Bukan Sekedar Pendidikan Anak-anak

Related Articles

Tim Pengabdian Masyarakat Desa Sugihmukti

Setelah melalui rangkaian pendidikan lainnya, akhirnya kami tiba di rangkaian Perjalanan Wajib atau di singkat PW. Kami melakukan operasional PW di Desa Sugihmukti, salah satu desa terpencil dengan akses yang sangat sulit. Disana kami melakukan kegiatan untuk membangun mindset anak-anak agar melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Mengapa kami melakukan kegiatan tersebut? Karena minat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi masih sangat minim dan hanya terdapat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, selain itu kami yakin banyak cita-cita, kemampuan, dan keterampilan anak-anak yang dapat dikembangkan lagi.


Kegiatan dimulai dengan keberangkatan menggunakan truk TNI. Hari Kamis 23 Desember 2022 dengan total 28 orang, tim PW bersama volunteer yang berpartisipasi menuju Desa Sugihmukti untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tianggi yang ketiga, Pengabdian Masyarakat. Guncangan demi guncangan kami rasakan dikarenakan jalanan menuju desa yang berbatu dan sangat parah. Perjalanan di tempuh dengan waktu sekitar 4,5 jam, namun terbayarkan dengan pemandangan yang sangat bagus dan suhu udara yang lumayan dingin ketika tiba di Desa Sugihmukti. Setibanya di lokasi kami melakukan mobilisasi terlebih dulu ke sekolah yang akan di tuju, karena selain menjadi tempat kegiatan di sekolah juga kami akan tidur, lumayan tidak harus membuat camp untuk tidur hehehe. Perjalanan empat jam lebih dan mobilisasi mampu membuat perut “berdendang” dan tentu kegiatan kami lanjutkan dengan  makan bersama dengan makanan yang dibawa dari sekretariat Astacala.

Setelah istirahat dan makan, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi ke rumah Pak RW yang berada di Desa Cawan, sekitar setengah jam waktu yang ditempuh jika berangkat dari sekolah. Hanya tim konsumsi yang tidak dapat ikut silahturahmi karena harus mempersiapkan konsumsi untuk makan malam. Pukul 16.30 WIB, kami berangkat dari sekolah untuk menuju Desa Cawan. Selain menyejukkan tubuh karena hujan, perjalanan kali ini juga menyejukkan mata dan pikiran, kami disuguhkan pemandangan barisan gunung yang tertata dengan apik oleh Yang Maha Kuasa. Setibanya di rumah Pak RW, dengan ditemani makanan yang disuguhkan kami pun bersilahturahmi dan meminta izin melakukan kegiatan, namun sangat disayangkan karena kami tidak bisa terlalu larut malam untuk kembali ke sekolah dikarenakan kondisi yang sedang hujan lebat dan angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan.

Setibanya di sekolah terlihat makanan yang dimasak oleh tim konsumsi sudah tersaji, namun sebelum makan kami berganti pakaian dahulu karena basah terguyur hujan. Setelah berganti pakaian kering, kami segera makan malam bersama untuk menghindari makanan dingin karena cuaca saat itu sangat dingin dan ditambah dengan hujan yang membuat suhu menjadi lebih dingin. Perut pun sudah terisi dengan makanan sehingga kegiatan dilanjutkan dengan briefing untuk kegiatan esok hari. Beberapa skema kegiatan kami diskusikan agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Bulan semakin tinggi, setelah briefing kami pun tidur agar hari esok tidak kelelahan dan ruangan untuk tidur antara perempuan dan laki-laki dipisah, laki-laki tidur di kelas dan perempuan tidur di perpustakaan.


Dering alarm membangunkan kami pada pukul 05.00 WIB. Kegiatan pagi itu dimulai dengan mempersiapkan beberapa hal untuk mendukung rangkaian acara, seperti persiapan hadiah anak-anak, persiapan ruangan yang akan dipakai hingga persiapan diri kita sendiri. Sebelum acara dimulai, mengisi perut dengan sarapan adalah hal yang tidak boleh tertinggal agar tetap semangat menghibur anak-anak.

