Seminar Save Orangutan


Bandung (21/11/2015) – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Industri Kreatif (FIK) beserta C.O.P ( Centre for Orangutan Protection) mengadakan seminar tentang orangutan di Indonesia bertajuk “Melawan Asap” pada Rabu (19/11/2015) Bertempat di Aula FIK, Telkom University. Acara dimulai pukul 13.00 WIB dibuka dengan beberapa sambutan dari perwakilan Dekan FIK serta BEM FIK dan pengenalan seputar orangutan.

Sketch Workshop
Sketch Workshop

Orangutan diambil dari kata dalam bahasa Melayu, yaitu ‘orang’ yang berarti manusia dan ‘utan’ yang berarti hutan. Orangutan mencakup dua sub-spesies, yaitu Orangutan Sumatera (Pongo abelii) dan Orangutan Kalimantan (Borneo) (Pongo pygmaeus). Yang unik adalah orangutan memiliki kekerabatan dekat dengan manusia pada tingkat kingdom animalia, dimana orangutan memiliki tingkat kesamaan DNA sebesar 96.4%.

Acara selanjutnya diisi dengan seminar tentang bagaimana keaadan orangutan di Indonesia pasca fenomena kabut asap yang melanda sebagian besar hutan di Kalimantan dan Sumatera yang merupakan habitat asli orangutan. Pembicara dari C.O.P memaparkan bagaimana orangutan di Indonesia kondisinya sangat memprihatinkan dari tahun ke tahun, dimana populasi orangutan semakin menurun. Banyak faktor yang menyebabkan populasi orangutan itu sendiri menurun; seperti pengalihan lahan sawit, kebakaran hutan, perburuan liar, dll. Di akhir seminar sebelum memasuki sesi tanya jawab, pembicara menampilkan pemutaran video singkat berisi bagaimana kondisi orangutan di Indonesia.

Setelah seminar mengenai orangutan,  acara selanjutnya adalah Sketch workshop diisi oleh Bapak Dimas Krisna Aditya S.IP, M.Sn. Beliau mengajarkan bagaimana menggambar orangutan dari perspektif ekspresi emosional orangutan yang menurutnya memiliki kesamaan dengan manusia. “Dalam menggambar suatu objek hidup, mata dan ekspresi muka itu sangat penting,” papar beliau. “Bagaimana caranya kita melihat gambar itu agar lebih hidup?” tambahnya.

Di penghujung acara diisi oleh penampilan teater oleh Hawasemu tentang prilaku orangutan dan bagaimana manusia melakukan orangutan dengan seenaknya.

Acara yang berlangsung cukup menyerap antusias peserta yang hadir. Selain menambah pengetahuan mengenai kondisi terkini tentang orangutan dan peran mahasiswa dalam membantu dan mendukung konservasi orangutan di Indonesia, peserta juga dihibur oleh penampilan seni yang menarik.

Baca juga:   Astacala Gelar Sarasehan Pencinta Alam Untuk Menyelamatkan dan Memulihkan Ekosistem

Tulisan dan foto oleh Wahyu Ramadhan (AM – 011 – CA)