Dokumentasi Foto dalam Perjalanan


Di masa teknologi yang makin mudah, foto tentu merupakan salah satu hal penting dan wajib ada sebagai dokumentasi dalam sebuah kegiatan perjalanan. Mulai dari gambaran perjalanan kita, pemandangan yang kita lihat, flora dan fauna, maupun orang-orang yang kita jumpai. Sebagai seorang fotografer yang bertugas mendokumentasikan kegiatan perjalanan tersebut, pengetahuan teknis fotografi tentu mutlak sudah harus kita ketahui. Di luar pengetahuan teknis tersebut, ada berbagai hal yang perlu kita lakukan sehingga membuat tugas mendokumentasikan menjadi lebih efektif dan efisien.

Dokumentasi Foto dalam Perjalanan

Berikut beberapa tips yang bisa kita lakukan dalam mendokumentasikan perjalanan atau kegiatan alam terbuka.

     1. Siapkan Kamera Sebelum Berangkat

Sebelum berangkat, pastikan kamera yang akan kita bawa sudah dipahami cara penggunaannya serta dalam keadaan siap dan tidak ada kerusakan. Pastikan pula kapasitas kartu memori yang digunakan pada kamera cukup selama perjalanan dan dalam kondisi free 100%. Bawa baterai cadangan dengan jumlah yang telah diperkirakan sesuai kebutuhan. Lebih baik gunakan baterai isi ulang karena ada kemungkinan kita akan menemukan sumber listrik di posko pendakian atau rumah penduduk yang kita singgahi.

     2. Perkirakan Apa yang Akan Didokumentasikan

Sebelum memulai perjalanan atau kegiatan, selain momen-momen tak terduga tentu ada hal-hal tertentu yang bisa kita perkirakan untuk dipotret. Misalnya dalam perjalanan nanti kita menargetkan memotret gambaran perjalanan kita; memotret tempat-tempat penting yang akan kita lalui seperti gambaran desa terakhir, angkutan umum di sana, kehidupan penduduknya, atau hasil pertaniannya; memotret kegiatan keseharian kita seperti senam pagi, membangun tenda, membuat perapian, atau saat makan bersama; memotret titik-titik ekstrim yang terlihat; memotret tokoh masyarakat; memotret bendera sponsor atau bendera organisasi di puncak gunung; dan lain-lain. Pastikan hal-hal ini kita ingat dan dapatkan gambarnya.

     3. Tentukan Poket atau SLR

Saat ini ada banyak pilihan kamera. Dengan kamera SLR, kita bisa mengambil gambar dengan memanfaatkan berbagai kelebihan kamera jenis ini. Dengan kamera poket yang ukurannya kecil dan ringkas, kita bisa lebih leluasa dalam memotret. Dan saat ini ada banyak kamera poket dengan teknologi mendekati SLR. Jika nantinya gambar-gambar yang ingin kita ambil bisa dipenuhi kebutuhannya dengan menggunakan kamera poket, tentu tak efisien jika membawa kamera SLR. Tetapi jika kita ingin mengambil gambar yang hanya bisa diperoleh dari kamera SLR, tentu kamera SLR ini wajib diperhitungkan dan dibawa. Atau kalau memungkinkan, bawa keduanya dan tentukan fungsinya masing-masing. Untuk penggunaan kamera SLR dalam perjalanan alam terbuka, penulis menyarankan untuk membawa satu lensa dengan range yang lebar atau yang lebih sering disebut sebagai lensa sapu jagat. Dengan lensa sapu jagat ini, fotografer tak perlu sering mengganti lensa. Bawa juga lensa lebar untuk mengambil foto-foto pemandangan di kala senggang atau di kala waktu yang memungkinkan melakukan pergantian lensa.

Baca juga:   Sekilas Cave Photography

     4. Bagi Tugas

Jika ada dua atau lebih fotografer dalam waktu yang bersamaan, usahakan para fotografer ini tidak memakai lensa yang sama. Bagilah tugas antar fotografer dengan mengambil tema yang berbeda dalam perjalanan. Untuk fotografer yang memakai lensa sapu jagat, fokuslah dengan mengambil momen-momen yang lebih membutuhkan detail. Untuk fotografer yang memakai lensa lebar, fokuslah dengan mengambil gambar-gambar dengan perspektif yang lebih luas seperti pemandangan alam atau gambaran momen secara menyeluruh.

     5. Peralatan Penunjang

Bawa peralatan penunjang yang dibutuhkan seperlunya. Dalam perjalanan di alam terbuka yang mebutuhkan segala sesuatunya dengan ringkas, membawa tripod atau kaki tiga yang besar dan berat tentu akan merepotkan. Tripod bisa kita ganti dengan gorilapod yang lebih kecil dan gampang dikemas dalam tas. Walaupun saat penggunaannya tak sempurna seperti tripod pada umumnya, gorilapod cukup membantu dalam mengambil gambar-gambar dengan shutter speed yang rendah di lapangan. Bawa juga pembersih lensa seperti tissue dan lens pen yang penempatannya dalam tas mudah diambil. Pada waktu malam, kenakan atau kalungkan selalu head lamp untuk bisa lebih jelas melakukan seting kamera. Untuk filter, cukup gunakan filter ultra violet yang telah terpasang pada lensa. Membawa banyak filter dengan ring atau holder tambahan dalam perjalanan alam terbuka biasanya cukup merepotkan.

