Penurunan Tanah Semakin Mengancam, Gunakanlah Air Secara Bijak!


Pernah mendengar isu penurunan permukaan tanah karena air? Kira-kira apa ya hubungannya?

Secara garis besar, lapisan tanah terdiri dari lapisan organik, lapisan kaya organisme, lapisan kaya mineral, lapisan pelapukan batuan menjadi tanah, dan lapisan batuan keras tak tembus air. Sedangkan air tanah merupakan bagian air yang berada pada lapisan permukaan tanah maupun di lapisan dalam tanah. Air tanah dapat kita bagi lagi menjadi dua, yakni air tanah preatis dan air tanah artesis. Air tanah preatis adalah air tanah yang letaknya tidak jauh dari permukaan tanah serta berada di atas lapisan kedap air / impermeable. Air tanah artesis letaknya sangat jauh di dalam tanah serta berada di antara dua lapisan kedap air.

Saat hujan, lapisan-lapisan tanah tersebut akan menyerap air, menyaringnya, dan menyimpannya. Lapisan penyimpan air pun bervariasi, berbeda-beda tergantung dari letak batuan keras, dan lapisan kedap airnya. Kedalaman air tanah tidak sama pada setiap tempat, tergantung pada tebal-tipisnya lapisan permukaan di atas dan kedudukan lapian air tanah tersebut. Volume air yang meresap ke dalam tanah pun tergantung pada jenis lapisan batuannya.

lapisan tanah

Lapisan O, Huruf “O” menujukkan kata “organik”. lapisan ini disebut juga dengan humus. Lapisan ini didominasi oleh keberadaan material organik dalam jumlah besar yang berasal dari berbagai tingkat dekomposisi. Lapisan O ini tidak sama dengan lapisan dedaunan yang berada di atas tanah, yang sesungguhnya bukan bagian dari tanah itu sendiri.

Lapisan A, adalah lapisan atas dari tanah, sehingga diberi huruf A. Kondisi teknis dari lapisan A mungkin bervariasi, namun seringkali dijelaskan sebagai lapisan tanah yang relatif lebih dalam dari lapisan O. Lapisan ini memiliki warna yang lebih gelap dari pada lapisan yang berada di bawahnya dan mengandung banyak material organik. Dan mungkin lapisan ini lebih ringan dan mengandung lebih sedikit tanah liat. Lapisan A dikenal sebagai lapisan yang memiliki banyak aktivitas biologi. Organisme tanah seperti cacing tanah, arthropoda, nematoda, jamur, dan berbagai spesies bakteri dan bakteri archaea terkonsentrasi di sini, dan seringkali berhubungan dengan akar tanaman.

Baca juga:   Pemutaran Film : "Pelangi di Citarum"

Lapisan B, umunya disebut lapisan tanah bawah, dan mengandung lapisan mineral yang mirip dengan lapisan mineral tanah liat seperti besi atau alumunium, atau material organik yang sampai ke lapisan tersebut oleh suatu proses kebocoran. Akar tanaman menembus lapisan tanah ini, namun lapisan ini sangat miskin material organik. Lapisan ini umumnya berwarna kecoklatan, atau kemerahan akibat tanah liat dan besi oksida yang terbilas dari lapisan A.

Lapisan C, dinamakan karena berada di bawah A dan B. lapisan ini sedikit dipengaruhi oleh keberadaan proses pembentukan tanah dari bawah. Lapisan C ini mungkin mengandung bebatuan yang belum mengalami proses pelapukan. Lapisan C juga mengandungmaterial induk.

Lapisan R, didefinisikan sebagai lapisan yang mengalami sebagian pelapukan bebatuan menjadi tanah. Berbeda dengan lapisan di atasnya, lapisan ini sangat padat dan keras dan tidak bisa digali dengan tangan.

Air tanah menjadi salah satu elemen penguat permukaan tanah dan merupakan komponen yang mendukung stabilitas lapisan tanah.

Isu saat ini?

Penurunan tanah di kota-kota besar. Contoh paling nyata? Ditemukan fakta bahwa di Jakarta, tanah amblas 25 cm per tahun karena air tanah yang terus menerus diambil secara berlebihan, tetapi tidak disertai pembuatan serapannya. Akibatnya, banjir yang diakibatkan lebih luas, dan diprediksi permukaan tanah Jakarta bisa menyamai muka air laut. Artinya? Jakarta dapat tenggelam beberapa tahun lagi.

tanah rusak

Semakin lama hal tersebut terjadi, cadangan air tanah preatis dan artesis habis digunakan oleh seluruh kegiatan manusia di bumi ini. Mengapa habis? Karena semakin berkurangnya penyerapan air oleh tanah, karena banyaknya penggunaan lahan serapan untuk bangunan dan perkerasan infrastruktur. Cadangan air tanah dikuras, dan penggantinya, yaitu air hujan yang harusnya diserap tanah malah mengalir jauh, jauh ke laut. Tidak kembali mengisi tempatnya. Jumlah manusia yang semakin banyak mengakibatkan kebutuhan akan air semakin besar. Awalnya, air permukaan seperti air sungai dirasa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, kegiatan di perkotaan seperti industri menyebabkan pencemaran air. Penggunaan air untuk irigasi, perkebunan, dan peternakan, dan kehidupan manusia membutuhkan air dengan kualitas bersih dan sehat. Air tanah preatis dan artesis adalah solusinya.

Baca juga:   Earth Day 2014 Celebration

Mari lakukan hal termudah untuk mencegahnya!!

Mulai dari diri sendiri, mari gunakan air secara bijak! terutama bagi yang menggunakan air tanah dan tinggal di perkotaan, dimana serapan air ke tanah masih sangat kurang. Bukan cuma kita yang membutuhkan air tersebut, tapi juga berbagai organisme di sekitar kita. Yang menanggung kerugiannya bukan hanya manusia sekarang saja, tapi makhluk hidup lain juga. Bahkan kelak, anak cucu kita.

Selain itu, sediakan serapan air mulai dari rumah kita sendiri! Setidaknya, air yang sudah kita ambil dari tanah dapat dikembalikan dalam tanah lagi, menjaga kestabilan tanah kembali. Ingat! Kehidupan bukan cuma milik kita, tapi banyak makhluk hidup lain yang juga ikut membutuhkan air!

berkebun

Hal lain? Tanamlah pepohonan, semak-semak, dan tumbuhan-tumbuhan! Mereka semua mambantu penyerapan air menuju tanah. Selain ikut membantu penyerapan, tentu saja adanya pohon dapat ikut menyeimbangkan kehidupan alam.

Penulis : Bramanti Kusuma Nagari

Gambar : Google Images

Referensi:

http://putroeintan.blogspot.com/2011/08/air-tanah.html

http://3.bp.blogspot.com/CRrSJ9NngJQ/TumYiLe56HI/AAAAAAAAAEg/B7DUJ96S550/s1600/tanah+2.png

http://id.wikipedia.org/wiki/Lapisan_tanah

http://www.antaranews.com/berita/365432/kota-jakarta-ambles-hingga-25-cmtahun