Astacala Mounteneering Course

Astacala Mounteneering Course merupakan kegiatan yang ditunjukan kepada civitas akademi Telkom University, kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu – Minggu, 5 – 6 Oktober 2013. AMC 1 ini mengambil lokasi di Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat. Mengambil Tema “Naik Gunung Tidak Hanya Modal Semangat”, AMC 1 ini sebagai ajang petualangan dan sharing ilmu tentang navigasi dan safety procedure di alam bebas khususnya dunia mountaineering yang semakin naik daun. Dengan berbagai alasan, semakin banyak orang yang naik gunung. Dari Jumlah peserta, AMC 1 ini diikuti oleh 29 orang yang sebagian besar mahasiswa Telkom University dan ada juga beberapa dosen dari ITB.

Menyusuri batuan dan uap belerang

Pada hari pertama kegiatan AMC 1 ini, rombongan panita dan peserta tiba di area parkir kawasan Gunung Papandayan setelah beberapa jam menempuh perjalanan dari kampus Telkom University. Seusai makan siang semua rombongan bergerak menuju Pondok Salada yang memerlukan sekitar 2-3 jam perjalanan menyusuri bebatuan dan uap belerang yang menyembur di kaki Gunung Papandayan.

Di sekitar Pondok Salada inilah rombongan AMC 1 bermalam, tenda – tenda dome didirikan oleh peserta sedikit masuk ke hutan, karena saat itu Pondok Salada begitu ramai pendaki. Malam itu, begitu api unggun terbakar dan iringan lagu – lagu akustik berlangsung membaurkan seluruh panitia dan peserta. Sebagai informasi Pondok Salada adalah sebuah dataran yang cukup luas di ketinggian yang banyak di tumbuhi bunga edelweiss.

Menuju Pondok Salada

Hari kedua acara AMC 1 adalah trekking menyusuri kawasan hutan mati menuju Tegal Alur. Di sepanjang perjalanan kami harus melewati hutan mati yang sedikit berdebu dan panas kemudian melewati beberapa tanjakan yang cukup curam, salah satunya adalah Tanjakan Mamang. Di sela perjalanan menuju Tegal Alur beberapa kali peserta diajarkan cara navigasi darat diantaranya : Orientasi medan dengan membaca kontur ataupun resection (mencari posisi kita di peta) dan intersection (menentukan posisi suatu titik (benda) pada peta dengan menggunakan 2 atau lebih tanda medan yang dikenali dilapangan dan di peta).

Beberapa saat kemudian rombongan mendapati sebuah tanah datar yang sangat luas dan ditumbuhi banyak sekali bunga edelweiss, tak salah lagi inilah Tegal Alur.

Baca juga:   [UPDATE] Peduli Banjir dan Longsor Jawa Barat
Belajar Navigasi
Tegal Alur

Usai AMC 1 ini, Dengan beberapa ilmu yg diberikan, diharapkan semua peserta nantinya dapat melakukan kegiatan pendakian gunung dengan aman dan nyaman.

Jadi, naik gunung atau berkegiatan outdoor tidak cukup hanya bermodal semangat.

Foto bersama peserta AMC 1

“Kami hanya mengantarkan, alam yang mendidik, karena alam adalah guru,sebaik-baiknya guru, alam akan mengajarkan semuanya kepada kita,

Tulisan dan foto oleh Muhammad Amin W.U

  • Keren nih foto-fotonya.

  • Gepeng

    mantap bro! VIVA ASTACALA!!!