The Long And Winding Road

Related Articles

Peserta Perjalanan Wajib dan Pendamping

Bontang (AM – 003 – GB), Seorang insan yang terlahir dari keluarga sederhana yang menjalani hidup dengan tekad untuk selalu bermanfaat bagi semua orang dan selalu beranggapan bahwa awan yang mendung gelap akan selalu menurukan air hujan yang jernih. Ya, kurang lebih begitulah tentang diri saya.

Di akhir tahun 2022 ini sangat berkesan bagi saya, karena adanya kegiatan pengabdian masyarakat yang membuat tahun ini menjadi lebih berwarna, disaat sedang menjalani hiruk pikuk kehidupan sebagai Mahasiswa. Dengan adanya kegiatan ini salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi sudah dilakukan yaitu pengabdian.

 Kegiatan ini adalah salah satu rangkaian Pendidikan di ASTACALA, kegiatan ini dinamakan Perjalanan Wajib, kegiatan ini adalah proses dari Anggota Muda (AM) untuk menjadi Anggota (A). kegiatan ini dilakukan di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung, lebih spesifik di SDN dan SMPN Sugihmukti. Kenapa memilih Desa Sugihmukti? Karena akses jalan yang sangat sangat buruk, tidak adanya fasilitas Kesehatan serta tenaga medis yang berjaga disana dan masyarakat disana mayoritas bekerja sebagai buruh tani perkebunan teh sehingga menjadikanya zona nyaman secara turun menurun di desa Sugihmukti. Pertanyaan selanjutnya, mengapa dilaksanakan di lingkungan pendidikan SD dan SMP? Karena terdapat banyak kasus putus sekolah dan tidak melanjutkanya Pendidikan sampai SMA di desa sugihmukti, mindset mereka Ketika sudah lulus Smp hanya menjadi buruh tani kebun teh bahkan ada Ketika lulus smp yang ingin menikah. Karna konsep dari perjalanan wajib ini adalah Pendidikan maka dari itulah tim Perjalanan Wajib kali ini memilih desa tersebut dan mentemai kegiatan ini “Penanaman Mindset untuk Pendidikan yang Lebih Tinggi”, sesuai latar belakang yang ada pada desa Sugihmukti.

 Tentu banyak tantangan yang kami hadapi apalagi konteks dalam perjalanan wajib ini susulan, jadi hanya sedikit peserta yang mengikuti perjalanan wajib ini. Belum ditambah padatnya kesibukan akademik dan non akademik para peserta. Namun. tak menyurutkan semangat dan keinginan kami dalam menjalankan kewajiban serta memanfaatkan kesempatan ini untuk membawa perubahan kecil tetapi berdampak besar dalam kehidupan masyarakat.

Karena dikitnya peserta Perjalanan Wajib, maka kami mengadakan open volunteer dalam kegiatan ini, dan jumlah volunteer yang daftar dan ikut ada 20 orang. 20 orang yang sangat hebat dan luar biasa. Mereka dari beberapa kalangan universitas yang berbeda, banyak ide menarik yang mereka curahkan dalam kegiatan ini. 

Plang SDN Sugihmukti

Kamis, 22 Desember 2022

Di hari pemberangkatan kami berangkat dengan sejumlah 30 orang, ada beberapa dari volunteer, pendamping dan peserta pw. Kami menggunakan transportasi truk TNI. Perjalanan begitu cepat dari kampus ke ciwidey kota karena jalan tidak begitu macet. Tapi Ketika sudah memasuki Kawasan ciwidey desa hingga ke desa sugihmukti, sungguh sangat hancur, berbatuan, dan berlumpur jalan tersebut, hingga saya menyebut jalan itu “The Long and Winding Road”. Karena jalan yang cukup jauh dan sangat berbatuan hingga nanjak membuat saya sempat was-was, terutama saat jalan yang di kelilingi oleh bukit tanah yang kemungkinan Ketika hujan bisa jadi longsor dan pohon-pohon bisa tumbang ke jalan bahkan bisa mengenai truk yang kita naiki, Ketika itu juga cuaca sudah mendung, dan tapinya semesta kala itu mendukung karena tidak turunya hujan. Bukan apa-apa, medan yang berat dan membawa tanggung jawab volunteer adalah alasan saya untuk khawatir pada rombongan kami saat itu. Ditambah keluhan sang supir truk yang terus menerus karna kaget melihat jalanya, karna saya duduk di samping supir, jadi kalo beliau mengeluh sayalah yang jadi pendengar baiknya. 

Jalan menuju Desa Sugihmukti

Sekitar pukul 15.00 kita sampai di lokasi. Ketika sampai saya sangat terpukau melihat keindahan desa Sugihmukti, desa yang masih sangat asri, sejuk, nyaman dan jauh dari peradaban. Perjalanan ke desa Sugihmukti ini mengingatkan saya dengan makna lagu dari The Beatles yang berjudul The Long And Winding Road, untuk mencapai tempat yang indah tentu harus melewati jalan yang Panjang dan berliku, sungguh ini terjadi pada perjalanan yang saya lalui kali ini. 

Di hari pertama kita tidak begitu melakukan banyak kegiatan, Sebagian ada yang silahturahmi ke Pak RW Sebagian ada yang masak untuk mempersiapkan makan malam, dan kebetulan saya disitu kebagian masak untuk makan malam. Setelah makan makan malam kita ada evaluasi dan briefing untuk acara besok hari. Di evaluasi dan briefing inilah para ide-ide cemerlang disampaikan teman-teman. Setelah evaluasi dan briefing kami istirahat tidur memulihkan tenaga untuk kegiatan esok hari.

