Road to "Aksi Penghijauan" Kita

Opini, liputan, laporan kegiatan lingkungan.
User avatar
Gejor
astacala.org addict
Posts: 528
Joined: Wed Mar 30, 2005 5:10 pm
Location: Jakarta
Contact:

Post by Gejor »

Hohoho...
Jadi begitukah maksud cara penyampaiannya? Yang bangga gontok2an, lama ga berkata kasar? Dan anak2 sekre yang menyerah begitu saja?
Iya deh bos... Mungkin saya yang salah atas menafsirkan cara penyampaian kalian.
Semoga alam dan lingkungan terjaga selalu kelestariannya...
User avatar
Bukan ARIEL
astacala.org addict
Posts: 451
Joined: Mon Oct 03, 2005 8:05 pm
Location: Grand Pancoran Regency
Contact:

Post by Bukan ARIEL »

Buat anak2 KA.. maafkan tetua2 kalian ini apabila berkata kasar.. mungkin kalian gk nyangka.. :D
tapi.. beginilah Astacala.. apa adanya.. eksplisit!

Anak sekre ada tanggapan? atau cukup membaca saja? :mondar-mandir:
User avatar
Gejor
astacala.org addict
Posts: 528
Joined: Wed Mar 30, 2005 5:10 pm
Location: Jakarta
Contact:

Post by Gejor »

Baik Pak, saya minta maap atas tuduhan mengatakan Anda mencari perhatian dan pengumuman tanam pohonnya. Saya jadi ikut menyukai membuat bibit dan menanam pohon juga karena Anda dan kenal dengan Anda. Salam hormat dari saya Pak!!!
Tapi, jujur saja saya akui, saya hanya tidak suka belum apa-apa sudah main kasar dan mau sok berkuasa (walaupun cuman kata2). Saya jadi teringat jika saya jalan naik gunung atau ke mana, ribut dengan orang2 lokal yang sok2an walaupun sudah dihormati meminta hal2 yang berlebihan.
Karena kadang2 hal tersebut jadi terlihat pada diri kita sendiri saat kita mengusir/melarang atau apapun itu (tanpa melihat kenapa itu dilakukan) kepada tukang2 yang bekerja menggali septik tank itu. Dan kebetulan, kemaren waktu mereka mau menggali, saya ada di sekre, mereka baik2 meminta izin kepada saya (mau memindahkan letak bibit dan mencabut pohon) yang kemudian saya sampaikan kepada anak2. Toh kalaupun ada bibit yang kena imbas timbunan atau pohon yang dicabut lebih banyak, bukan berarti itu harus dibiarkan begitu saja.
User avatar
Adek
astacala.org geek
Posts: 858
Joined: Fri Feb 18, 2005 1:47 pm
Location: North Pole
Contact:

Post by Adek »

Assalammualaikum.
Afwan, baru sempat positng comment lagi...beberapa hari yang lalu, saya dan kawan-kawan berada di buni ayu-sukabumi dalam agenda pendidikan lanjut caving kawan-kawan Kawah Asa.

Menanggapi banyak dan semakin hangatnya komentar pada topik ini.. terus terang, ada keharuan yang membuncah saat menangkap antusias dan besarnya makna yang tersirat dalam komentar kawan-kawan. Segala bentuk kritik, saran, klaim, cacian, makian, tantangan, dll...tak lain bagi saya menjadi motivasi yang mendorong kami untuk semakin baik menjalankan amanah ini. Namun perlu bagi saya -dalam kapasitas sebagai pengurus- untuk sedikit meluruskan persepsi yang disampaikan dalam topik ini dan sedikit informasi yang terjadi di sekre saat ini.
Bukan ARIEL wrote: Anak sekre ada tanggapan? atau cukup membaca saja? :mondar-mandir:
jimbo wrote:.. yang kita permasalahkan bukan pencabutan itu. tapi sikap anak-anak sekre, yang pada kenyataanya menyerah begitu saja dengan tindakan tukang yang menginjak-injak harga diri tanaman. ya saya jadi terinjak juga.
....
tapi kalau permasalahannya sudah menyangkut membunuh tanaman, apa astacala mau diam saja seperti sekarang. oke kata pengurus kita ga diam, buktinya kita sudah antisipasi ini dan itu kok, tapi kenyataannya seperti ini sudah dari dulu. KETIDAKPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN.
bedjat wrote: Solusinya sederhana.....golok-golok itu sering-sering saja diasah.
..
Bro, ngasah golok bukan berarti menjabut nyawa orang, juga ga perlu petentang-petenteng nunjukin golok untuk nakut2in orang.
Pertama, bahwa masalah kebun belakang ini menjadi salah satu hal sentral bagi kita saat ini. Tidak ada sedikitpun dalam benak ini untuk manganggab remeh hal ? hal yang terjadi menyangkut itu, termasuk dengan pembongkaran septic tank, pemindahan pohon (yang salah satunya dijanjikan untuk ditanam malah disembunyikan), beberapa bibit yang terkena tanah galian..apalagi menyalahkan yang menanam karena menanam kurang pada tempatnya.. dll..dll

