Sugihmukti “Penjemput Harapan Pendidikan di Balik Bukit yang Indah”

Related Articles

Ketidak piauwayan fikiran fikiran manusia yang terbatas atas kekurangnnya tidak lepas dari kemampuan setiap insan yang lahir dari Rahim ibu. Manusia yang lahir dari Rahim ibu akan menghasilkan mereka mereka yang mampu menjadi orang yang sangat berguna untuk banyak orang. Dalam hal itu peran orangtua dalam mendidik seorang anak sangat sekali dibutuhkan yang nantinya generasi yang akan datang akan bisa merubah setiap insan yang lahir.

Desa Sugih Mukti, Kec.Pasir Jambu merupakan sebuah desa yang sangat jauh dari keramaian akan kota, penduduk yang mayoritas berpengahasilan berburuh tani di ladang perkebunan teh membuat mereka sulit sekali beradaptasi dengan orang luar, apalagi penduduk disana tidak mengenal lebih jauh tetang Pendidikan. Hal ini dapat terlihat dari sebuah bangunan yang memiliki 2 aktivitas Pendidikan yaitu : SD & SMP hal ini dikerenakan kondisi yang sangat miris, terlebih lagi sesi pembelajaran yang dilakukan adalah sesi pagi – siang ( sekola dasar ) dan siang – sore (sekola menengah pertama) Akses jalan yang rusak membuat mereka tidak melanjutan untuk Pendidikan sekolah menengah atas (SMA) dan perguruan tinggi, membuat mereka berhenti Pendidikan nya hanya sampai kepada SMP. Dengan latar belakang Pendidikan tersebut menjadi mayoritas warga sekitar bekerja sebagai buruh tani di kebun.

Namun hal ini tidak menyurutkan rasa penduli kita selaku mahasiswa dalam upaya melanjutkan Pendidikan keperguruan tinggi maka dari itu MATA ALAM berpartisipasi dalam seminar “Penanaman Mindset untuk Pendidikan yang Lebih Tinggi” yang diadakan oleh PMPA ASTACALA. Bahagia rasanya mampu berpartisipasi dalam penyelenggaraan acara seminar ini, dengan harapan mampu memberikan pengalaman yang sangat besar.

Kegiatan yang di selenggarakan 3 Hari 2 Malam sangat banyak memberikan pengalaman soal Pendidikan. Apalagi mayoritas peserta yang mengikuti seminar tersebut anak usia dini sampai remaja yang memungkinkan penanaman mindset atau pola fikir dapat dibentuk dan diarahkan.

Bentuk harapan harapan dari generasi yang akan datang sangatlah dibutuhkan apalagi desa tersebut masih banyak anak usia dini yang menempuh Pendidikan dan mampu melanjutkan Pendidikan ke yang lebih tinggi.

Senyuman yang lebar dan kepolosan anak anak memberikan kesan yang sangat luar bias aitu artinya mereka mampu menerima kita dengan setulus hati kedatangan kita memberikan dampak positif terlebih lagi soal penanaman mindset. Anak usia dini mereka mampu menerima apa saja termasuk tentang seminar “Penanaman Mindset untuk Pendidikan yang lebih tinggi”.

Pandanglah Pendidikan sebagai modal hidup yang nantinya mampu merubah harkat martabat orangtua dan mampu meningkatkan diri sendiri. Oleh karena itu generasi muda yang ditempa oleh Pendidikan mampu mencetak generasi generasi yang bermanfaat bagi banyak orang.


Tulisan Oleh: Deweng | MATA ALAM

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Menarik

Inovasi di Kala Pandemi

Oktober 2020 lalu, Astacala mengikuti kompetisi Sosiopreunership di bidang teknologi digital yang diadakan oleh PT.Telkom Indonesia dan Telkom University yang bernama Innovillage. Tapi tahukah...

Misi Jogja

Akhir Mei 2006. Ketika kakiku baru melangkah turun keluar dari hutan pegunungan di Ciwidey, pulang dari mengisi kekosongan di akhir minggu, ketika sinyal GSM...

Sidang Aggota Muda Astacala Agustus 2006

Tepat pada saat perayaan hari Kemerdekaan negara ini yang ke 62, Sidang Anggota Muda Astacala (Sidang AM) dibuka oleh Badan Pendidikan dan Latihan (Badik)...