SDN dan SMPN Sugihmukti

Jumat, 23 Desember 2022

Berlanjut di hari H kegiatan, kami melihat siswa-siswa sudah berdatangan pada pagi hari yang sejuk itu, mereka menaiki truk secara bersamaan menuju sekolah, mereka melewati jalan yang berbatuan itu untuk menuju ke sekolah. Sungguh hati saya sangat tersentuh melihat perjuangan mereka untuk menuntut ilmu.

Foto dengan beberapa siswa SD

Bersama teman-teman panitia dan volunteer kami mengabdi dengan menggelar sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari memberikan edukasi mengenai pentingnya Pendidikan dan beberapa fun games. Sungguh sangat antusias para siswa untuk mengikuti kegiatan yang kami selenggarakan, merekapun menyambut kami dengan senyuman manis mereka. Ketika di kelas pun kami menanyakan cita-cita dari masing-masih siswa, banyak cita-cita hebat yang mereka ingin capai, beberapa ada yang ingin menjadi Dokter, Polisi, TNI, bahkan Penyanyi. Dalam hati kecil saya berdoa semoga apa yang mereka inginkan tercapai. Di kegiatan fun games pun mereka sangat senang untuk mengikutinya, sangat kompetitif mereka untuk mendapatkan hadiah, walau pada akhirnya semua siswa dapet hadiah, tapi effort mereka untuk mendapatkanya sangat sangat luar biasa. Selain itu kami pun memberikan donasi berupa buku-buku. Guru-guru di sekolah pun kami libatkan untuk melakukan simbolis dan penutupan. Acara itu berlangsung di lapangan. Ketika penutupan pun siswa-siswa melakukan perpulangan menaiki truk yang sudah menunggu mereka, lambaian tangan dadah pun mereka lambaikan ke kami dan tak lupa dengan senyum manisnya mereka.

Ketika semua siswa sudah pulang kami pun foto-foto untuk menyimpanya sebagai kenangan. Dan tak lupa juga kami untuk melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim untuk sholat jumat Bersama sebagian teman-teman panitia yang beragama islam, jalan menuju masjid tak lumayan jauh, tapi jalan yang ditempuh melewati pinggir bukit bebatuan dan kondisi saat itu hujan maka jalanan pun menjadi licin. Namun. Lagi dan lagi itu semua tak menyurutkan semangat kami untuk melaksanakan kewajiban.

Sesi foto bersama dan simbolis

Sabtu, 24 Desember 2022

Pagi hari pun tiba, hari dimana kami terakhir kami berkegiatan di desa Sugihmukti. Sungguh begitu sedih bagi saya meninggalkan desa ini, desa ini terlalu indah untuk ditinggalkan. Tak lupa bagi kami untuk bersih-bersih di sekolah serta berpamitan dengan warga sekitar dan guru-guru, senyuman hangat mereka berikan kepada kami Ketika berpamitan, datang diberi senyuman pulang pun diberi senyuman oleh mereka. Kami pulang menggunakan truk TNI yang sama, di perjalanan pulang pun perjalanan begitu cepat, supir truk tidak mengeluh pada jalan pulang, mungkin beliau sudah bingung apa yang mau dikeluhkan lagi. Sesampainya kami di sekretariat ASTACALA kami juga melakukan pamit-pamit kepada seluruh peserta dan volunteer. Kesan dan pesan yang indah puh mereka sampaikan kepada kami. 

Foto bersama dengan para volunteer

Pengalaman yang bagi sebagian orang boleh jadi merasa kapok, tapi bagi saya malah menyuntikkan semangat dan keasyikan baru. Saya berharap bisa kembali berkolaborasi dengan teman-teman dan volunteer di lain waktu demi melakukan hal-hal yang saya pikir sederhana. Tetapi, saya sangat yakin melakukan hal-hal yang berarti tak melulu menyangkut lingkup yang besar dan rumit. Hal yang simpel namun sering dilakukan akan jauh lebih berdampak. 

Terima kasih saya ucapkan untuk dua Wanita hebat sebagai pendamping perjalanan wajib kami. Tujuh orang laki – laki asik dan lucu sebagai peserta perjalanan wajib, perjuangan kalian sangat luar biasa. Para pengisi materi yang sudah membantu untuk mensukseskanya kegiatan kami. Dan teman-teman volunteer yang sangat istimewa. Kalian semua hebat, kalian semua luar biasa, teruslah berkarya!

ASTACALA!!!

Tulisan Oleh: Ilyasin Bintang Anugrah | AM-003-GB

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Menarik

Astacala Lintas Alam 8

Astacala Lintas Alam 8 (ALA 8) adalah sebuah kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Astacala yang ditujukan kepada mahasiswa dan sivitas akademika IT Telkom. Selain...

ARA di Cisangkuy Memang Cihuy

Bagi yang pernah mencicipi curamnya gradien Sungai Palayangan dan derasnya debit Sungai Citarum, mungkin akan memandang sebelah mata pada Sungai Cisangkuy. Terang saja, karena...

Pendekar Kali Pesanggrahan

Sejarah Jakarta mengenal berbagai sosok pendekar sebagai pejuang penegak keadilan yang berupaya membebaskan tanah air dari cengkeraman kuku penjajahan. Sifat satria mereka merupakan inspirasi...