Pembukaan Pendidikan Dasar Astacala XXII


Sejarah, dapat diartikan sebagai sebuah peristiwa yang terjadi pada generasi terdahulu yang dapat dipahami oleh generasi penerus sebagai cermin dan pembelajaran untuk kemajuan suatu lingkup yang terkait dengan peristiwa lampau tersebut. Berbicara tentang sejarah, saya jadi teringat sebuah kalimat indah yang berbunyi “Kami bukanlah pendiri candi, kami hanya pengangkat batu. Semoga generasi yang lebih baik lahir di atas kuburan kami”. Sebuah paduan menarik dari kata-kata yang mengajak generasi saat ini meresapi perjuangan generasi sebelumnya dan berbuat lebih untuk kedepannya.

Penyematan Slayer pada Siswa PDA XXII
Pembacaan Ikrar Astacala dan Kode Etik Pecinta Alam

Dalam sebuah lingkup organisasi, regenerasi merupakan sebuah hal yang mutlak diperlukan untuk melanjutkan nafas organisasi tersebut sehingga dapat membuat sejarah-sejarah baru yang bernilai lebih dari sejarah-sejarah yang dicetak sebelumnya. Oleh karena itu, Astacala sebagai sebuah organisasi yang bergerak dibidang kepencintaalaman mengadakan sebuah proses regenarasi yang dikenal sebagai Pendidikan Dasar Astacala. Dan pada tanggal 23 November 2013 lalu telah berlangsung upacara pembukaan Pendidikan Dasar Astacala XXII yang diadakan di teras wall climbing Astacala, di samping Dedung Student Center, Kampus Telkom Engineering School, Universitas Telkom, Bandung.

Upacara pembukaan pendidikan dasar Astacala merupakan titik start rangkaian Pendidikan Dasar Astacala XXII di mana pada rangkaian pendidikan tersebut para calon anggota yang disebut siswa akan ditempa baik fisik maupun mental, diberi pengetahuan dasar tentang kepencintaalaman, disamakan persepsi mereka dengan Astacala, dan diberi point-point mengenai lingkungan hidup.

Laporan Pemimpin Upacara
Sesi Kesiswaan

Dalam acara pembukaan tersebut, 25 siswa yang hadir (dari 35 siswa yang terdaftar) diberikan slayer berwarna oranye sebagai identitas mereka sebagai siswa pendidikan dasar astacala. Di antara gelap malam dan hangat api unggun pada upacara tersebut dibacakan ikrar Astacala serta kode etik pecinta alam yang menjadi sebuah gambaran tentang lingkungan seperti apa yang akan mereka masuki. Seusai upacara pembukaan, acara dilanjutkan dengan materi kelas keorganisasian yang menjabarkan tentang segala hal yang berkaitan dengan keorganisasian Astacala dan dilanjutkan dengan materi perencanaan perjalanan.

“Kami hanya mengantarkan, alam yang mendidik”, ujar Afriyanto Yanuarista (A-084-LP) selaku pemimpin upacara.

Baca juga:   Penanaman Pohon di Upacara Penutupan Pendidikan Dasar Astacala Tel-U.
Pemberian Materi Kelas kepada Siswa PDA XXII

Alam memang guru yang hebat. Kita dapat mengambil pelajaran tentang kedisiplinan, persaudaraan, kekuatan mental, dan masih banyak lagi pelajaran yang dapat kita ambil. Semoga Pendidikan Dasar Astacala XXII ini dapat menghasilkan para pecinta alam yang tidak hanya memiliki keterampilan berkegiatan dialam terbuka, namun juga menjadi sahabat alam yang menjaga kelestarian lingkungan serta menjadi pengukir-pengukir sejarah yang dapat dibanggakan bagi organisasi, bangsa, dan negara. Astacala!!! Astacala!!! Astacala!!!

Tulisan oleh Eko Wahyudi
Foto dari Dokumentasi Astacala