Contributor in Chief

I Komang Gde Subagia

Anggota Astacala. Biasa dipanggil Gejor. Suka berkegiatan alam terbuka dan sesekali menulis untuk website Astacala.

Artikel Saya

Binaiya (Bagian 4: Jalan Lain ke Tulehu)

"Bli. Siap-siap! Sopir sudah bergerak untuk menjemputmu. Mobilnya warna putih." kata Adul melalui pesan Whats App di pagi yang baru saja merekah. Saya juga...

Binaiya (Bagian 3: Kota Musik dan Trauma Masa Lalu)

Ambon City of Music. Walaupun saya membacanya terbalik, tulisan raksasa itu seperti menyambut. Posisinya membelakangi saya. Itu terlihat di tepi pantai Teluk Ambon, saat...

Binaiya (Bagian 2: Ambon Manise)

Waktu hujan sore-sore.Kilat sambar pohon kenari.E jojaro deng mongare.Mari dansa dan menari.Pukul tifa toto buang.Kata balimbing di kereta.Nona dansa dengan tuan.Jangan sindir nama beta.E...

Binaiya (Bagian 1: Perjalanan Panjang)

Pagi mulai menjelang. Langit terlihat memerah di angkasa timur. Saya yang 'tertidur ayam' di kursi dekat jendela, perlahan mulai menggeliatkan badan. Pesawat yang saya...

Tambora (Bagian 6: Kalembo Ade, Tambora!)

"Om Swastiastu" begitu saya membuka salam. Saat saya masuk ke halaman rumah, saya melihat seorang wanita sedang mejejaitan di teras. Yang kemudian saya ketahui adalah jero mangku...

Tambora (Bagian 5: Turun Gunung)

"Kretek... Kretek..." begitu saya dengar dari kejauhan. Itu bunyi kayu dan rerumputan terbakar. Kebakaran Hutan Menjelang tengah hari, kami mulai turun dari Puncak Tambora. Dari jalur...