Rumahku, Astacala

Related Articles

dirgahayu
Undangan Syukuran 23 tahun Astacala

Tak peduli sebanyak apa letihku tergenang
Bila engkau disisiku, cerita ini kan tetap terkenang
Meski berkali diri terjatuh tersungkur untuk bertemu
Percayalah, langkah kaki ini akan selalu untukmu
Adakalanya peluh ini memanglah terbagi
Tetapi saat kau memanggilku, takkan sanggup ku jauh pergi
Walau aku takkan mampu bersanding
Selama bersama, genggam ini pasti tiada banding

Astacala…
Tanpamu berkalang tanah berhalang kabut
Hingga akhirnya menjadi yang selamanya tersebut
Di kala jingga merambahi langit yang tak lagi biru
Menanti sang gunung yang kokoh tak lagi berseru
Membiarkan sang mentari bersembunyi dan tersipu malu
Di ufuk barat tempat untuk berbaring berlalu
Dalam pejaman mata yang tak lagi kenal dunia
Bersama udara yang tak lagi mengudara

Tulisan oleh Lathifa Rizqy A. (AM – 005 – CA)

Gambar M. Nuruzzamanirridha (A – 119 – AF)

More on this topic

Comments

Popular stories

Sponsor dan Media Partner TUSCC 2017

Terima kasih kepada seluruh pihak-pihak yang telah mendukung kegiatan Telkom University Sport Climbing Competition 2017. Kami tunggu kehadirannya di acara ini!   Astacala Proudly Present ''TELKOM UNIVERSITY SPORT...

Astacala Membantu Permasalahan Sampah di Situ Cisanti

Marilah kita ikut menjaga kelestarian Hulu Citarum agar tetap terjaga paras cantiknya. Bukankah terlalu jauh jika kita berbicara Sungai Citarum yang lestari jika hulunya saja masih tercemar bukan?

Jika Keselamatan Alam Terancam – Pemerintah Harus Tegas dan Konsekuen

        Langkah recovery dengan gerakan selamatkan alam Bali idealnya menjadi{nl}momentum baru untuk membentengi Bali. Gerakan ini layak menjadi budaya{nl}bagi masyarakat Bali di tengah...