Saya sangat paham, kawan ? kawan sangat menyayangkan kejadian ini, baik karena hal diatas, tidak adanya komunikasi dari pihak kampus, sikap acuh tukang , dll. Tapi juga perlu digaris bawahi bahwa kawan-kawan di sekre pun merasakan hal yang sama. Jika anda menganggap hal ini menginjak harga diri anda, maka bagi kami ini tidak hanya menginjak2 saja tapi sudah meludahi. Mengapa ?? karena dipundak kamilah tanggung jawab untuk menjaga yang sudah ada itu...dan didepan mata kami juga hal ini terjadi, dan terhadap kami jugalah segala bentuk ?tidak ada nya penghargaan? tsb dilakukan.

Dan kita TIDAK TINGGAL DIAM seperti yang disampaikan dalam postingan topik ini. Dan biarlah saya katakan bahwa memang golok-golok tramontina itu cukup sering diasah. Berbeda dengan dulu yang harganya sangat mahal..maka sekarang sekre ini punya cukub banyak golok tramontina terbanyak dari sejarah alat ASTACALA dan cukub sangat tajam malah....tapi golok2 yang tajam dan banayk ini perlu dirawat serta digunakan dengan cara benar oleh tangan yang benar juga..jika tidak dia mampu tidak peduli menebang kayu dari pohon hidup atau bahkan melukai tangan yang memakai..

Menyangkut hal ini, kami sudah bersikap. Dan tindakan konkrit sudah dilakukan. Bibit yang ada sudah dipindahkan, pohon yang dibongkar sudah ditanam. Dan saya sudah berdiskusi dengan pihak kampus ? Puket 2, Ka BKA, dan pembina ASTACALA menyampaikan bentuk keberatan kami menyangkut hal ini..dan dari beliau memberikan respon yang sangat baik dan menghargai (yang tentu tidak akan terjadi jika kami berbicara kasar dan keras). Dilevel bawah pun begitu, Bapak tukang sudah ditegur dan diminta untuk berhati2 dalam melakukan penggalian serta pindahkan bibit ke tempat aman. Tentu dalam menyampaikan hal ? hal tersebut sepatutnya dengna cara yang santun bukan ?

Perlu untuk kawan- kawan ketahui, tidak begitu banyak UKM yang punyak kontak dengan petinggi kampus seperti yang dilakukan ASTACALA saat ini, jika orang lain harus lewat BEM/DPM dulu, maka kami cukup dengan sms atau bertemu langsung dengan beliau. Hubungan silaturahim yang dibangun antara personal ASTACALA dengan beliau2 diatas cukub untuk membuat kita dimudahkan dalam hal administrasi, keuangan, fasilitas...dan salah satunya mengkomunikasi kan masalah.

