EARTH HOUR 2018: Satu Jam Jangan Hanya Menjadi Seremonial, Jadikan Sebagai Gaya Hidup!

Earth Hour pertama kali dicetuskan oleh Word Wide Fund for Nature (WWF) dan Leo Burnett pada tahun 2007. Bertempat di Sydney. Earth Hour muncul didasari atas keprihatinan atas perubahan iklim yang terjadi begitu cepat, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim, tercetuslah aksi penghematan penggunaan listrik dengan mematikan lampu-lampu penerangan maupun peralatan listrik lainnya selama kurang lebih satu jam.

EARTH HOUR 2018: Satu Jam Jangan Hanya Menjadi Seremonial, Jadikan Sebagai Gaya Hidup!

Tahukah kalian bahwa tanggal 24 Maret merupakan waktu ‘istirahat’ sejenak bagi Planet Bumi ? aksi ini dinamakan Earth Hour, perayaan Earth Hour merupakan sebuah gerakan global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk mematikan lampu dan alat elektronik selama 1 jam.

Semua pihak diajak untuk melakukan aksi nyata tersebut, untuk mengubah gaya hidup dengan mengurangi jejak ekologis dan emisi gas rumah kaca demi hemat energi, dan kelestarian bumi dengan mematikan lampu dan alat elektronik selama satu jam yakni pukul 20.30 – 21.30 waktu setempat

Penasaran ngga sih sebenarnya apa itu Earth Hour dan apa yang harus kamu lakukan? Simak artikel ini sampai habis…!!!

Sejarah Earth Hour

Earth Hour pertama kali dicetuskan oleh Word Wide Fund for Nature (WWF) dan Leo Burnett pada tahun 2007. Bertempat di Sydney.

Earth Hour muncul didasari atas keprihatinan atas perubahan iklim yang terjadi begitu cepat, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim, tercetuslah aksi penghematan penggunaan listrik dengan mematikan lampu-lampu penerangan maupun peralatan listrik lainnya selama kurang lebih satu jam.

Pada tahun 2008, aksi Earth Hour telah diikuti 35 negara melalui kota utamanya, termasuk Indonesia. Sedangkan pada tahun 2012 telah tercatat 7.000 kota di 152 negara yang ikut serta dalam gerakan aksi ini.
Indonesia mulai mengadakan gerakan Earth Hour pada 2009. Aksi padam lampu itu mendapat respon positif dari masyarakat dan pemerintah, pemerintah pun mendukung penuh gerakan hemat listrik tersebut
Tiga tahun berselang, gerakan padam lampu itu semakin menarik perhatian dunia. Sebanyak 192 negara pada Konferensi Perubahan Iklim Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kopenhagen, Denmark, sepakat mengadakan kampanye Earth Hour di seluruh dunia, dan Earth Hour 2011 adalah Earth Hour pertama yang melampaui waktu pemadaman satu jam.

https://alamendah.org/2011/03/04/earth-hour-2011-setelah-1-jam-jadikan-gaya-hidup/

Cara Sederhana Menghemat Listrik

Dibalik aksi pemadaman listrik selama 60 menit, sebetulnya ada tujuan utama yang ingin dicapai. Tujuannya adalah mengajak publik untuk melakukan perubahan gaya hidup yang sederhana dan murah yaitu hemat energi karena ketergantungan manusia terhadap listrik terus meningkat dari waktu ke waktu.

Sedangkan, sebagian besar dari pembangkit listrik itu berbahan akar fosil seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam yang menghasilkan gas rumah kaca pemicu pemanasan bumi (Global Warming). Sebagian besar dari peningkatan ini dikarenakan penggunaan bahan bakar fosil yang mana banyak menghasilkan karbondioksida dan gas rumah kaca ke atmosfer bumi. Global Warming sendiri berdampak pada cepatnya proses pencairan es di kutub sehingga memicu naiknya permukaan air laut. Jadi, jangan heran jika makin lama daratan di Bumi ini semakin tenggelam.

Selain itu, Global Warming juga menjadi salah satu pemicu kebakaran hutan, pemutihan karang, perubahan iklim dan peningkatan potensi kepunahan keanekaragaman hayati terutama yang hidup di daerah tropis.
Aksi nyata dari Earth Hour merupakan salah satu cara untuk mewujudkan terjadinya efisiensi energi yang ramah lingkungan

“Sadarkah kamu, ternyata dengan mematikan listrik selama 60 Menit, kamu telah ikut andil penghematan biaya listrik negara serta mampu membantu memenuhi kebutuhan listrik hampir 900 desa,” – Novia Avoskinbeauty

Tak hanya itu, aksi Earth Hour juga dapat mengurangi emisi karbondioksida yang berarti menambah ketersediaan oksigen di bumi. Secara tidak langsung, aksi ini mengajak masyarakat umum untuk membiasakan diri melakukan gaya hidup yang ramah lingkungan.

Kampanye Earth Hour tahun ini diharapkan bisa menggerakkan lebih banyak pihak untuk melakukan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari untuk kelangsungan sumber daya alam dan planet bumi, bukan sekedar seremonial sesaat. tanamkan dan biasakan diri sendiri untuk bersikap hemat energi dalam kehidupan sehari-hari. Kalian bisa membuktikannya dengan mulai mengubah gaya hidup ramah lingkungan lainnya, seperti mengendalikan penggunaan listrik, hemat penggunaan kertas atau tisu, aktivasi transportasi publik, dan mengurangi potensi sampah.

Sumber:
Https://www.cnnindonesia.com/nasional/20160319200240-20-118489/mengenal-earth-hour-gerakan-hemat-energi-dunia
http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2016/03/19/500939/jangan-lupa-hemat-listrik-anda-selama-1-jam-malam-ini
https://en.wikipedia.org/wiki/Global_warming
https://hype.idntimes.com/fun-fact/luh-de-dwi-jayanthi/ini-keuntungan-kamu-ikutan-earth-hour-c1c2/full


Tulisan oleh Dhuwi Ambarwati (A – 138 – Duri Samsara)