Rajut hujan pengantar langkah Kepala-kepala yang tertunduk sayup Tak ada pagi Tak ada mentari
Jangan terlalu lama tertunduk Tuan Tantanglah angin yang menyerbumu Sambutlah pasukan kabut yang mengepungmu Karena merah telah terkait di lehermu
Lantanglah Tuan Lantanglah bagai teriakan apimu Rasakanlah kokoh gunung di baratmu Rasakanlah hingga matahari tenggelam
Kita kini satu Tuan Kita menyatu bersama rerumputan hijau Kita bersatu dengan dedaunan dan batu Kau adalah aku
Hiruplah udara pagi ini Simpan dalam memori sel-sel tubuhmu Hingga ketika malam memeluk Kau masih aku
Oleh Eko Wahyudi




