Harapan dari Dusun Tangsi Jaya


Bagi sebagian besar anggota Astacala, kawasan selatan Bandung bisa dibilang sudah tidak asing lagi. Salah satunya adalah kawasan di sekitar Kecamatan Gunung Halu dan Ciwidey. Ada ratusan dusun-dusun terpencil yang tersebar di kaki-kaki gunung di tepian hutan atau di tengah-tengah perkebunan penduduk. Dan tentu saja beberapa dari dusun-dusun tersebut satu dua tiga kali pernah menjadi tempat perlintasan atau pun tempat menginap barang semalam atau dua malam ketika sebuah kegiatan dilakukan.

Salah Satu Pemandangan Alam di Dusun Tangsi Jaya

Tangsi atau juga disebut Tangsi Jaya, adalah salah satu kampung atau dusun yang pernah disinggahi oleh Astacala. Terakhir tercatat pada bulan Januari 2012 kemarin, rombongan Pendidikan Dasar Astacala 20 menjadikan dusun kecil tersebut sebagai tempat bermalam saat mempraktikkan long march atau perjalanan panjang. Sampai kemudian sebuah acara perkenalan komputer untuk murid-murid sekolah dasar yang disebut IT Day dilaksanakan pada hari Sabtu 10 Maret 2012 beberapa hari lalu di dusun ini.

Secara administratif Dusun Tangsi terletak di Desa Gunung Halu, Kecamatan Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat. Dusun yang hanya terdiri tak lebih dari 100 KK dengan rumah-rumah yang tersebar terletak di kaki Pegunungan Kendeng, pegunungan dengan hutan menghijau yang masih lebat dan alami. Sungai utama Cidadap mengalir sepanjang musim. Alirannya tak jauh dari tepian jalan pedesaan ketika kita menuju dusun ini dari Kota Kecamatan terakhir di Gunung Halu. Sawah dan ladang yang menghijau terlihat begitu subur di tepian-tepian hutan. Sementara kabut putih bergerak beriringan di celah-celah perbukitan menambah dramatis keindahan alam ketika rombongan Astacala mengunjunginya kembali.

Sebuah sekolah dasar berdiri di dusun ini, tepat di seberang jalan di sudut sebuah lapangan bola dan belasan meter di samping Sungai Cidadap. Namanya Sekolah Dasar Negeri Tangsi Jaya (SD N Tangsi Jaya). Sekolah inilah tempat bermalam rombongan Pendidikan Dasar Astacala 20 beberapa bulan lalu. Bangunannya hanya satu memanjang dengan tiga ruang kelas yang dipakai dari kelas 1 sampai kelas 6, serta satu ruang guru yang ukurannya lebih kecil. Kondisi bangunannya bisa dibilang cukup baik karena baru diperbaiki akibat kerusakan yang disebabkan oleh gempa beberapa tahun lalu. Selain berfungsi sebagai sekolah dasar, bangunan sekolah ini juga berfungsi sebagai tempat bersekolah sebuah sekolah tingkat lanjut yang bersifat terbuka. Nama sekolah tingkat lanjut itu adalah SMP Negeri 2 Terbuka Gunung Halu. Murid-murid SD menggunakannya dari pagi hingga siang, sedangkan murid-murid SMP menggunakannya dari siang hingga sore.

Baca juga:   Information Technology Day (IT Day) : Secuil Pengabdian untuk Masyarakat
Sekolah Dasar Negeri Tangsi Jaya

Jumlah seluruh siswa SD N Tangsi Jaya yang tercatat pada tahun ajaran 2011-2012 ini adalah 143 orang, terdiri dari kelas 1 sampai kelas 6. Sedangkan jumlah siswa SMP N 2 Terbuka Gunung Halu adalah 37 orang siswa, yang mana seluruh siswa SMP tersebut hanya kelas 1 saja, ini dikarenakan SMP N 2 Terbuka Gunung Halu ini baru dibuka pada tahun lalu untuk mengurangi jumlah angka putus sekolah. Ai Sariyah (46), yang menjabat wakil kepala sekolah mengatakan bahwa beberapa murid dari SMP terbuka ini adalah murid yang mengalami drop out dari SMP tempat mereka bersekolah sebelumnya. Dari jumlah tenaga pengajar, guru yang mengajar murid-murid SD adalah berjumlah 10 orang. Kemudian 4 orang dari 10 orang tersebut juga mengajar untuk murid-murid SMP.

