Kami Hanya Mengantarkan, Alam yang Mengajarkan

Related Articles

Kami keluarga besar Astacala mengucapkan turut berbelasungkawa atas kejadian yang menimpa rekan-rekan dari Mapala Unisi. Pendidikan Dasar atau Diksar adalah kegiatan yang dimiliki seluruh Organisasi Pecinta Alam, sebagai bentuk penyamaan persepsi dan pelatihan hal-hal dasar yang diperlukan dalam berkegiatan alam terbuka. Dalam pendidikan inilah seorang calon anggota dilatih untuk memiliki keterampilan dasar berkegiatan alam bebas, memiliki semangat juang, jiwa korsa dan mental yang kuat. Pendidikan Dasar dibuat untuk mempersiapkan calon anggota yang kelak akan lebih sering berkegiatan di alam terbuka setelah resmi menjadi anggota.

Sebagai salah satu Organisasi Pecinta Alam, Astacala juga melaksanakan Pendidikan Dasar. Pendidikan Dasar Astacala memegang teguh semboyan ‘Kami hanya mengantarkan, alam yang mengajarkan’. Alam adalah sebaik-baiknya guru, tanpa bicara ia mampu menghantarkan dingin dan memaparkan panas. Tanpa menghukum ia mampu menekuk lutut keangkuhan manusia. Tanpa makian ia membuat seseorang meringkuk dalam kantung tidur. Ia akan mengajarkan betapa waktu begitu sering diabaikan. Ia juga akan membelalakkan mata seseorang bahwa ketika sekelompok orang bersatu pun masih tak sebanding dengan kekuatannya.

Kami, yang telah lebih dulu menjadi bagian dari Astacala hanya mengantarkan. Sebagaimana seorang pengantar pada umumnya. Bertanggungjawab untuk menjaga keselamatan orang-orang yang diantar. Menyampaikan pesan-pesan yang disampaikan alam, melalui evaluasi dan pengarahan harian.

Kami berada di tempat yang sama. Dingin hujan sama menusuknya, panas matahari sama menyengatnya, duri-duri pun sama mengoyaknya. Kegiatan alam terbuka memiliki banyak potensi bahaya. Sebagai pengantar kami tentu harus memastikan keamanan calon anggota kami, bukan sebaliknya.

Tindakan pencegahan dilakukan sejak dini, mulai dari pemberian materi pertolongan pertama kepada seluruh calon anggota, sampai pada mengasuransikan seluruh calon anggota. Saat operasional berlangsung, pencegahan dilakukan dengan memegang teguh SOP (Standard Operational Procedure) yang tentunya mengutamakan keselamatan, termasuk didalamnya membawa tim medis, menyediakan jalur evakuasi terdekat menuju ke klinik atau rumah sakit yang sebelumnya telah dikoordinasikan untuk siaga selama operasional berlangsung.

Pencegahan tidak selesai seiring dengan selesainya operasional pendidikan dasar, pasca operasional seluruh anggota baru maupun calon anggota yang belum berhasil menyelesaikan pendidikan dasar masih dipantau perkembangan fisiknya hingga kembali dengan selamat.

Apa yang telah terjadi tak bisa kita ubah, mari kita saling mengendalikan emosi. Mendoakan agar proses yang sedang berlangsung dapat dijalankan sebaik mungkin. Juga mendoakan para korban dan keluarganya. Semoga para korban tenang di sisi-Nya dan keluarga korban diberikan kesabaran.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Menarik

Perjalanan Si Bolenk (Episode 2 : Gunung Tujuh)

Menuju Gunung Tujuh Pagi ini kami mulai berkemas. Berbeda dari hari-hari sebelumnya yang sering mendung, cuaca hari ini cukup cerah. Mentari yang bersinar sedari tadi...

Memperkecil Resiko Kerusakan dan Korban Gempa

Belakangan ini, negeri kita sering mengalami musibah gempa bumi. Aceh, Nias, Jogja, Pangandaran, Tasik, dan yang terakhir di Padang. Hal itu tentu membuat kita...

KHI, Another Way to Love Indonesia

Untuk menghancurkan suatu bangsa atau negara, maka hancurkan ingatan (sejarah) generasi mudanya! Zaman yang selalu bergerak dan global, tak bisa dipungkiri menyebabkan banyak generasi...