Ternyata pagi hari hujan pun sudah turun, pembukaan acara yang seharusnya di lapangan terpaksa kami manuver ke dalam kelas. Saya memiliki tugas untuk mengkoordinasi tiga kelas agar tidak ada salah komunikasi antara satu kelas dengan kelas yang lain dan acara berjalan sesuai dengan jadwal yang dibuat. Rangkaian acara tidak hanya diisi dengan penyampaian materi tetapi diisi dengan kegiatan lain seperti fun games yang membuat lebih dekat dengan anak-anak dan anak-anak juga merasa nyaman dengan kedatangan kami. Pemenang dari lomba fun games berhak memperoleh hadiah yang sudah kami siapkan, sedangkan untuk yang belum menang diberi permainan lagi untuk memperagakan gerakkan yang kami acak dari kartu yang sudah dibawa, selain fun games kami juga berbagi alat tulis untuk anak-anak SD maupun SMP.

Setelah asik melakukan kegiatan di kelas, kami pun menjalankan dokumentasi berupa foto bersama dengan anak-anak dan guru di lapangan sekolah. Rangkaian acara ditutup dengan membagikan buku yang sudah dikumpul dari para donatur di hari-hari sebelumnya. Karena bertepatan dengan hari Jumat, peserta pengabdian masyarakat yang laki-laki melaksanakan Sholat Jumat di Desa Cibadak dan yang perempuan menjadi tim konsumsi kali ini, sehingga kembalinya dari Sholat Jumat tidak akan kelaparan karena dapat langsung menyantap makanan. Setelah semuanya selesai dan terdapat waktu kosong, para volunteer persilahkan untuk bersitirahat atau menjalankan aktifitas lain untuk mengisi waktu kosong. Dan ternyata banyak yang memilih untuk bertukar cerita antar volunteer maupun panitia dan bermain bola bersama di lapangan sekolah. Malam harinya seperti biasa kami makan malam, evaluasi kegiatan hari itu, serta briefing untuk kepulangan kami esok hari dan membereskan kelas yang sudah dipakai karena hari esok terdapat pengambilan rapot untuk seluruh siswa siswi sekolah tersebut.


Jadwal hari esok adalah kembali ke Bandung, namun sebelum kembali kami melakukan hasil briefing semalam terlebih dahulu. Sebenarnya hari itu dijadwalkan juga untuk silaturahmi ke Desa Cibadak, tapi karena hujan kembali turun kami pun tidak dapat berangkat karena ditakutkan dapat jatuh sakit karena menempuh perjalanan panjang dengan kondisi pakaian yang basah dan tubuh yang cukup lelah. Sebelum pulang kami berpamitan dengan beberapa guru yang sudah tiba di sekolah dan langsung mobilisasi ke truk TNI yang sudah menunggu.  Kami berangkat pukul 09.30 WIB dari Desa Sugihmukti dan tiba di sekretariat Astacala sekitar pukul 12.30 WIB lalu dilanjut dengan pembubaran volunteer.

Pembubaran Volunteer

Tulisan Oleh: Fadli Aminur | AM-007-JB

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Menarik

Masuk Angin, Keluar Angin

Kondisi yang dingin memang mungkin membuat perut terkadang ‘error. Dan terkadang entah lupa, tidak sengaja, atau memang melupakan kesopanan, angin di perut pun keluar....

Reinkarnasi Kami, Duri Samsara – Pendidikan Dasar Astacala XXIV

Aku lahir dan besar di Kalimantan yang dijuluki paru-paru dunia. Aku merasa tergugah dengan bencana yang sedang trend di Indonesia, yaitu kabut asap. Aku...

Sungai Bawah Tanah Terancam

Dulu, hampir tidak ada yang mau melirik tanah gersang dengan batuan karst. Bagaimana tidak, untuk lahan pertanian saja sering tidak optimal. Lahan tersebut dianggap...