Perjalanan Wajib Duri Samsara: Bersatu Melawan Perusakan Lingkungan

Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Astacala mengajak masyarakat untuk membangkitkan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan.

Perjalanan Wajib Duri Samsara: Bersatu Melawan Perusakan Lingkungan

astacala.org – Astacala kembali menunjukan keseriusannya dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan yang ada di Sungai Citarum. Setelah dua minggu sebelumnya (06/05/2017) pengadaan lima pasang tempat sampah dan papan himbauan telah selesai dilakukan. Sabtu (20/05/2017) bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Astacala kembali melakukan aksinya di Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Dibantu dengan pihak pengelola dan masyarakat sekitar, Astacala melakukan pemasangan lima pasang tempat sampah dan papan infografis yang bertujuan untuk menunjang kebersihan dan mengedukasi pengunjung di Situ Cisanti.

Kegiatan terasa lebih spesial dengan turut hadirnya rekan-rekan dari Institut Gunung Wayang (IGW), Wanapasa, siswa-siswi SD Negeri 01 dan 02 Tarumajaya, LMDH, serta pengelola kawasan wisata Situ Cisanti.

Acara dibuka dengan sambutan oleh ketua Pelaksana, Verli Harlina. Pada sambutannya Verli mengajak peserta yang hadir untuk memaknai Hari Kebangkitan Nasional ini dengan membangkitkan kesadaran kita untuk menjaga dan menyelamatkan lingkungan.

“Jika pada 20 Mei 1908 dulu kebangkitan Indonesia dilatarbelakangi kesadaran untuk bersatu dan berjuang melawan penjajahan, maka hari ini kita harus memaknai Hari Kebangkitan Nasional untuk bersatu melawan perusakan lingkungan!” tegas Verli.

Kemudian, setelah sepatah dua patah kata sambutan diberikan oleh tamu undangan, kegiatan selanjutnya dilanjukan dengan peresmian pengadaan fasilitas di Situ Cisanti secara simbolis oleh Bapak Hamid selaku pengelola wisata Situ Cisanti.

Verli Harlina menyerahkan peta hasil pengolahan Geograhpic Information System kepada pengelola Cisanti (dok. Astacala)

Selain itu, Astacala juga memberikan hasil pengolahan peta menggunakan Geographic Information System (GIS) yang menujukan kondisi terbaru mengenai kondisi lahan di sekitar Situ Cisanti. Pembuatan peta mengenai perubahan alih fungsi lahan ini ditujukan untuk memberikan rambu-rambu kepada seluruh elemen masyarakat untuk lebih sadar dalam menjaga kawasan Situ Cisanti.

Setelah acara sambutan dan serah terima secara simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan operasi bersih di sekitar Cisanti. Melalui operasi bersih Astacala ingin menanamkan nilai-nilai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan bersama-sama dimulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, khususnya juga dalam membedakan sampah organik maupun anorganik.

Panitia mengajarkan pengoperasioan camera kepada siswa-siswi SDN Tarumajaya (dok. Astacala)

Pada kesempatan yang sama, Astacala juga mengajarkan pengoperasian kamera digital kepada siswa-siswi SDN Tarumajaya agar dapat mengambil foto di sekitar lingkungannya berdasarkan perspektif mereka.

Baca juga:   Reinkarnasi Kami, Duri Samsara - Pendidikan Dasar Astacala XXIV

“Kami ingin mempraktikkan metode photovoice untuk memperkaya data yang akan kami jadikan acuan untuk kegiatan kedepannya di Citarum,” jelas Verli.

Siswa-siswi yang terlibat mengaku senang dengan kegiatan yang diadakan Astacala. “Iya seneng a’, bisa bermain sekalian belajar, seneng juga bisa foto-foto,” tutur salah satu murid SDN Tarumajaya 01.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dan dukungan dari komunitas lokal. Bahkan beberapa dari mereka menyatakan siap membantu Astacala mengatasi permasalahan Citarum.

“Saya senang sekali ada orang dari luar yang peduli dengan Citarum, saya siap bantu jika Astacala mau ngadain kegiatan lagi,” ujar Bapak Uus, Direktur Institute Gunung Wayang.

 

Tulisan: Rona Alviana Mursyid (AM-009-Duri Samsara)