Artinya apa ? begitu banyak golok yang bisa kita gunakan untuk menebang kayu..ada banyak manuver untuk melewati jeram...ada banyak simpul untuk membuat lintasan vertikal.. juga ada banyak cara untuk menyelesaikan masalah. Bukankah hidup adalah kumpulan dari pilihan-pilihan?? dan pilihan-pilihan itulah yang akan menentukan kemana arah dan tujuan hidup. Karena lunak bukan berarti kalah...diam bukan berarti mundur..dan sebagai mahasiswa seharusnya juga mampu berbicara dan bersikap dengan bahasa intelektual dalam mengkomunikasikan dan menyelesaikan masalah. Oleh karena itu jika masalah ini diibaratkan kayu..maka bagi saya golok itu berupa golok DIPLOMASI.

bedjat wrote: Informasi itu dari bu ketua
...........
jadi gimana enaknya .....bu ketua ga usah dipercaya saja....
....
jimbo wrote: buat saya solusinya jelas....HIDUPKAN KEMBALI TANAMAN ITU, entah dengan menanam lagi atau dengan melanjutkan kehidupan yang sudah ada. kalau menurut kalian penanaman yang telah kami lakukan dulu kurang pada tempatnya, silahkan tanam di tempat yang benar!!!! TAPI COBA BUKTIKAN DULU DONK!!!!
...
kalau menurut saya, kalian di sekre itu menganggap tidak terlalu penting apa itu lingkungan. sehingga jadinya seperti ini. mungkin ade ga setuju kalau saya katakan bahwa kalian kurang perhatian terhadap lingkungan, tapi kenyataanya: melihat sikap kalian terhadap pembunuhan pohon-pohon, rasanya saya mau marah, mau nangis juga ada.
okelah kalian sekarang sedang sibuk. dari dulu astacala juga sibuk melulu kok, kekurangan orang melulu kok. ambil itu sebagai alasan, tapi makan sendiri sebagai pembenaran untuk kepengurusan saat ini.
...
Kedua, tidak ada satupun alasan yang dijadikan sebagai pembenaran karena "kami menganggap tidak terlalu penting apa itu lingkunganatau karena kami menganggab menanam dan memelihara bibit adalah urusan mudah". Kenapa ?? karena tidak ada yang tidak peduli dengan urusan ini (buktinya topik ini masih saya baca dan tanggapi), dan memang ASTACALA harusnya selalu sibuk...karena jika tidak, berarti organisasi ini sudah mati suri atau orang-orangnya sudah menjadi bodoh dan berhenti belajar.

Dan jika persepsi ?mencari pembenaran? terhadap cara yang ditempuh dalam menyelesaikan masalah ini jadikan sebagai acuan untuk menganggap kepengurusan ini tidak becus, itu adalah hak anda masing-masing..tapi menjadi hal sekaligus kewajiban bagi kami untuk mengambil sikap dan keputusan juga menyengkut segala sesuatu yang terjadi mengenai kelangsungan organisasi ini saat ini atau nanti. Jikapun cara ini benar ataupun salah?maka biarlah Tuhan saja yang menjadi saksi dan tempat kami dimintai pertanggun jawaban ini.

Saya pernah teringat seorang kawan yang pernah mengatakan tentang penyeban matinya sebuah inovasi ketika menyelesaikan masalah.. diantaranya karena buruknya kondisi diskusi atau kebodohan yang selalu mengekor dengan kerangka berfikir solusi yang pernah ada atau rasa takut karena intimidasi yang membelenggu kebebasan berfikir

Dan saat ini, kita sudah berdiskusi cukub panas malah sehingga menjadi perdebatan?dan kita sudah membebaskan fikiran kita dari rasa malas untuk mengekor dengan solusi termudah, atau dari ketakutan berpendapat. Bagi saya ini tak lain sebagai penghargaan atas apa yang sedang terjadi dengan ASTACALA dan kerja kepengurusan saat ini. dan sungguh hanya apresiasi dan terima kasih jugalah yang mampu kami ucapkan untuk itu semua, selebihnya biarlah ia menjadi energi baru untuk kami berbuat lebih baik di waktu mendatang,.

