Materi Kelas Pendidikan Dasar Astacala XXV: Gunung Hutan dan Survival, Prinsip Dasar Berkegiatan dan Bertahan Hidup di Gunung

Materi kelas Gunung Hutan dan survival sendiri diadakan sebagai bekal yang nantinya akan siswa implementasikan pada Praktik Besar, tahap akhir rangkaian PDA XXV.

Materi Kelas Pendidikan Dasar Astacala XXV: Gunung Hutan dan Survival, Prinsip Dasar Berkegiatan dan Bertahan Hidup di Gunung

Bandung (3 Desember 2016) – Materi kelas Gunung Hutan dan Survival yang dilaksanakan pada Kamis, 1 Desember 2016 adalah adalah salah satu rangkaian Pendidikan Dasar Astacala (PDA) XXV. Materi kelas Gunung Hutan dan survival sendiri diadakan sebagai bekal yang nantinya akan siswa implementasikan pada Praktik Besar, tahap akhir rangkaian PDA XXV.

Samuel Aditiya (A – 120 – AF) sebagai pemateri Gunung Hutan dan Survival menjelaskan berbagai macam prinsip dasar Gunung Hutan seperti SOP (Standar Operasional Perjalanan) Astacala dalam kegiatan Gunung Hutan, teknik pembuatan api, pembuatan shelter, dan lain lain. Materi ini berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Para siswa diajarkan untuk dapat berkegiatan di gunung hutan.

dsc_0448
Pemateri menjelaskan teknik pembuatan api

Setelah sesi Gunung Hutan selesai, sesi selanjutnya yaitu materi survival. Survival dilakukan ketika keadaan terburuk terjadi, dimana seseorang sudah kehabisan logistik dan harus memanfaatkan segala sesuatu yang berada di alam untuk bertahan hidup.  Pada materi survival, siswa diajarkan bagaimana cara membuat bivak alam, yaitu membuat shelter dari batang kayu, daun pakis dan daun pisang. Kemudian pemateri menjelaskan tidur kalong. Tidur kalong adalah tidur tetapi terjaga, yaitu kondisi dimana kita terpaksa untuk tidur di atas pohon dengan menggunakan ponco dan webbing untuk menghindari bahaya, seperti adanya tanda-tanda hewan liar dan juga menghindari bahaya laut pasang jika kita berada di pinggir pantai.

Setelah selesai materi kelas Gunung hutan dan survival, siswa di persilahkan untuk bertanya kepada pemateri. Pemateri berpesan untuk tetap semangat mengikuti setiap rangkaian PDA XXV dan diharapkan siswa menjaga kebersamaan antar siswa sampai dengan penutupan PDA XXV nanti.


Tulisan oleh Wahyu Ramadhan (AM – 011 – Cakar Alam)

Foto Dokumentasi Astacala