Navigasi dengan Google Maps Offline

Walaupun ponsel kita tak mendapatkan sinyal seluler atau internet, sinyal satelit akan tetap didapatkan. Karena hampir seluruh permukaan bumi tercakup areanya. Jadi kita bisa memanfaatkan teknologi GPS ini melalui ponsel yang kita miliki.

Navigasi dengan Google Maps Offline

Dalam mendaki gunung, navigasi atau menentukan posisi dan arah adalah hal yang mutlak untuk dilakukan. Ini untuk menjaga pergerakan kita tetap terpantau dan mencegah kemungkinan tersesat.

Dalam bernavigasi, peralatan yang biasanya dipakai antara lain peta, kompas, altimeter, maupun protaktor. Selain itu bisa juga dengan menggunakan alat dengan sistem navigasi yang berbasiskan satelit yang biasa disebut sebagai global positioning system atau GPS.

Di zaman di mana semua orang telah memiliki ponsel pintar, hampir semua ponsel pintartelah dilengkapi dengan penangkap sinyal satelit. Walaupun ponsel kita tak mendapatkan sinyal seluler atau internet, sinyal satelit akan tetap didapatkan. Karena hampir seluruh permukaan bumi tercakup areanya. Jadi kita bisa memanfaatkan teknologi GPS ini melalui ponsel yang kita miliki.

Salah satu aplikasi yang bisa kita manfaatkan untuk bernavigasi tanpa sinyal internet atau secara offline adalah Google Maps. Hal-hal yang perlu dipersiapkan dan dilakukan akan dirangkum dalam langkah-langkah berikut ini.

1. Memiliki Akun Google

Hal pertama tentunya kita harus memiliki akun Google. Karena dengan akun ini kita selanjutnya bisa menggunakan aplikasi-aplikasi selanjutnya.

2. Gambar Jalur dengan Google My Maps

Google My Maps adalah aplikasi bawaan Google. Berfungsi untuk membuat peta versi kita sendiri. Di sini kita bisa membuat legenda peta tersendiri. Memberi tanda, menarik garis, atau memberikan keterangan apap pun pada peta. Lalu menyimpannya.

Aplikasi ini bisa dibuka melalui browser di alamat mymaps.google.com atau mengunduh dan memasangnya pada ponsel pintar kita. Tinggal buka Google Play Store pada perangkat Android maupun penyedia layanan sejenis untuk perangkat tipe lainnya.

Dalam kondisi online, selanjutnya kita tinggal membuka area peta gunung yang akan didaki. Tampilkan dalam bentuk topografi. Kemudian gambar jalur perjalanan yang akan ditempuh maupun keterangan-keterangan lain yang diperlukan. Dan yang terakhir, simpan hasilnya.

Google My Maps Saat Dibuka Melalui Browser di Layar Komputer Keterangan yang Dilingkari Merah : 1. Judul Peta yang Dibuat; 2. Tempat Memilih Tampilan Peta, Topografi atau Satelit; 3. Tools Tempat Menggambar Tambahan Informasi

3. Download Maps Area

Masih dalam kondisi online, download area peta tempat kita berkegiatan atau mendaki gunung.

Langkahnya : Menu >> Offline Maps >> Select Your Own Map >> pilih area yang diinginkan >> Download

Baca juga:   Aplikasi Software dan Peta Digital Untuk Merencanakan Perjalanan

Peta yang sudah diunduh ini secara otomatis akan tersimpan dalam ponsel kita. Google Maps secara otomatis akan mengenalinya walaupun tak ada sinyal internet.

Pada prinsipnya, sinyal internet hanya dibutuhkan untuk menampilkan gambar peta. Sedangkan sinyal satelit hanya bisa menampilkan posisi dari ponsel kita. Kedua hal inilah yang dipadukan jika ponsel kita tak mendapatkan akses data seluler ataupun internet.

1. Memilih Offline Maps
2. Select Your Own Map
3. Download

4. Buka Peta Jalur My Maps di Google Maps

Google Maps tidak memiliki fitur untuk menyimpan informasi Google My Maps secara offline. Tapi hal ini bisa kita lakukan dengan sedikit improvisasi. Caranya adalah dengan membuka peta yang telah kita buat saat ponsel masih terhubung dengan internet.

Langkahnya : Menu >> Your Places >> Maps >> pilih peta yang telah digambar sebelumnya.

Pilih Your Places
Pilih Peta yang Telah Dibuat

5. Otomatis Jalan

Sekarang Google Maps sudah bisa kita gunakan. Biarkan peta yang kita buat tetap terbuka. Jangan pernah ditutup. Cukup dikecilkan atau minimize saja jika diperlukan. Karena jika ditutup, informasi yang ada di Google My Maps akan hilang dan tak akan bisa dibuka lagi jika tak ada internet.

Jika tertutup secara tak sengaja, Google Maps sebenarnya tetap bisa kita gunakan. Gambar peta akan tetap bisa ditampilkan secara offline karena kita sudah mengunduhnya. Begitu juga dengan posisi kita, akan tetap ditampilkan karena memakai sinyal satelit. Hanya informasi jalur atau legenda peta yang kita buat di Google My Maps saja yang tidak ditampilkan.

6. Aplikasi Tambahan (Kompas, Altimeter)

Walaupun Google Maps telah bisa kita gunakan secara offline, tak ada salahnya kita menggunakan alat-alat tambahan lainnya. Kalau saya pribadi menggunakan tambahan aplikasi kompas dan altimeter. Kedua aplikasi ini juga bekerja tanpa menggunakan sinyal internet.

Kompas diperlukan untuk mengetahui arah mata angin di lapangan atau di medan sebenarnya. Sedangkan altimeter bisa digunakan untuk memastikan ketinggian kita dari permukaan laut. Google Maps, kompas, dan altimeter jika dipadukan akan semakin memantapkan navigasi kita.

Jangan lupa pula, pastikan ponsel yang kita pakai memiliki tenaga yang cukup. Power bank atau baterai tambahan tetap perlu dipertimbangkan untuk dibawa selama melakukan perjalanan.

Baca juga:   Navigasi Darat Sembari Nostalgia

7. Teknik Dasar Navigasi

Hal terakhir yang paling penting dan tak boleh dilupakan adalah memahami teknik-teknik dasar navigasi.

Selain aplikasi di atas, kemampuan kita membaca medan tetap masih diperlukan. Membaca beda ketinggian, menentukan lembahan dan punggungan, atau memperkirakan jarak di medan sebenarnya. Tentu hal ini akan semakin bisa terus diasah melalui pengalaman.

Jadi, kapan kita menambah pengalaman? Ayo, mendaki gunung lagi! []

 

Oleh I Komang gde Subagia