Berdasarkan laporan dari National Geographic pada tahun 2008, layanan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebenarnya sudah cukup lama menyapa warga di Desa Gunung Halu. Sayangnya tidak semua dusun dapat terlayani, terutama yang ketinggiannya di atas 1.100 meter di atas permukaan laut dengan topografi berbukit-bukit dan tipologi desa sekitar hutan seperti Dusun Tangsi ini. Hanya lampu tempel minyak tanah dan aliran listrik dari kincir air tradisional yang menerangi dusun. Tetapi setelah tahun 2007 lalu, sebuah pembangkit listrik mikro hidro dengan daya 18 kilowatt  mulai beroperasi menggantikan penerangan tradisonal. Pembangkit listrik hidrologi itu dibangun pemerintah Provinsi Jawa Barat dan dikelola oleh masyarakat setempat. Aliran air Sungai Cidadap yang mengalir sepanjang musim sangat mendukung operasional pembangkit listrik mikro hidro tersebut. Kemudian baru mulai tahun 2010 listrik PLN sudah bisa  melayani Dusun Tangsi. Rata-rata listrik per KK adalah 450 watt.

Walaupun listrik yang dihasilkan cukup besar, tetapi itu ternyata tidak cukup besar untuk melayani peralatan elektronik seperti untuk menghidupkan beberapa buah komputer. Ini terbukti ketika sebuah acara IT Day oleh Astacala dilaksanakan di SD N Tangsi Jaya. Satu buah infocus dan beberapa buah laptop tidak dapat terlayani energi listrik dalam waktu bersamaan. Hanya satu infocus yang bisa menyala dari aliran listrik di sekolah tersebut. Sementara komputer atau laptop yang dibawa untuk acara IT Day hanya bergantung pada cadangan energi baterainya yang tersisa. Berdasarkan informasi dari Ibu Ai Sariyah, pemerintah dari dinas pendidikan setempat telah lama menjanjikan bantuan seperangkat komputer untuk sekolah-sekolah di Gunung Halu, tetapi sampai sekarang bantuan tersebut belum kunjung tiba. Kalau pun jadi, pasokan energi listrik untuk sekolah ini tentu perlu diperlakukan dengan khusus.

Baca juga:   Information Technology Day (IT Day) : Secuil Pengabdian untuk Masyarakat

Harapan untuk belajar bagi murid-murid sekolah di Dusun Tangsi tentu tidak padam dengan kondisi di atas. Begitu juga harapan untuk hidup yang lebih baik bagi masyarakatnya. Murid-murid SD dan SMP di Tangsi ini begitu gembira dan bersemangat berkenalan dengan komputer. Begitu juga dengan guru-gurunya. Masyarakat telah disosialisaikan akan manfaat keberlanjutan akan energi listrik serta keterkaitannya dengan kelestarian hutan yang menjaga Sungai Cidadap terus mengalir. Dusun Tangsi dengan alamnya yang indah, udara bersih, tanah yang subur, semangat generasi muda yang membara, serta energi listrik yang mulai hadir, maka mereka bisa dikatakan memiliki segalanya untuk menghadapi masa depan yang lebih baik.

Tulisan dan Foto oleh I Komang Gde Subagia

  • Prayogo

    wa… ni lg udah buat tulisan aj,, klo si Bolenk udh mengenai kegiatan serta kronologisnya,, om gejor udh mengenai profil desanya,, sy tentang apanya lagi nih,,, #nyariide

  • Bikin tulisan yang menceritakan dari sisi panitianya aja,nang.
    Kali aja bisa memotivasi biar semangat kuliah,
    atau setidaknya mensyukuri hidup.
    just my idea.
    hehehe..

  • Prayogo

    ok dah,, mudah2an bisa cpt dieksekusi dgn maksimal,,