Sebuah Cerita yang Jarang Dinyanyikan

Apa arti pahlawan? Apakah seorang pejuang di zamannya? Petarung ulung yang menjaga negaranya dan menghalau musuh yang menyerang? Saya rasa definisi pahlawan tidaklah sesempit itu. Pahlawan adalah seseorang yang melakukan jasa besar, apapun itu bentuknya. Baik kepada seseorang atau banyak orang.

Mungkin tiap–tiap dari kita memiliki seseorang yang sangat berjasa dalam hidup kita, mungkin juga kita mengenal seseorang yang sangat besar jasanya pada hidup orang–orang di sekitar kita. Sebagai contoh, marilah kita lihat kisah hidup Manjhi Manjhi.

Manjhi Manjhi
Manjhi Manjhi

Manjhi Manjhi adalah seorang buruh ternak. Ia tinggal di sebuah desa kecil yang terisolasi dari daerah lainnya. Desa Gahlaur tempat Manjhi dan istrinya (Falguni Devi) tinggal dikelilingi oleh bukit–bukit berbatu terjal. Tidak ada sekolah, pasar, rumah sakit atau fasilitas umum lainnya di desa ini. Untuk memenuhi kebutuhannya, ia harus mendaki dan menuruni bukit yang begitu jauh.

Pada tahun 1956, Manjhi Manjhi dinikahkan dengan seorang wanita di masa kecilnya. Waktu berlalu dan sebagai orang dewasa ia kembali ke desanya setelah bekerja selama tujuh tahun pada Tambang Dhanbad, saat itulah ia jatuh hati kepada gadis desa yang bernama Falguni Devi. Lebih terkejut lagi dirinya ketika mengetahui kalau gadis itu adalah mempelainya di masa kecil dulu.

Ayah Falguni menolak untuk melepas putrinya kepada Manjhi, karena Manjhi menganggur saat itu. Namun Manjhi bersikeras untuk membawa kembali Falguni ke dalam hidupnya dan mereka berdua tinggal bersama sebagai suami – istri. Falguni melahirkan seorang anak laki–laki dan Falguni kembali mengandung pada tahun 1960.

Suatu tragedi merubah hidup Manjhi. Ketika istrinya (Falguni Devi) sedang hamil besar, ia mengantarkan makanan kepada Manjhi di ladang yang mengharuskannya melewati bukit pada teriknya siang. Saat itu malapetaka menimpa Falguni, ia terjatuh dari bukit sementara Manjhi menunggunya dengan lapar.

Seseorang dari desanya kemudian memberitahu Manjhi kalau istrinya terjatuh dari bukit. Manjhi berlari membawa istrinya yang bersimpah darah dan bergegas membawanya ke rumah sakit terdekat sejauh tujuh puluh kilometer. Sesampainya di sana dia telah dinyatakan meninggal, namun bayi perempuannya masih bisa diselamatkan.

Manjhi mencintai istrinya lebih dari apapun di dunia. Saat–saat itu sangat berat bagi Manjhi. Tak ada daya dan upaya yang dapat dilakukannya untuk menyelamatkan Falguni Devi dari maut. Setelah kejadian itu Manjhi mengutuk bukit itu dan bersumpah akan membelahnya menjadi dua.

“Cinta saya kepada istri saya adalah percikan awal yang telah menyalakan api keinginan saya untuk memahat jalan ini.” Kata Manjhi.

Berbekal palu dan pahat, dia mulai meretakkan bukit itu sedikit demi sedikit. Pada awalnya para penduduk desa mengejek perbuatannya dan menganggapnya menjadi gila setelah kehilangan istrinya. Namun Dashrath tidak menghiraukan komentar mereka dan terus memahat bukit itu.

Bahkan ketika kekeringan melanda dan penduduk desa mengevakuasikan diri ke tempat lain, Manjhi tetap memahat bukit itu. Walaupun ia harus meminum air yang kotor dan memakan dedaunan.

Lama kelamaan penduduk luluh hatinya dan mendukung pekerjaan Manjhi. Ada yang memberikan bantuan berupa makanan, ada juga yang memberikan alat. Hingga akhirnya terbentuk sebuah jalan setelah menghabiskan waktu selama 22 tahun yaitu dari tahun 1960 sampai 1982.

Jalan Buatan Dashrath Manjhi
Jalan Buatan Dashrath Manjhi

“Keinginan melihat ribuan penduduk desa melintasi bukit kapanpun mereka ingin, membuat saya sanggup bekerja selama bertahun-tahun tanpa ada rasa takut dan khawatir.”

“Apa yang saya lakukan adalah untuk semua orang. Ketika Tuhan bersamamu, tidak ada yang bisa menghentikanmu. Aku tidak takut akan dijatuhkan hukuman oleh pemerintah atas pekerjaanku ini, sama seperti aku juga tidak mengharapkan imbalan apa-apa dari Pemerintah” tutur Manjhi Manjhi.

Manjhi memahat sebuah jalan sepanjang 110 m, sedalam 7,6 m, dan selebar 9,1 m dengan cara memahat untuk membuat jalan melalui bukit-bukit batu Gehlaur. Jalan ini mengurangi jarak antara Blok Atri dan Wazirganj, Distrik Gaya, dari 55 km menjadi 15 km. Jalan yang terbentuk dari terbelahnya bukit ini cukup lebar untuk bisa dilalui sepeda motor dan gerobak pengangkut barang.

Akhirnya pada tahun 1982 pemerintah turun tangan dan membuat jalan dengan memecah bukit batu dan menamakannya jalan Manjhi Manjhi.

Jalan yang Diselesaikan Pemerintah
Jalan yang Diselesaikan Pemerintah
Tampilan Jalan Dashrath Manjhi dari Satelit
Tampilan Jalan Dashrath Manjhi dari Satelit

Pada 17 Agustus 2007, Manjhi meninggal dunia di Institut Sains Medika India karena kanker kandung empedu pada umur 73 tahun. Pemerintah Bihar melaksanakan pemakaman dengan penghormatan negara untuk Manjhi Manjhi. Sebelum meninggal dunia, Manjhi memberikan cap ibu jarinya dan memberikan izin untuk pembuatan film mengenai hidupnya.

Poster Film Manjhi
Poster Film Manjhi

Walau sudah wafat, jalan yang ia perjuangkan membantu hidup banyak orang. Sekarang orang–orang dapat lebih mudah mencapai desa lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan mencari pertolongan medis. Desa Gahlaur menjadi lebih hidup dari sebelumnya.

Kisah Dashrath Manjhi menceritakan perjuangan yang hampir tidak mungkin dilakukan. Namun dengan tekad yang kuat dan cinta yang dimilikinya kepada Falguni, ia dapat menyingkirkan ketidakmungkinan itu, menyelesaikan misinya, dan membantu banyak orang. Walaupun mendiang istrinya tidak dapat melihat hasilnya, walaupun istrinya tidak akan kembali setelah ia melakukannya, walaupun seluruh dunia menganggapnya gila.

Tulisan oleh Ryan Aminullah (A – 121 – AF)

Sumber Gambar Jalan Buatan Dashrath ManjhiJalan yang Diselesaikan, PemerintahManjhi ManjhiPoster Film Manjhi