PULAU UNTUNG JAWA
Pulau Untung Jawa adalah salah satu pulau wisata di kepulauan seribu. Mata pencaharian penduduknya sudah banyak beralih dari nelayan ke bidang pariwisata, cukup make sense untuk air yang ph nya sekitar 13, walau begitu sejak hari pertama aku menginjakkan kaki di pulau itu, tidak ada hari tanpa berenang di laut, tepatnya di pantai bebatuan bagian barat.
Tujuan awal kami adalah untuk menghitung seberapa melimpah bulu babi di pulau tersebut. Penelitian di mulai di hari kedua, fokus di 2 mata angin, timur dan barat, 4 kelompok menjadi 2 kelompok, dan kelompokku mendapat bagian barat. Transek pertama, 2 orang korban tertusuk bulu babi, Alvi dan Bang Agyl. Kelompokku yang tadinya 3 orang jadi cuma berdua, untungnya kelompokku di gabung dengan kelompok 3 yang masih 4 orang anggotanya. Transek-transek selanjutnya kami kerjakan hingga 6 transek, lalu dilanjut besoknya dengan Alvi yang kembali bergabung.
Di pulau itu ada beberapa tempat yang menjadi favoritku. Pertama Toko Bayu Samudra. Toko itu jadi favorit semua orang simply karena ber-AC juga isinya cukup lengkap, walaupun agak jauh dari gedung serba guna tempat kami menginap. Toko tersebut juga terletak depan pantai arsa, dimana pantai itu enak bgt buat tempat nongkrong terutama pas malam. Yang selalu aku beli setiap dateng ke toko itu es real good rasa sweet cheese.
Yang kedua, salah satu masjid di pulau tersebut, aku lupa namanya, cari di gmaps kayak ga ketemu lagi gitu. Aku ga pernah masuk masjidnya… karena selalu kosong(?) tapi toiletnya luas, dan airnya bersih banget, berhubung toilet toilet yang deket gsg gaada lampunya sempit dan gaada kuncinya, sedangkan di musola terdekat ngantri terus, jadi aku selalu mandi di situ selama di pulau itu. Aku nemu tempat itu di hari pertama. Jadi setelah berenang sore aku ga mandi sampai selesai eval dengan keadaan menggigil terus langsung ke daerah pantai arsa buat nyari toilet umum tapi ternyata gaada yang buka, akhirnya aku masuk lagi ke pemukiman, sempat nyasar dikit, terus nemu musola gelap dan pas di cek kamar mandinya ternyata bagus banget, dan aku gatekeep itu sampai hari terakhir aku kasih tau ke kak ruli, kak aura, aisyah, dan dhiyaa, dan kita sebut itu “secret toilet”.
Tempat ketiga, Bagian barat (kecuali gsg). Pantainya disebut pantai setinggi. Pertama kali aku ke pantai ini pas survei sebagai yang belum pernah berenang di ombak kayak gitu, aku kira ombaknya bakal kenceng banget yang aku gabakal bisa lawan, ternyata ombak yang segitu ga seserem itu dan ternyata pantai itu juga cukup dangkal. Selain pantainya, aku juga suka bagian tanah kosong antara musola kecil dan wisma BKSDA. Fun fact, pernah ada masanya pusat wisata di pulau ini itu di bagian barat.
PULAU LANCANG
Pulau Lancang agak berbeda dari pulau Untung. Pulau ini masih pulau penduduk, dan wisatawan biasanya hanya datang untuk memancing. Itu juga menjadi faktor kenapa jumlah bulu babinya juga sangat banyak jauh lebih dari pulau sebelumnya karena pulau ini tidak banyak wisatawan yang harus dijaga kenyamanannya, padahal warga lokal juga butuh dijaga kenyamanannya.
Dengan tujuan yang masih sama dengan tujuan kami ke pulau Untung Jawa, proses penelitian di pulau ini jauh lebih cepat dari yang di pulau sebelumnya. Namun, terdapat kendala di bagian pantai utara dikarenakan ombaknya yang cukup besar dan kedalaman di area plot 4 dan 5. Akhirnya pantai itu diselesaikan di hari selanjutnya dengan anggota yang lebih banyak.
Di pulau ini aku juga ada beberapa spot favorit, ada beberapa di Gusung Klanceng tempat camp tanpa atap kami itu. Spot-spotnya yaitu ayunan bagian barat daya camp, ayunan belakang “ayunan menara” bagian tenggara camp, dan gazebo “gerbang” tempat aku, dhiyaa, dan syifa tidur.
Tempat selanjutnya ada di barat laut pulau ini, tepat di ujung jembatan, simply karena enak aja duduk di pager situ.
Terakhir yang paling jadi favorit aku adalah pantai utara. Pertama karena sepi, kedua pasirnya (walaupun ga sepanjang itu, sisanya karang mati) halus dan lumayan bersih, ketiga karena pemandangannya bener bener bagus bgt apalagi pas sore, terus ke empat aku juga lowkey suka ombaknya, ke lima karena disitu banyak banget cangkang kerang dan siput laut yang udah kosong dan masih bagus. Aku juga selalu nikmatin perjalanan dari Gusung Klanceng ke pantai itu kalau lewat pesisir.

