Tumbuhnya Tunas Muda, Gemuruh Langit


Baru beberapa hari sebelum cerita ini dibuat, Pendidikan Dasar Astacala telah melahirkan generasi baru yaitu Gemuruh Langit yang mewakilkan semangat kami yang seperti gemuruh dan langit merupakan perumpamaan tujuan yang akan kami kejar sejauh apapun itu.

Angkatan XXV Astacala -Gemuruh Langit

Mengapa gemuruh? karena disaat kami melakukan sesuatu kami selalu bersemangat dan berteriak sekencang-kencangnya bagai gemuruh yang beradu dengan sunyi nya rimba, termasuk ketika kami dalam kondisi yang tidak menguntungkan, apa pun kami hadapi dengan bersemangat.

“Langit” pada setiap jiwa kami, memiliki tujuan yang akan kami kejar walau sejauh apa pun itu dengan semangat yang berkobar hingga jauhnya langit membentang.

Aku, seorang individu yang hanya mementingkan diri sendiri tanpa ingin mengerti susahnya orang di sekitarku. Di tahun 2016 lalu aku memilih untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Telkom Bandung, di sana aku baru merasakan hiruk pikuk kota Bandung yang ramai dan penuh sesak oleh kendaraan yang membuat aku makin penat. Di tanggal 26 Agustus 2017 aku baru mengenal UKM Astacala, di sana aku dijelaskan sedikit tentang apa arti Mapala dan bagaimana situasi saat berada di alam bebas, dari pertemuan ini lah aku mulai tertarik untuk mengenal lebih jauh keluarga Astacala ini.

Awal mulanya aku bersama rekan yang lain mengikuti pelatihan kegiatan alam bebas yang dikemas dalam bentuk short course. Selain digunakan untuk media pelatihan, short course kami gunakan juga sebagai ajang untuk mengenal Astacala lebih dekat sebelum kami mengikuti Pendidikan Dasar Astacala XXVI (PDA).

Perjalanan ke Lokasi Camp

Hari pertama PDA, tanggal 28 Desember 2017, sebelum kegiatan dimulai kami melakukan doa agar kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar. Setibanya di lokasi, segera saja kami melakukan navigasi untuk menentukan titik start . Butuh waktu yang tidak sebentar bagi kami untuk menentukan lokasi kami.

Dari hasi diskusi bersama teman-teman,kami menemukan lokasi tempat pertama kami memijakkan kaki di lokasi PDA yaitu Desa Cempaka Mulya

Perjalanan pun dilanjutkan, sekitar tiga jam, kami tiba di camp peleton dimana 33 siswa PDA dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, kelompok peleton yang di komandani oleh Saskia dan kedua, kelompok gunung hutan yang dikomandani oleh Verli

Kelompok gunung hutan segera beranjak dari lokasi camp peleton selepas pembagian kelompok untuk menuju lokasi camp gunung hutan.

 

GUNUNG HUTAN

Sepanjang perjalan menuju tempat tujuan banyak kendala yang menghampiri kami tapi semua itu berhasil kami lalui dengan semangat yang tinggi sesuai dengan nama kami “GEMURUH LANGIT”.

Siswa PDA XXVI Mempelajari Materi Botani dan Zoologi

Tak terasa senja pun tenggelam bersamaan dengan energi kami yang makin lama makin terkuras. Namun melihat paras saudara-saudara kami yang lelah itu seperti terbayar energi yang tadinya habis seperti terisi kembali, akhirnya setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan kami pun tiba di lokasi. Beruntung hari ini alam masih bersahabat dengan kami. Cuaca yang mendukung serta tiupan angin yang tidak terlalu kencang membuat kami bersyukur kepada semesta.

Malam semakin larut semua aktifitas dihentikan dan tiba waktunya bagi kami untuk tidur. Entah kenapa malam itu berbeda dengan malam-malam kami sebelumnya. Malam itu begitu dingin namun penuh kehangatan, malam itu begitu sunyi namun penuh dengan suara- suara alam, malam itu begitu gelap namun sinar dari bintang dan juga rembulan seperti lampu sorot yang menyoroti camp kami tanpa ada kata bosan.

