Lebih Jauh Tentang Lingkungan

Opini, liputan, laporan kegiatan lingkungan.
Post Reply
Jimbo
astacala.org addict
Posts: 555
Joined: Sun Sep 25, 2005 9:25 am
Location: Ciledug-TGR
Contact:

Lebih Jauh Tentang Lingkungan

Post by Jimbo »

Selamat malam Astacala...!

Mumpung masih ingat dan masih hangat. Seperti kita ketahui bersama, beberapa hari yang lalu, bertepatan dengan kedatangan para alumni dalam acara Reuni Akbar 2012 telah diadakan penanaman pohon di sekitar Danau Kampus (sudah ada namanya belum, kl belum buruan kasih naman Danau Astacala :D... ). Saya mohon maaf karena kemarin tidak bisa gabung, soalnya bawa anak istri dan jam segitu kemarin sudah di tempat nginap.

Oke... ada beberapa hal yang ingin saya tanya soal penanaman ini.

1. Apa program lanjutan setelah penanaman ini?

Tidak hanya sampai disini bukan? Dalam benak saya, walaupun ini bekerja sama dengan kampus, Astacala harus menjadi pihak yang paling aktif dan bertanggung jawab untuk memastikan tanaman yang sudah ditanam kemarin bisa tumbuh. Misal, divisi Lingkungan mengagendakan secara khusus untuk pemeliharaan tanaman di sekitar Danau Astacala ini.

Barangkali untuk hal itu perlu dipersiapan akses air untuk penyiraman, baik manual mapun secara otomatis seperti di taman-taman kota. Masih dalam benak saya, minimal satu minggu sekali untuk melihat kondisi tanaman, menyirami jika tanaman kekeringan, memberikan pupuk seperlunya untuk memastikan asupan gizi bagi tanaman.

2. Soal kolam, apakah Astacal diijinkan untuk mengelola kolam ini?

Selain sebagai tempat untuk belajar naik perahu, saya pikir enak juga kalau dijadikan tempat budidaya ikan langka, namun dengan syarat tidak boleh dipancing.

Selain itu, mumpung kolamnya masih bersih, segera buat papan tulisan berupa larangan keras membuang barang dalam bentuk apa pun ke dalam kolam. Astacala bisa bekerja sama dengan teman-teman satpam dalam hal ini.

3. Beberapa tahun yang lalu, saya masih sempat berpapasan dengan burung-burung tekukur dan titiran di dekat gedung C, juga masih terdengar suara burung kutilang. Namun kemarin saya sudah tidak mendengar dan melihatnya lagi. Apakah kita masih ada program untuk perlindungan burung di kampus? Seperti membuat pengumuman larangan menembak burung dsb.

Mungkin itu saja dulu

Mohon tanggapan

salam

Jimbo
User avatar
Widi
astacala.org freak
Posts: 313
Joined: Sun Feb 15, 2009 11:27 pm
Location: Tangerang

Re: Lebih Jauh Tentang Lingkungan

Post by Widi »

Jimbo wrote:Selamat malam Astacala...!

Mumpung masih ingat dan masih hangat. Seperti kita ketahui bersama, beberapa hari yang lalu, bertepatan dengan kedatangan para alumni dalam acara Reuni Akbar 2012 telah diadakan penanaman pohon di sekitar Danau Kampus (sudah ada namanya belum, kl belum buruan kasih naman Danau Astacala :D... ). Saya mohon maaf karena kemarin tidak bisa gabung, soalnya bawa anak istri dan jam segitu kemarin sudah di tempat nginap.

Oke... ada beberapa hal yang ingin saya tanya soal penanaman ini.

1. Apa program lanjutan setelah penanaman ini?

Tidak hanya sampai disini bukan? Dalam benak saya, walaupun ini bekerja sama dengan kampus, Astacala harus menjadi pihak yang paling aktif dan bertanggung jawab untuk memastikan tanaman yang sudah ditanam kemarin bisa tumbuh. Misal, divisi Lingkungan mengagendakan secara khusus untuk pemeliharaan tanaman di sekitar Danau Astacala ini.

Barangkali untuk hal itu perlu dipersiapan akses air untuk penyiraman, baik manual mapun secara otomatis seperti di taman-taman kota. Masih dalam benak saya, minimal satu minggu sekali untuk melihat kondisi tanaman, menyirami jika tanaman kekeringan, memberikan pupuk seperlunya untuk memastikan asupan gizi bagi tanaman.

2. Soal kolam, apakah Astacal diijinkan untuk mengelola kolam ini?

Selain sebagai tempat untuk belajar naik perahu, saya pikir enak juga kalau dijadikan tempat budidaya ikan langka, namun dengan syarat tidak boleh dipancing.

Selain itu, mumpung kolamnya masih bersih, segera buat papan tulisan berupa larangan keras membuang barang dalam bentuk apa pun ke dalam kolam. Astacala bisa bekerja sama dengan teman-teman satpam dalam hal ini.

