Perjalanan PDA XXIII


Pendidikan Dasar Astacala XXIII
Pendidikan Dasar Astacala XXIII

Jika kamu bisa membaca sambil duduk, mengapa tidak mencoba membaca sambil meloncat untuk keluar dari zona nyaman dan ingin sesuatu yang baru. Mungkin inilah alasan sebagian besar mahasiswa Telkom University mengikuti Pendidikan Dasar Astacala (PDA) XXIII, mencoba hal baru. Terhitung mulai dari tanggal 30 Oktober 2014 sampai dengan 13 November 2014, tercatat 98 mahasiswa yang mengambil formulir PDA XXIII yang terdiri dari berbagai macam jurusan, suku dan agama. Rangkaian acara yang akan mereka jalani diawali dengan pendaftaran dan wawancara, kemudian dilanjutkan upacara pembukaan, tes fisik, latihan fisik, materi kelas, hingga praktek kecil dan praktek besar.

14 November 2014, Upacara Pembukaan PDA XXIII dipimpin oleh Komandan Lapangan yakni Jefri Yoseph (A – 114 – MG) dan pembina upacara Bayu Wicaksono (A – 77 – JR). 56 siswa mengikat slayer orange yang menandakan mereka resmi menjadi siswa PDA XXIII. Upacara Pembukaan ini dilanjutkan dengan materi keorganisasian yang dibawakan oleh Arnan Tri Arminanto (A – 098 – AP) dan kemudian Handung Dwipayana (A – 088 – JR) membawakan materi Lingkungan Hidup.

Materi Lingkungan Hidup
Materi Lingkungan Hidup

Seiring berjalannya waktu, latihan fisik rutin dilaksanakan 3x seminggu oleh siswa dan para anggota Astacala sendiri. Di sela-sela latihan fisik, dilakukan penyampaian materi Navigasi Darat yang dibawakan oleh Bayu Wicaksono (A – 077 – JR) dan Blasisus FDSW (A – 080 – JR) yang membawakan materi Manajemen Perjalanan pada tanggal 18 November 2014. Selain kedua materi tersebut, diberikan pembekalan materi Gunung Hutan dan Survival oleh Fitra Ariffanto (A – 108 – LH) serta pemberian Materi PPGD oleh rekan rekan dari Unit KSR Telkom Unversity.

Praktek Kecil Navigasi Darat

Sabtu, 29 November 2014, diselenggarakan praktek kecil PDA XXIII di Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) yang terletak di Desa Gambung, Kecamatan Pasir Jambu, Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian acara yang wajib diikuti siswa sebagai syarat dalam penerimaan anggota Astacala. Kegiatan ini berguna memperkenalkan siswa kepada alam bebas dan juga bertujuan untuk mempraktekkan materi kelas yang telah didapat agar siswa dapat secara langsung menerapkannya di tempat yang lebih nyata dan tidak hanya mendapatkan sekedar teori saja

Baca juga:   Pembukaan Pendidikan Dasar Astacala XXII
Siswa PDA XXIII
Siswa PDA XXIII

Rombongan sebanyak 32 siswa tiba di lokasi pukul 12.10 dan kemudian dilanjutkan dengan istirahat, sholat, makan (ishoma). Selesai ishoma, siswa melakukan orientasi medan untuk menentukan titik awal sebelum melakukan perjalanan menuju titik camp. Tiba titik camp pukul 16.30, siswa mempersiapkan camp sesusai kelompok yang telah ditentukan oleh panitia.

Hujan deras yang mengguyur dan dinginnya hawa pegunungan saat itu tidak menyusutkan semangat para siswa untuk menyiapkan camp yang aman untuk mereka. Tiap kelompok siswa membagi tugas masing-masing untuk tiap angotanya mulai dari mendirikan camp, memasak dan juga menyiapkan api. Setelah selesai, pukul 23.00 siswa diperkenankan untuk beristirahat guna persiapan kegiatan di hari esoknya.

Hari semakin larut malam, hujan tak kunjung berhenti dan angin pun berhembus semakin kencang sehingga pada tengah malam membuat pohon tumbang yang suaranyanya mengejutkan panitia pada malam itu. Beberapa panitia pun terbangun dan langsung memeriksa para siswa yang sedang beristirahat. Beruntung suara pohon yang mengejutkan tadi tidak di wilayah camp siswa dan keadaan siswa juga tetap aman.

Minggu, 30 November 2014, pukul 05.00 pagi siswa dibangunkan oleh panitia untuk melakukan senam pagi. Selesai senam pagi, siswa diperkenankan untuk sarapan dan packing untuk kemudian diajak ke titik berkumpul. Di titik berkumpul, tiap kelompok siswa berpencar untuk mencari point dan tiap kelompok siswa didampingi oleh 2 orang panitia.

Belajar Navigasi Darat
Belajar Navigasi Darat

Pukul 15.30, rombongan siswa dan panitia menaiki truk dan kembali menuju kampus Telkom University dengan keadaan yang lelah bercampur senang dalam kegiatan ini.

Tulisan oleh Atdriansyah (A – 117 – MG) dan Tri Setiawan (AM – 004 – AF)
Foto dokumentasi Tim