Undangan Syukuran 23 tahun Astacala
Tak peduli sebanyak apa letihku tergenang Bila engkau disisiku, cerita ini kan tetap terkenang Meski berkali diri terjatuh tersungkur untuk bertemu Percayalah, langkah kaki ini akan selalu untukmu Adakalanya peluh ini memanglah terbagi Tetapi saat kau memanggilku, takkan sanggup ku jauh pergi Walau aku takkan mampu bersanding Selama bersama, genggam ini pasti tiada banding
Astacala… Tanpamu berkalang tanah berhalang kabut Hingga akhirnya menjadi yang selamanya tersebut Di kala jingga merambahi langit yang tak lagi biru Menanti sang gunung yang kokoh tak lagi berseru Membiarkan sang mentari bersembunyi dan tersipu malu Di ufuk barat tempat untuk berbaring berlalu Dalam pejaman mata yang tak lagi kenal dunia Bersama udara yang tak lagi mengudara
Tulisan oleh Lathifa Rizqy A. (AM – 005 – CA)
Gambar M. Nuruzzamanirridha (A – 119 – AF)