Fajar pun mulai menunjukan batang hidungnya. Kami pun meninggalkan hutan dan  melanjutkan perjalanan menuju camp peleton, terlihat senyum menghiasi wajah saudara-saudara kami.

Rasa lelah dan juga penat seperti tidak terlihat pada raut mereka yang tertutupi oleh senyum bahagia. Rasa solidaritas perlahan-lahan mulai tumbuh diantara kami. Semua ego yang sebelumnya menjadi masalah utama perlahan-lahan mulai takluk oleh kebersamaan dan juga kekeluargaan yang tercipta berkat kekompakan kami semua.

Sepertinya kalimat “kami hanya mengantarkan alam yang mengajarkan” mulai kami rasakan alam seperti mengajari kami arti dari kekeluargaan dan juga indahnya kebersamaan.

“Cuaca pagi ini begitu cerah sepertinya alam benar benar mencintai kita!” kata salah seorang di antara kami sebelum meninggalkan lokasi.

PELETON

Sebelum kami kembali ke peleton, kami melewati jalur baru yang sebelumnya belum pernah kami lewati. Perjalanan yang cukup panjang kembali kami tempuh, seringkali beberapa saudara kami tertinggal cukup jauh dibelakang, semangat mereka mulai luntur oleh jauh nya perjalanan menuju peleton.

Setelah perjalanan yang cukup lama, akhirnya kami sampai di peleton dan tongkat komando diambil alih oleh Wau. Kedisplinan sangat ditekankan oleh komandan yang satu ini, acap kali kami kurang disiplin dalam hal waktu dan kebersihan, masih banyak ditemukan sampah plastik seperti serpihan tali rafia dan potongan plastik.

Sudah dua hari kami di peleton, kami merasakan rasa kekeluargaan kami semakin erat, hangatnya api unggun di malam hari sembari ditemani sinar purnama yang membasahi jiwa kami, disanalah kami mendapatkan waktu untuk bersama, bercerita, bersenda gurau, dan saling berbagi keluh kesah.

MALAM TERAKHIR SEBELUM PENUTUPAN

Camp peleton menyimpan banyak cerita, disana tempat kami mulai mengenal satu dan yang lainnya. Disana juga lah tempat dimana kami menemukan nama “Gemuruh Langitnama yang begitu sakral buat kami.

Awalnya kami sempat menemukan berbagai macam nama yang mungkin akan dipakai seperti fajar taifun,benang rimba ataupun kolam cinta namun karena mayoritas dari kami memilih Gemuruh Langit alhasil nama gemuruh langitlah yang kami pakai.

Penutupan PDA XXVI

Akhirnya saat-saat yang kami nantikan telah tiba. Hari yang sangat bersejarah dan tak akan terlupakan bagi kami hingga kapan pun. Pada tanggal 31 Desember 2017 di Bumi Perkemahan Gunung Puntang, upacara penutupan Pendidikan Dasar Astacala XXVI berjalan dengan sangat khitmad walaupun diiringi dengan kerasnya hembusan angin. Kami berbaris sesuai dengan nomor siswa kami dengan sikap siap sambil mengikuti jalannya upacara, sang saka merah putih didampingi oleh bendera Astacala berkibar mengikuti hembusan angin yang seperti bersemangat di hari itu.

Di depan seluruh anggota Astacala lintas angkatan yang hadir, panitia, dan tamu undangan, Badan Pendidikan dan Latihan Astacala membacakan surat ketetapan  yang mengangkat kami, 33 siswa PDA XXVI, menjadi anggota muda Astacala dengan nama angkata “ GEMURUH LANGIT” yang mewakilkan semangat kami yang berkobar sejauh langit membentang. Dengan ini tunas muda bukan menemukan akhir akan tetapi menemukan awal dari perjalanannya bersama keluarga baru mereka.

 

ASTACALA !!!!!!!!!

 

Tulisan Oleh : Satrio Tu Bagus (AM-017-GL)