-EnamDua-
Dari sebuah ingatan dlm kedalaman perut bumi, 30 Juni 07

Bukan kritikus yang berjasa; bukan orang yang mengemukakan bagaimana orang kuat itu tersandung atau di mana sang pelaku perbuatan itu seharusnya bisa berbuat lebih baik. Yang berjasa adalah orang yang benar-benar terjun ke arenanya, yang wajahnya kotor terkena keringat dan debu dan darah, yang berupaya dengan berani, yang berulang-ulang membuat kesalahan dan kekurangan, sebab tak kan ada upaya tanpa kesalahan atau kekurangan, tetapi yang dengan antusias memberikan dedikasinya yang besar, yang mengerahkan kemampuannya demi perjuangan yang layak; yang kemungkinan ujung-ujungnya menang dan berprestasi atau, seandainya toh gagal, setidaknya gagal setelah berani mencoba, sehingga tempatnya tidak akan pernah bersama jiwa-jiwa dingin dan pengecut yang tidak mengenal kemenangan ataupun kekalahan (Roosevelt)



VIVA ASTACALA !!
User avatar
Onie
astacala.org maniac
Posts: 233
Joined: Tue Feb 15, 2005 3:08 pm
Location: earth
Contact:

Post by Onie »

setuju dengan jimbo...

buat apa kita jago RC, caving, mountanering, rafting atau apalah tapi tidak / kurang peduli dengan lingkungan??? dimana eksistensi jiwa pencinta alam yang ada dalam diri mapala jika selama ini hanya melakukan petualangan tanpa mempedulikan lingkungan yang telah memberikan sejuknya udara, dinginnya malam, suara desiran angin dan gemericik air sungai??puncak puncak gunung yang didaki, dan seluruh alam yang kita ajak dalam segala bentuk petualangan yang kita nikmati. terkadang saya malu menyandang status mapala jika melihat alam tempat kita bermain semakin lama semakin rusak dan habis. Tunjukkan jangan hanya bicara, jangan hanya berucap..!!!! tindakan kita, perhatian kita terhadap lingkungan meski sedikit setidaknya tidak membohongi hati nurani.

Mohon maaf bila sedikit melenceng dari topik

Apalah saya yang hanya memiliki sedikit waktu, sedikit pikiran dan tenaga untuk dicurahkan pada lingkungan yang telah memberikanku sangat banyak kebahagiaan setidaknya saya tidak membohongi hati nurani.
User avatar
Bolenk
astacala.org addict
Posts: 570
Joined: Sat Feb 10, 2007 7:48 am
Location: Nomaden
Contact:

Post by Bolenk »

setuju... :) :) :)
User avatar
Bukan ARIEL
astacala.org addict
Posts: 451
Joined: Mon Oct 03, 2005 8:05 pm
Location: Grand Pancoran Regency
Contact:

Post by Bukan ARIEL »

Yang penting disini adalah action bro..
gw ngomong gini bukan berarti nyindir atau menyatakan gw dah ada action, tapi kalo masalah setuju dengan pendapat jimbo, gw yakin semua astacala setuju. dalam hati kecil setiap orang tersimpan rasa sayang terhadap alam dan lingkungannya.
Mulailah melakukan action, bro...
Gk harus dilakukan di sekre, trus diliat yg lain biar dibilang aktivis lingkungan..
Lakukan dimana aja! dirumah, di kantor, dijalan, di kampus, di kosan.. banyak tempat untuk kita melakukan action terhadap rasa cinta kita terhadap lingkungan!
Masalah benar atau salah tindakan kita, rasakan dihati lo coy...
Kalo itu menggerus hati, jangan lo lakuin...
Buset dah.... :ngacir:

*Kesurupan mode on*
Doni
astacala.org maniac
Posts: 121
Joined: Tue Feb 15, 2005 8:42 am
Location: Madiun

Post by Doni »

Bukan ARIEL wrote:Buat anak2 KA.. maafkan tetua2 kalian ini apabila berkata kasar.. mungkin kalian gk nyangka.. :D
tapi.. beginilah Astacala.. apa adanya.. eksplisit!

Anak sekre ada tanggapan? atau cukup membaca saja? :mondar-mandir:

Lho.............. emang anak KA sampe sekarang belum tahu Astacala ?

Kalau mau minta maaf jangan atas nama orang lain Jaq, minta maaf untuk diri sendiri aja.
Doni
astacala.org maniac
Posts: 121
Joined: Tue Feb 15, 2005 8:42 am
Location: Madiun

Post by Doni »

adek wrote:Assalammualaikum.
Bukan kritikus yang berjasa; bukan orang yang mengemukakan ......... sehingga tempatnya tidak akan pernah bersama jiwa-jiwa dingin dan pengecut yang tidak mengenal kemenangan ataupun kekalahan (Roosevelt)



VIVA ASTACALA !!
:great: :great: :great: :great:

Meskipun nggak komentar, selalu baca kabar dr sekre kok.
Gepeng
astacala.org maniac
Posts: 177
Joined: Wed May 24, 2006 8:17 am

Post by Gepeng »

welcometothejungle...