3. Beberapa tahun yang lalu, saya masih sempat berpapasan dengan burung-burung tekukur dan titiran di dekat gedung C, juga masih terdengar suara burung kutilang. Namun kemarin saya sudah tidak mendengar dan melihatnya lagi. Apakah kita masih ada program untuk perlindungan burung di kampus? Seperti membuat pengumuman larangan menembak burung dsb.

Mungkin itu saja dulu

Mohon tanggapan

salam

Jimbo
selamat malam om jimbo, sory nih baru sempet nanggapin soalnya baru saja pulang dari diklan navdar-nya LH.hehe..
saya coba menjawab pertanyaan dari om jimbo sesuai yang ada dalam rencana saya selama ini:
1. kalau pemeliharaan itu pasti om, cuma agenda pastinya tiap hari/minggunya tidak ada. rencana pemeliharaannya sepeti yang sudah dilaksanakan dari awal kepengurusan, setiap pohon yang ditanam di sekitar lingkungan kampus memang selalu dipantau dan dicheck kondisinya oleh divisi lingkungan hidup.

oh okey om, terima kasih buat saran2nya yang sangat membantu tersebut.

2. kalau untuk budidaya ikan sebenarnya ini sudah dilakukan sama bagian rumah tangga IT Telkom, cuma ikannya kayaknya bukan yang langka(lupa nama ikannya apa).oya, kemarin justru ada sedikit masalah disini. kemarin pas danau baru dikasih ikan sama bagian rumah tangga, setelah kita maen2 perahu di danau tersebut ada beberapa ikan yang mati. jadi sementara kemarin astacala jangan bermain2 perahu dulu di danau. saya juga belum tahu apa sebab pastinya beberapa ikan tersebut ada yang mati.

sebenarnya sih sudah kotor, cuma kadang2 pas maen perahu kita sambil bersihin juga, terus kemarin sebelum penanaman juga dibersihin dulu. kalau untuk papan kayaknya sudah ada yang dari kampus itu om(lupa juga sih yang larangan buang sampah atau berenang, atau kedua2nya juga).nanti akan kita check lagi lah.

3. program pelindungan burung ya memang yang baru dilaksanakan adalah membuat papan larangan menembak/menangkap. kemarin kita buat 3 buah papan di hutan sebelah gedung K. disitu sekarang jadi habitat sarang sejenis burung sawah(kayaknya namanya blekok).
oya, kemarin2 bagian rumah tangga ngobrol ke saya juga ingin suasana kampus ini terdengar banyak kicauan burung. cuma mereka pengetahuan masih minim. mungkin bisa di share gimana caranya agar burung2 ini tertarik menjadikan kampus ini sebagai habitatnya?(misal pohon apa yang bisa membuat burung2 tertarik atau apalah yang bisa membuat kampus kita ini jadi banyak kicauan burungnya)

terima kasih...
"Mystery of Society"

ASTACALA!!!
A-081-LP
Jimbo
astacala.org addict
Posts: 555
Joined: Sun Sep 25, 2005 9:25 am
Location: Ciledug-TGR
Contact:

Re: Lebih Jauh Tentang Lingkungan

Post by Jimbo »

Terima kasih pari untuk tanggapannya.
Widi wrote:1. kalau pemeliharaan itu pasti om, cuma agenda pastinya tiap hari/minggunya tidak ada. rencana pemeliharaannya sepeti yang sudah dilaksanakan dari awal kepengurusan, setiap pohon yang ditanam di sekitar lingkungan kampus memang selalu dipantau dan dicheck kondisinya oleh divisi lingkungan hidup.
khusus untuk tanaman yang baru ditanam pas acara reuni kemarin, usul saya ada pemeliharaan ekstra, dengan membuat jadwal dan penanggung jawab yang jelas. Tentunya juga menjadi program resmi dan pantas menjadi diutamakan oleh Astacala. Kemarin kita sempat berbincang-bincang soal lahan yang masih mungkin untuk digarap oleh Astacala. Lokasi danau mungkin adalah salah satu lahan potensial.

Ada yang belum terjawab soal pemeliharaan ini, apakah di sana sudah ada akses air untuk memudahkan penyiraman? Syukur2 sih memang kalau terbantu dengan cuaca, namun kita tidak bisa mengandalkan itu. Kalau belum, segera bikin saluran air untuk penyiraman, sebab semakin susah akses air untuk penyiraman, biasanya akan berbanding lurus dengan kematian tanaman.

Untuk soal kolam, rasanya kalau ikan mati karena kegiatan astacala mungkin bukan. Matinya ikan bisa disebabkan oleh kurangnya makanan di kolam tersebut, atau kondisi air yang tidak cocok dengan jenis ikan tertentu. Untuk mensiasati ini bisa dengan menggunakan bibit ikan yang tahan banting, yakni jenis ikan yang gampang berkembang biak, tidak mudah mati dengan kondisi air yang mungkin kurang baik. Ada beberapa jenis ikan yang bisa seperti mujahir atau kalau mau lebih beragam bisa ikan nila. Kalau ikan mas memang rada-rada sulit kalau tidak serius menanganinya. Kalau ketemu ikan betok atau ikan sepat, untuk kondisi persawahan di dayeuh kolot sepertinya masih cocok. Kematian ikan juga mungkin karena kolam terlalu panas (hangat), jadi memang pohon pelindung dibutuhkan cepat untuk kondisi ini.

