalan paling depan untuk menjadi tumbal. Akhirnya kita sampai di titik camp 2. Saya sebagai pj camp langsung membagi tugas untuk mencari bahan bahan yang diperlukan dan menentukan lokasi camp.

BHAPPPPP, ternyata setelah rangka itu jadi bukan bivak alam, tapi BIVAK ALAM!, tapi karena ada seorang rekan yang sudah dikasih tau jobdesknya tapi dia hanya mencari dan setelah dapat malah duduk duduk santai, padahal kita butuh resource yang banyak karena kita membuat BIVAK ALAM, saya tau dia cape tapi semuanya juga cape walau sudah disuruh beberapa kali tetap hah hoh akhirnya BIVAK ALAM tersebut jadi jam 19:40an. Setelah beres kita lanjut makan yang sudah disiapkan aisyah dan misha. ternyata stop daging kurban yang sudah di potong dadu dan di rebus masih lumayan banyak, kami pun memutuskan untuk membuat sate. BIVAK ALAM dan makan malam pun sudah siap, kami melaksanakan evaluasi, dilanjut makan malam. Setelah makan malam kami membakar sate sekaligus memulai deep crt untuk bonding dengan rekan rekan dan pendamping.

Setelah selesai semua orang kembali kepada camp, pendamping balik ke campnya dan peserta kembali ke BIVAK ALAM dan saya sendiri tidur dicamp api untuk menjaga api tetap menyala agar tidak ada babi atau macan yang mendekat karena kita ngecamp tidak jauh dari tempat kita mendengar suara auman macan. Saat saya mencari kayu untuk stok api saya melihat kunang kunang, pada umumnya kunang kunang bewarna kuning tapi saya melihat warna merah dan ternyata saya nanya ke pendamping kalo merah dan seperti api lilin itu biasanya predator, untung saya gajadi mendekat awalnya saya ingin mencari kayu didaerah sana tapi tidak jadi karena terlalu jauh dan saya malas saat saya mencoba tertidur saya mendengar hakim ngobrol sama aisya dia kasian karena aisya seperti mengigo karena kedinginan, karena saya kasian juga saya mengajaknya untuk tidur dicamp api dan setelah tertidur sebentar saya terbangun kembali karena api sudah mengecil jadi saya kedinginan saya bangun lalu kembali membesarkan api ternyata aisya juga terbangun karena keginginan tidak lama dari itu misha juga terbangun karena kedinginan dan dia menanyakan “masih ada tempat ga di deket api?”, saya menjawab “masih kalo mau kesini aja bawa matras sendiri” akhirnya saya mempunyai dua pasien saya kembali mencari kayu dan menjaga api tidak kerasa waktu sudah jam 02:48an saat saya rebahan sebentar.
DAY 3 (Sabtu, 30 Mei 2026)
“Hei bangun, bangun” bang Ali membangunkan kami pada pukul 03.30 untuk persiapan tidur kalong. Kami langsung membereskan perkap pribadi dan belajar membuat harnest menggunakan webbing. Setelah membuat harnest kita langsung diarahin ke pohon masing masing kita menaiki pohon dan tidur kalong. Tapi lokasi pohonnya tidak begitu berjauhan, sehingga kami bisa saling mengobrol satu sama lain. Selesai tidur kalong kaki kiri saya mati rasa dan paha kaki kanan saya nyangkut dilekukan v pohon saya langsung “kuluk kuluk” utuk memanggil pendamping untuk membantu saya turun.

Selesai tidur kalong kami langsung siap siap packing dan masak, dilanjut sarapan, pematerian dan praktek materi trap. Setelah itu kami bergegas untuk melanjutkan perjalanan menuju titik ishoma 3.

Navigator sekarang hakim dan penebas nya aisya dan misha baru sekitar 20 menit saya langsung mengambil alih golok karena jujur lama banget nebas nya kalo gini terus bisa nambah hari, akhirnya setelah saya ambil alih beberapa saat kemudian bang agung juga kembali ngambil alih golok aisya biar cepet sampe titik finish juga disana saya ngepress waktu secepetnya karena kita gamau nambah hari sama misha ngejanjiin kalo kita sampe titik finis dipuntang mamahnya bisa pesenin nasi liwet semuanya pada semangat dan jadi pengen cepet sampai. Jalurnya terjal dan tanah yang gembur membuat aisya,hakim dan misha terpeleset beberapa kali saya bilang ke aisya dibelakang saya “kalau mau perosotan jangan disini, di waterboom aja”. Karena setiap kali nebas buat jalur saya mendengar suara aisya kepeleset terus. Jalur sebelum ishoma ke 3 curam banget dan itu jalurnya turun saya berada didepan, saya mendengar misha berteriak dan mendegar suara sesuatu yang jatuh saya kira dia jatuh ternyata cariernya sengaja dijatuhkan cariernya kearah kanan dan tumblernya ke arah saya saya menyelamatkan tumblernya tapi ternyata ada banyak batu di jalur itu dan ada batu yang kena tangan saya juga cukup sakit. Setelah kita bersusah payah akhirnya kita berhasil melewati turunan curam itu. saya berada di depan memimpin, saya sampai di sungai dekat puntang tidak lama lagi kita sampe diberg titik finis disitu saya berhenti untuk menunggu rekan rekan saya dan disana kita ishoma hanya makan snack dan jely rasa jambu karena kalo kita masak itu bisa tambah lama dan sebentar lagi sampe titik finis dan kita bakal ngeliwet disana jadi diputuskan untuk makan ringan saja. Setelah beres kita melanjutkan perjalanan mulai banyak pohon pinus dan kopi, wahh pertanda kita udah masuk area gunung Puntang nih, makin cepet aja tuh jalan, dan akhirnya……. Kita sampai di berg titik finish kita ngeliat ada orang lain selain kita, pasti orang orang yang berkunjung di berg heran habis ngapain ya baju pada kotor muka dekil dan badan pada bau, saya juga membawa golok didekat ikat pinggang. Saya menyuruh misha menelpon mamahnya untuk memastikan liwet itu, ternyata gabisa pesen dadakan. Sambil nunggu jemputan angkot kita beli batagor dan es jeruk, rasanya enak dan segar banget. Angkot pun datang dan setelah semua masuk mobil, semua nya terlelap, bangun bangun udah di telkom. Walaupun liwetnya gajadi tapi kita tetep makan makan ditraktir mamahnya misha, makasii banyakk mamah misha. Banyak hal dan pelajaran baru yang bisa diambil dari kegiatan gunung hutan ini. Saya menjadikan gunung hutan ini menjadi tempat saya melatih skill saya dalam berkegiatan alam bebas.


