Handung Dwipayana

Tapi belakangan ini, ada kabar baik darinya. Handung yang seorang penerbang paralayang sertifikasi PL1 itu kini menjadi seorang wakil rakyat. Dan bagi Astacala, ia menjadi spesial. Karena ia adalah anggota Astacala pertama yang duduk di kursi legislatif.

Handung Dwipayana

Namanya Handung Dwipayana. Biasa dipanggil Handung. Kadang dipanggil Mas Wedhus. Ia anggota Astacala angkatan Jejak Rimba.

Memiliki nomor anggota A-088-JR, ia tak banyak berbeda dengan anggota-anggota Astacala lainnya. Lulus pendidikan dasar. Mengikuti sekolah-sekolah anggota muda. Mengikuti pelatihan kegiatan alam terbuka. Berekspedisi. Atau berjibaku dalam urusan organisasi.

Tapi belakangan ini, ada kabar baik darinya. Handung yang seorang penerbang paralayang sertifikasi PL1 itu kini menjadi seorang wakil rakyat. Dan bagi Astacala, ia menjadi spesial. Karena ia adalah anggota Astacala pertama yang duduk di kursi legislatif.

Handung menjadi wakil rakyat di DPRD Tingkat II Klaten. Di Jawa Tengah. Yang baru dilantik pada tanggal 23 Agustus 2019 lalu.

Ngomong-ngomong, apa yang menyebabkannya terjun ke dunia politik?

“Saya maju menjadi caleg karena pengaruh di Astacala juga”, katanya. Berorganisasi. Beraspirasi. Dan berkegiatan ke lapangan. Yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Ia merasa, berpolitik adalah pilihan yang pas. Karena jika menjadi karyawan atau pebisnis, rasanya kurang cocok untuk digeluti. Begitu ia bercerita sambil senyum-senyum mantap.

Berpolitik dalam dalam usia muda tentu membawa pengalaman tersendiri baginya yang lahir pada tahun 1989 silam. Di Klaten, ia menjadi anggota dewan termuda nomor empat. Ada tiga orang lainnya yang lebih muda darinya. Dan bersama yang muda-muda lainnya itu, ia ingin membawa perubahan-perubahan positif.

Saat kampanye adalah saat yang seru. Ia tak punya banyak pengalaman. Hanya didukung oleh tim yang berasal dari kalangan keluarga. Juga dana yang tidak terlalu banyak. Itu semua membuatnya harus hati-hati untuk menjaring suara pemilih di dapilnya.

“Saya tak terlalu diperhitungkan sebelumnya”, begitu ia mengingat saat mendaftar. Ke satu-satunya partai yang menawarinya untuk mencalonkan diri. Yang karena ia dikenal oleh salah satu pengurus partai tersebut.

Banyak yang tak yakin ia akan lolos. Selain karena masih muda dan pendatang baru, rintangan utama adalah adanya anggota legislatif petahana di partainya yang memiliki pemilih-pemilih loyal.

Dengan penuh perjuangan, ia pun akhirnya lolos. Menjadi satu-satunya wakil dari partainya. Di dapilnya. Memenangkan persaingan dengan calon petahana. Handung memperoleh enam ribuan suara. Selisih sekitar dua ribu suara dengan pesaing terdekatnya itu.

Baca juga:   Kami Hanya Mengantarkan, Alam yang Mengajarkan

Handung yang pernah menjadi bagian dari Tim Ekspedisi Caving Nusa Kambangan kini telah resmi menjadi wakil rakyat. Sudah jalan beberapa bulan. Ia bahkan menjadi ketua fraksi.

Ia bekerja di Komisi 2. Komisi yang mengurusi bidang perekonomian. Termasuk membidangi pertanian, peternakan, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan ekonomi rakyat.

Komisi 2 dipilihnya karena ia melihat ada banyak hal yang bisa diperbaiki dan ditingkatkan di daerahnya. Salah satu yang ingin diwujudkannya adalah membangun dan menggalakkan koperasi-koperasi pertanian.

Handung juga berkeinginan untuk membuat karang-karang taruna bisa berdikari. Di komisinya, ia mendapatkan fasilitas paket peternakan kambing. Karang taruna akan diarahkannya untuk memelihara dan beternak kambing.

“Ini baru mulai. Dan saya akan mengawasinya dengan ketat”, katanya mantap. Kalau sukses, tentu akan bisa ditiru dan diterapkan di daerah-daerah lain. Semoga saja.

Walaupun gambaran seorang wakil rakyat banyak yang negatif, Handung mengatakan bahwa ia akan mendobrak nilai-nilai negatif itu. Secara pelan-pelan. “Saya akan bersungguh-sungguh. Membawa dan menyalurkan aspirasi masyarakat di daerah saya”.

Jika ia sukses menjadi wakil rakyat lima tahun ke depan, maka ia akan bertarung lagi untuk mempertahankan posisinya. Bahkan jika memungkinkan, ia ingin mendaki karirnya menuju ranah eksekutif. Alias menjadi pemimpin daerah. Menjadi bupati atau gubernur.

Wah… Mantap! Selamat untuk Handung Dwipayana. Semoga bisa menjalankan amanah dengan baik.

Yang pasti, akan ada Astacala yang ikut mengawasi gerak-geriknya. Untuk menjadi wakil rakyat yang baik. Atau mungkin suatu hari nanti jadi bupati atau gubernur yang berprestasi. Buat Astacala bangga karena sepak terjang anggotanya. Jangan malah bikin malu.

Sekali lagi, selamat untuk Handung Dwipayana. Astacala! []

Oleh A056AIR