Berkaca pada kolam STT yang dulu, penghambat utama perkembangan kolam adalah kondisi kolam yang tidak bersih. Hal ini mungkin disebabkan karena aksesnya yang terlalu terbuka.

Saya sungguh khawatir jika akes ke kolam ini akan terbuka untuk umum, habitat di kolam akan sangat terganggu.
Widi wrote:oya, kemarin2 bagian rumah tangga ngobrol ke saya juga ingin suasana kampus ini terdengar banyak kicauan burung. cuma mereka pengetahuan masih minim. mungkin bisa di share gimana caranya agar burung2 ini tertarik menjadikan kampus ini sebagai habitatnya?(misal pohon apa yang bisa membuat burung2 tertarik atau apalah yang bisa membuat kampus kita ini jadi banyak kicauan burungnya)
bagus juga kalau bagian rumah tangga kampus sudah berpikiran seperti itu. Untuk pengembangan habitat burung, saya pribadi terus terang belum ada pengalaman. Coba nanti kita sempatkan, melakukan pembandingan khusus ke kampus2 yang memiki habitat burung bagus, misal UI, IPB atau ITB.

Dari yang saya baca-baca, point pentingnya adalah pemilihan bibit burung dan tanaman yang tepat untuk dikembangkan. Kalau saya perhatikan memang di kampus sangat minim pohon yang tinggi, mungkin memang karena umurnya belum seberapa. Coba kita lihat di kampus ITB, rata-rata pohon mahoni mereka memang sudah puluhan tahun. Berkaca dari itu, memang sedari awal saya kurang sepakat kalau di sekitar kampus ditanam pohon sejenis jati produksi. Kalau saya lihat, pohon ini tidak memungkinkan untuk terlalu rindang. Daunnya gugur kalau pada musim kemarau dan cabangnya minim sehingga jarang ada burung yang mau bersangkar di pohon jati. Ke depannya, menurut saya lebih baik menggunakan pohon mahoni sebagai pohon utama untuk membuat habitat burung.

Burung yang pas untuk kampus saya pikir adalah kutilang kepala hitam atau jenis burung tekukur atau titiran (mirip seperti merpati, tapi lebih kecil).

Kalau tidak bisa mengundang mereka datang, bisa juga dengan membuat sangkar buatan atau dengan menebar bibit (beli di pasar terus dilepas di kampus).

itu dulu.

NB: Mas Bedjat ke mana ya?
tumingkelll
nyubie
Posts: 48
Joined: Sat Jun 20, 2009 4:48 pm

Re: Lebih Jauh Tentang Lingkungan

Post by tumingkelll »

Jimbo wrote: Ada yang belum terjawab soal pemeliharaan ini, apakah di sana sudah ada akses air untuk memudahkan penyiraman? Syukur2 sih memang kalau terbantu dengan cuaca, namun kita tidak bisa mengandalkan itu. Kalau belum, segera bikin saluran air untuk penyiraman, sebab semakin susah akses air untuk penyiraman, biasanya akan berbanding lurus dengan kematian tanaman.
akses air paling dekat, ada keran air di lab antena. butuh selang sangat panjang kalau mau meng-cover semua bibit yang baru ditanam. cara yang agak sedikit repot ya menggunakan ember, bolak balik ke keran atau ke danau buat ngambil air. tapi secepatnya kita akan meminta bagian rumah tangga untuk menyediakan keran2 dibeberapa lokasi di dananu untuk memudahkan penyiraman.

makasi pak saran2nya..
User avatar
Widi
astacala.org freak
Posts: 313
Joined: Sun Feb 15, 2009 11:27 pm
Location: Tangerang

Re: Lebih Jauh Tentang Lingkungan

Post by Widi »

tumingkelll wrote:
Jimbo wrote: Ada yang belum terjawab soal pemeliharaan ini, apakah di sana sudah ada akses air untuk memudahkan penyiraman? Syukur2 sih memang kalau terbantu dengan cuaca, namun kita tidak bisa mengandalkan itu. Kalau belum, segera bikin saluran air untuk penyiraman, sebab semakin susah akses air untuk penyiraman, biasanya akan berbanding lurus dengan kematian tanaman.
akses air paling dekat, ada keran air di lab antena. butuh selang sangat panjang kalau mau meng-cover semua bibit yang baru ditanam. cara yang agak sedikit repot ya menggunakan ember, bolak balik ke keran atau ke danau buat ngambil air. tapi secepatnya kita akan meminta bagian rumah tangga untuk menyediakan keran2 dibeberapa lokasi di dananu untuk memudahkan penyiraman.

makasi pak saran2nya..
terima kasih sudah dijawab sesuai yang ada di otak saya ternyata. :ketawa: :ketawa:
"Mystery of Society"

ASTACALA!!!
A-081-LP
Post Reply