ASTACALA itu... ketika berkendara BSA bareng ewok, dlm perjalanan pulang lebaran Bdg-Pwkt, di satu jaln rindang berkerumun sejumlah pemuda yang lagi dg bangga membidikkan laras panjang senapannya ke sekelompok burung dipucuk2 'munggur', tiba2 pedal rem tertekan roda berdecit karna friksi dengan aspal menghentikan BSA yang tidak bisa jalan pelan ini, lnsung loncat dan lepas stir, datangi segerombolan itu dan 'tegur' dengan mulut dulu untuk stop bunuh burung ato...

ASTACALA itu... ketika gue asyik kejar pengalaman ekspedisi berbulan2 di jawa timur hingga hampir saja pindah kampus, segala urusan kuliah, daftar ulang dan tetekbengek perkuliahan terurus oleh gapung dan cak nur yang hrus jungkir balik ngotot bantu ngurus administrasi kampus tanpa sedetikpun mengeluh ato complain ke gue ttg betapa beratnya nembus birokrasi macam itu dan... sampai detik ini tidak dan belum terucap seulas kata terimakasihpun ke mreka atas semua kerepotan yang gue timbulkan... karna kata kadang malah menghilangkan makna

ASTACALA itu... ketika Obelix berhalangan melnjutkan amanah sbg ketua ASTACALA karna penggilan tugas negara, tanpa rapat panjang, tanpa suruh sana sini, serah tugas sanasini, aktivitas ASTACALA tetap jalan, PDA jalan, bahkn paling 'keras', ALA bahkan acara eksternal lain jalan, administrasi jalan, TWKM ikut, Gladian Nasional Mapala ikut.....

ASTACALA itu... ketika rapat2 panjang dan panas bermalam2 hingga saling tunjuk hidung mbahas rencana operasional besok namun kompak dan saling mengisi di operasional lapangan

ASTACALA itu... tidak akan anda temukan dalam kamus 'apapun', tidak akan terjawab dengan rumus sekomplek apapun....

ASTACALA itu... saat keikhlasan melakukan sesuatu tanpa ...........

VIVA ASTACALA!!!

ASTACALA... anak gue
Jimbo
astacala.org addict
Posts: 555
Joined: Sun Sep 25, 2005 9:25 am
Location: Ciledug-TGR
Contact:

Post by Jimbo »

rasanya kita sudah punya kesimpulan, setidaknya menurut saya sendiri, simpulan yang saya buat sendiri...

syukur ade sebagai ketua mampu bersikat seperti yang ia gambarkan dalam tulisannya yang cukup panjang. baik ini mungkin hanya pemanasan, untuk menyegarkan kembali keberadaan --istilah kerennya eksistensi--astacala, di matanya sendiri maupun di mata orang banyak dan orang lain.

diskusi ini saya rasa cukup efektif untuk menata ulang pemikiran atau pemahaman kita yang barangkali sempat terbekukan oleh rutinitas yang tidak kita sadari.

rasanya kita semua sepakat bahwa berorganisasi bertujuan untuk mencapai tujuan dengan lebih mudah, dan tentu lebih besar jika dibandingkan dengan kerja sendiri. astacala juga begitu, cobalah tanya lagi pada PERINTIS, barangkali ada konsep atau pemahaman pendirian astacala yang salah dipahami atau sekarang sudah terlupakan.

KITA ADALAH PECINTA ALAM. titik.... tanyalah pada masing-masing diri, sudah benar-benar memiliki rasa semacam itu.

Kegiatan rutin semacam panjat, orad, dsb itu, menurutku lebih merupakan anak nomer dua dari astacala, ia ada karena dibutuhkan untuk menghidupkan organisasai, sehingga kemudian ada tujuan kita yang berwujud MEWADAHI SIAPA YANG HOBI, ya itu tadi, manjat, arung dsb.

