Perubahan di Tebing Citatah 125

Ngegosip teknik dan semua tentang manjat di sini tempatnya.
User avatar
ada_ayis
astacala.org maniac
Posts: 212
Joined: Tue Aug 08, 2006 3:40 pm
Location: bandung
Contact:

Perubahan di Tebing Citatah 125

Postby ada_ayis » Mon Apr 14, 2008 8:42 pm

hari jum'at yang lalu 11 april 2008, anak-anak dari sekre: saya, boleng, widha, dan prita berkunjung kembali ke tebing citatah 125 untuk melakukan pemanjatan. tebing ciatah 125 memang menjadi lebih sering digunakan karena di tebing 48 sekarang sudah harus izin dahulu jika ingin menggunakannya. kondisi dari daerah di sekitar tebing ini sekarang sudah mengalami perubahan yang cukup signifikan. lapangan yang dulu ada di dekat pintu masuk, sekarang sudah dikeruk habis sehingga jalan yang dahulu dapat langsung menuju tebing harus dibelokkan mengelilingi daerah kerukan tersebut karena memang sudah dipagari. di tebingnya sendiri sekarang ada papan peringatan yang menerangkan bahwa tingginya resiko dari panjat tebing yang dikeluarkan oleh skygers.
fenomena tentang daerah citatah yang dijadikan daerah penambangan kapur memang tidak ada habisnya sebelum semua kapur di daerah tersebut habis di keruk. akankah kita terus diam dan hanya melihat saja?

User avatar
Gejor
astacala.org addict
Posts: 528
Joined: Wed Mar 30, 2005 5:10 pm
Location: Jakarta
Contact:

Postby Gejor » Mon Apr 14, 2008 9:27 pm

:-k

User avatar
Bukan ARIEL
astacala.org addict
Posts: 451
Joined: Mon Oct 03, 2005 8:05 pm
Location: Grand Pancoran Regency
Contact:

Postby Bukan ARIEL » Sun Apr 20, 2008 1:11 pm

sebenarnya, penggiat KAT atau aktivis lingkungan, seringkali akan menghadapi tembok besar apabila berurusan dengan perusahaan pertambangan.sekeras apapun usahanya, seringkali sulit untuk berhasil, karena meraka punya UANG, dan punya uang berarti bisa melakukan apa saja. satu-satunya jalan yang kadangkala berhasil adalah dengan "memanfaatkan" penduduk setempat untuk berpihak kepada kita. pada jaman demokrasi ini, pemerintah, atau perusahaan yg kuat pun bisa kalah apabila penduduk setempat kompak (misalnya kasus lumpur lapindo, atau SUTET). perusahaan pertambangan pun akan mengalami kesulitan apabila berhadapan dengan penduduk yg tidak kooperatif. nah sekarang bagaimana caranya kita mengambil hati para penduduk lokal untuk memihak pada kita? menakut2ti akan bencana penambangan, ikut2an ngasih duit, mendekati secara kekeluargaan, atau hanya numpang lewat saja? ya, semuanya memang kembali ke para penggiat untuk bagaimana peduli pada penduduk sekitar dan tidak hanya peduli pada tebingnya saja. gimana, jrot? :D


Return to “Climbing”

Who is online

Users browsing this forum: No registered users and 1 guest