Temu Wicara Kenal Medan XXVI


Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) merupakan forum silaturahmi akbar para Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi se-Indonesia yang dilakukan setiap tahun dengan tujuan dapat melahirkan suatu gagasan untuk masalah internal organisasi, sosial dan lingkungan, serta ajang sharing ilmu kepecinta-alaman antar peserta. Dalam Perkembangannya TWKM telah dilakukan selama 25 tahun terhitung sejak pertama kali diselenggarakan oleh Madawirna (Mahasiswa Pecinta Alam IKIP Yogyakarta yang sekarang menjadi Universitas Negeri Yogyakarta) pada tahun 1988.

cover

Di Tahun 2014 forum TWKM memasuki penyelenggaraan yang ke-26 yang dilaksanakan di Universitas Lampung, Provinsi Lampung. Sebagai penyelenggaranya Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Lampung mengusung tema

“Peran Mapala di Perguruan Tinggi se-Indonesia Sebagai Inisiator dan Penggerak Tanggap Bencana Serta Peduli Lingkungan Hidup”

TWKM XXVI ini dilaksanakan dari tanggal 1 – 7 Desember 2014. Kegiatan ini diawali dengan Studium General/Kuliah Umum yang bertempatan di Gedung Serba Guna Universitas Lampung yang dibuka oleh perwakilan Gubernur Lampung dan perwakilan Rektor Universitas Lampung. Hadir pula didalamnya perwakilan Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) dan Dr. Ir. Tachrir Fathoni, M.Sc selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Beliau Menjelaskan kesinergian kegiatan Mapala dan pemerintah sangat diperlukan dalam upaya Tanggap Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup. Banyaknya kejanggalan yang dilakukan para oknum di dalam Pemerintahan selaku decision maker dan eksekutor merupakan budaya Indonesia yang harus diubah. Karenanya Mapala selaku organisasi yang kegiatannya selaras dengan pemerintah dituntut untuk mengambil peran sebagai Agent Of Chance dan Agent Of Control agar Indonesia kedepannya dapat menjadi negara berkualitas baik dalam segi SDA-nya maupun SDM-nya.

dalam pelaksanaannya TWKM ini dihadiri oleh 197 Organisasi Pecinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia yang didalamnya Universitas Telkom ikut berperan yang diwakili oleh PMPA ASTACALA Universitas Telkom.

*********

Temu Wicara TWKM XXVI

Temu Wicara merupakan ajang pertemuan tahunan para pimpinan Mahasiswa Pecinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia, yang akan membahas kondisi internal dan eksternal organisasi sekaligus pembahasan isu strategis terkait persoalan lingkungan hidup dan pengelolaan bencana oleh seluruh organisasi Pecinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia guna menyatukan presepsi dan gagasan dalam upaya memetakan solusi atas permasalahan lingkungan hidup dan pengelolaan bencana yang terjadi di setiap tahun di tiap daerah.

Baca juga:   Cerita Sarung Bag

Temu Wicara TWKM XXVI dilaksanakan dari tanggal 2 – 5 Desember 2014 bertempat di Desa Sumberagung Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung

Studium General TWKM XXVI
Studium General TWKM XXVI

Di dalam kegiatannya terdapat sidang pleno guna pelaporan pertanggungjawaban dari tuan rumah beserta para perangkat TWKM tahun sebelumnya (Pusat Koordinasi Daerah dan Pusat Koordinasi Nasional 2013) yang telah dilakukan di Ambon. Di sini juga diputuskan sidang dibagi menjadi rapat komisi yang terdiri dari rapat komisi A dan Rapat Komisi B. Rapat Komisi A membahas tentang masalah – masalah internal organisasi mapala, sedangkan Rapat KOmisi B membahas tentang isu sosial dan lingkungan yang dibawa oleh perwakilan dari setiap pusat Koordinasi Daerah (PKD).

Dalam pelaksanaannya seluruh di rapat komisi B seluruh PKD memaparkan isu yang sedang berkembang didaerahnya masing – masing dengan data yang akurat. Terdapat 12 isu lingkungan yang sangat memprihatinkan yang nantinya akan dari ke 12 isu daerah itu akan diangkat menjadi isu nasional. Astacala yang diamanatkan menjadi Pusat Koordinasi Daerah Jawa Barat 2014 mengangkat isu eksploitasi Chevron dengan Mapala Gunati Cirebon yang mempresentasikan isu tersebut (pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Gunung Ciremai, Jawa Barat) karena banyaknya kepentingan masyarakat setempat yang diabaikan guna mensukseskan proyek yang dimenangkan oleh Chevron.

Setelah semua rapat komisi selesai, agenda acara temu wicara masuk ke sidang paripurna. semua hasil rapat komisi diputuskan dan ditetapkan di sini. salah satunya Kebakaran hutan di Provinsi Riau diputuskan menjadi isu yang di angkat menjadi isu Nasional. Setelah itu dilakukan pencalonan dan pemilihan perangkat-perangkat TWKM. Tuan RUmah TWKM tahun 2015 mendatang dengan sukses dipercayakan kepada Mapalaska (Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Singaperbangsa Kerawang), untuk Pusat Kordinasi Nasional setahun ke depan dipercayakan kepada akardia (Mahasiswa Pecinta Alam UIN Jakarta), sedangkan Pusat Kordinasi Daerah Jawa Barat setahun kedepan di amanahkan kepada Barawana (Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Unjani Cimahi).

Kenal Medan TWKM XXVI

Kenal Medan merupakan pertemuan para anggota Mahasiswa Pecinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia, dalam rangka pengembangan cakrawala ilmu kepecintaalaman dan pengembangan minat dan bakat melalui aktivitas olahraga alam bebas sekaligus sebagai instrumentasi dalam rangka menumbuhkan kepekaan sosial, kecintaan kepada tanah air dan lingkungan hidup.

Baca juga:   [Video] Pengabdian Masyarakat Astacala untuk Pasir Jambu 2015

Terdapat 5 Kenal Medan pada TWKM XXVI yang dilaksanakan serentak pada tanggal 2 – 5 Desember yaitu

  • Gunung Hutan (Mountainering)

Lokasi : Gunung Pesagi (2230 mdpl), Balik Bukit, Lampung Barat

Materi : Pemetaan 3D

  • Panjat Tebing (Rock Climbing)

Lokasi : Tebing Margodadi, Padang Cermin, Pesawaran

Materi : Vertical Rescue

  • Goa (Caving)

Lokasi : Goa kali Mahnai, Pahmungan, Pesisir Barat

Materi : Pemetaan Goa 3D

  • Arung Jeram (Rafting)

Lokasi : Way Semaka, Tanggamus

  • Penyelaman (Diving)

Lokasi : Perairan Teluk Lampung

Materi : Sertifikasi

***********

Di hari ke-6 Semua peserta di mobilisasikan kembali ke Universitas Lampung untuk beristirahat dan di hari ke-7 Penutupan dilakukan di gedung Gedung Serba Guna Universitas Lampung.

Langkah ke-100 akan tercapai dari 1 langkah kecil dan langkah – langkah berikutnya.

Besar Harapan dari para peserta TWKM agar TWKM kedepan akan menjadi lebih baik dan lebih berbobot dari TWKM sebelumnya.

“Bumi Bukanlah Warisan Nenek Moyang kita yang bisa dihabiskan sesuka hati kita, melainkan Bumi ini merupakan Titipan Anak Cucu Kita yang Harus dijaga dan dilestarikan”

Lestari . . .[]

Tulisan oleh Arnan Tri Arminanto (A – 098 – AP)