Celakah kita kalau anak nomer dua menjadi dinding pelupa pada tujuan utama, yakni menjadikan diri sebagai makhluk yang benar-benar mencintai dan peduli dengan alam.

Peng, Jat, Jrot, Jak, De, Pi, Tong, Mbak Don, Lenk (iya bener ya), dan semua anak KA, anak Sekre, KF.... sebagai pribadi saya minta maaf telah membawa acara diskusi seperti ini. barangkali dan (biasanya pasti) akan ada yang tersinggung.... Tapi sayang, rasanya saya, bejat, jak, gepeng, mbak don, barangkali memang akan terus seperti ini....

salam hormat,
salam kangen,
salam manis
salam sayang

dari jauh....

tetap tatap astacala, sebagai ia lumrahnya di pandang sebagai pecinta alam...

JIMI PITER
masboy
nyubie
Posts: 39
Joined: Sat Dec 18, 2004 10:07 am

Post by masboy »

kalo buang puntung rokok di jalan ngrusak lingkungan g? :?
User avatar
Bukan ARIEL
astacala.org addict
Posts: 451
Joined: Mon Oct 03, 2005 8:05 pm
Location: Grand Pancoran Regency
Contact:

Post by Bukan ARIEL »

Doni wrote:
Kalau mau minta maaf jangan atas nama orang lain Jaq, minta maaf untuk diri sendiri aja.
Maafkan saya... :axe:
Master Poker
nyubie
Posts: 25
Joined: Thu Aug 03, 2006 12:43 pm
Location: jakarta-bandung PP

Post by Master Poker »

4 all:ga usah lama2 n byk komentar lagi. yg penting ACTION! :|
User avatar
Bukan ARIEL
astacala.org addict
Posts: 451
Joined: Mon Oct 03, 2005 8:05 pm
Location: Grand Pancoran Regency
Contact:

Post by Bukan ARIEL »

maen pilem kale....
User avatar
Gejor
astacala.org addict
Posts: 528
Joined: Wed Mar 30, 2005 5:10 pm
Location: Jakarta
Contact:

Post by Gejor »

Sepuluh-Limabelas, menunggu balasan.
Solo-Bandung, Lapan anam.


Itu maksudnya apaan Jak? :?
User avatar
Jaymie
astacala.org freak
Posts: 269
Joined: Sun Jul 01, 2007 4:27 pm
Location: Jakarta Rocking City
Contact:

Post by Jaymie »

pembangunan septic tank uda kelar...sekarang lagi mempersiapkan penataan taman kembali..mohon doanya agar penataan berlangsung baik... :) :)
User avatar
Adek
astacala.org geek
Posts: 858
Joined: Fri Feb 18, 2005 1:47 pm
Location: North Pole
Contact:

Post by Adek »

Master Poker wrote:4 all:ga usah lama2 n byk komentar lagi. yg penting ACTION! :|
Jaymie wrote:pembangunan septic tank uda kelar...sekarang lagi mempersiapkan penataan taman kembali..mohon doanya agar penataan berlangsung baik... :) :)
kita semua tau yang penting ACTION...
KA udah deklarasi ACTION nya nih...
MP kapan ikutan ACTION juga ?
tapi sebelumnya nongkrong di sekre dulu...klo ga gimana caranya mo ACTION?
;) ;)
“Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn't do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover." -Mark Twain-
--
http://lailiaidi.blogspot.com
User avatar
Bukan ARIEL
astacala.org addict
Posts: 451
Joined: Mon Oct 03, 2005 8:05 pm
Location: Grand Pancoran Regency
Contact:

Post by Bukan ARIEL »

Gejor wrote:
Itu maksudnya apaan Jak? :?
masa XL gk tau "ten code" ? [-(
User avatar
Jaymie
astacala.org freak
Posts: 269
Joined: Sun Jul 01, 2007 4:27 pm
Location: Jakarta Rocking City
Contact:

Post by Jaymie »

adek wrote:]kita semua tau yang penting ACTION...
KA udah deklarasi ACTION nya nih...
MP kapan ikutan ACTION juga ?
tapi sebelumnya nongkrong di sekre dulu...klo ga gimana caranya mo ACTION?
;) ;)


SETUJU BGT BU KETUA!!!
Post Reply