     6. Tas Kecil Tersendiri

Bawalah tas kecil khusus untuk menempatkan kamera beserta peralatan pendukungnya itu. Biasanya tas-tas kamera seperti ini bisa dicangklongkan di depan tubuh sewaktu punggung kita membawa tas carrier yang lebih besar. Kondisikan tempat kamera pada tas kecil tersebut mudah sehingga pengambilan kamera bisa cepat sewaktu dibutuhkan.

     7. Siapkan Dry Bag

Dry bag atau kantong kedap air mutlak diperlukan dalam perjalanan alam terbuka. Dalam kondisi hujan atau basah, kamera yang merupakan alat elektronik akan terlindungi. Pilih dry bag berbentuk tas atau ketika digunakan bisa dikalungkan. Bawa dry bag dengan ukuran yang cukup sehingga bisa menampung tas kecil penyimpan kamera serta menyisakan ruang sisa. Ruang sisa ini bisa digunakan untuk menyimpan kamera sementara di luar tas dalam dry bag sehingga memudahkan mengeluarkan kamera sewaktu ia dibutuhkan saat hujan.

Baca juga:   Memotret Bawah Laut

     8. Kalungkan Kamera Selama Perjalanan

Kalungkan selalu kamera di leher selama perjalanan karena momen bisa terjadi kapan saja. Memang ini cukup mengganggu karena tangan kita mau tak mau akan sering memegang kamera, apalagi jika jalur perjalanan yang kita lalui terjal mendaki dan membutuhkan bantuan pegangan tangan. Untuk kondisi ini, silahkan disesuaikan dengan kondisi keamanan.

     9. Posisikan Selalu dalam Mode Otomatis

Saat kamera dikalungkan, posisikan kamera dalam mode otomatis karena momen datang tiba-tiba dan kita bisa segera mengambil gambar. Jika memerlukan penggunaan seting manual, kembalikan lagi ke mode otomatis setelah selesai menggunakan seting manual.

     10. Periksa Lensa

Di alam terbuka, ada kalanya lensa sering berembun dan kotor. Di kala istirahat atau waktu yang memungkinkan, jangan malas untuk membersihkannya. Jaga juga alat pembersih kamera itu dalam kondisi bersih. Tentu sangat tak layak jika alat pembersih itu sendiri yang kotor.

     11. Ambil Gambar dengan Tenang

Jangan asal memotret. Berpikirlah beberapa detik sebelum menekan shutter release : tentukan frame gambar, tentukan apa-apa saja yang akan dimasukkan sebagai komposisi dan apa-apa saja yang tidak diperlukan masuk ke dalam gambar. Jangan langsung mengubah posisi kamera sesaat setelah menekan shutter release karena kamera memerlukan waktu sampai gambar benar-benar terekam dengan baik. Perhatikan pula jika kondisi cahaya minim yang menyebabkan shutter speed lambat, terburu-buru dan tidak tenang malah membuat gambar yang dihasilkan menjadi kabur karena goyangan kamera.

     12. Ambil Gambar dari Beberapa Sudut

Jangan memotret objek beberapa kali dari sudut yang sama. Jika poin Nomor 11 sebelumnya (Ambil Gambar dengan Tenang) dilakukan dengan baik, satu objek dengan satu arah sudut pandang cukup diambil satu kali saja. Lebih baik ambil objek yang sudah dipotret tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Misalnya jika sebuah objek telah dipotret dari depan, foto berikutnya poretlah ia dari atas, bawah, atau samping. Percuma mendapatkan banyak foto tetapi semua foto itu sama saja dan tak berbeda, malah boros memori.

Baca juga:   Memotret Bawah Laut

     13. Kuat dan Sabar

Menjadi fotografer dalam kegiatan alam terbuka membutuhkan stamina yang prima. Kita harus kuat dan sabar. Kondisi harus selalu fit karena kita harus rela menunda istirahat karena mendokumentasikan tim perjalanan yang sedang istirahat. Kita juga harus rela ketinggalan waktu makan dan bahkan kehilangan menu yang enak karena memotret momen teman-teman kita yang memulai makan bersama. Jangan pernah malas, karena setiap saat baik pagi siang malam akan selalu ada momen-momen yang sayang untuk dilewatkan.

Demikian sedikit tips dalam mendokumentasikan perjalanan melalui kamera. Dengan melakukan langkah-langkah di atas dengan baik, niscaya dokumentasi perjalanan kita akan lengkap dan berkualitas. Perjalanan atau kegiatan kita pun akan tergambar secara menyeluruh. []

Oleh I Komang Gde Subagia