Kelangkaan Air Bersih? Ayo Hemat, Olah, dan Tampung Air!


Air merupakan kebutuhan paling dasar bagi makhluk hidup, dalam konteks ini kita persempit makhluk hidup tersebut adalah manusia. Dalam kehidupan sehari- hari kebutuhan manusia akan air mencapai 80 persen. Manusia membutuhkan air bersih yang matang untuk diminum. Tidak hanya untuk minum, air juga dibutuhkan untuk mandi dan mencuci piranti sehari-hari, misalnya pakaian dan juga piranti makan.

Dilihat dari peta rupa bumi, air merupakan komponen terbesar di bumi dengan presentase mencapai 70 persen berbanding 30 persen dengan daratan. Dengan presentase sebesar itu, seharusnya manusia tidak perlu khawatir kehabisan pasokan air.

Namun, isu yang berkembang saat ini adalah kelangkaan air bersih.

Bagaimana Ini Bisa Terjadi ?

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi baru, bahan deterjen dan sabun ditemukan sebagai pelengkap pembersihan, baik untuk badan maupun peranti sehari-hari.  Namun,air bekas campuran bahan detergen dan sabun tersebut akan menghasilkan limbah. Kemudian, limbah yang berasal dari hasil mencuci tadi dibuang dalam beberapa cara, yaitu langsung menuju selokan untuk kemudian dialirkan ke saluran kota, diolah kemudian dibuang melalui saluran kota dan diolah penuh di tempat. Sesungguhnya teknologi untuk pengolahan kembali air kotor sudah ditemukan, banyak dari rumah-rumah dan perkantoran menggunakan sistem pengolahan air untuk digunakan kembali.

Namun, tidak semua melakukan pengolahan air seperti diatas untuk mengatasi limbah yang dihasilkan. Kebanyakan dari penghasil air limbah langsung membuang air limbahnya menuju saluran kota. Diperparah dengan  pemukiman-pemukiman yang menggunakan air tanah yang disimpan jauh di bawah tanah dan lama kelamaan habis digunakan namun tidak diisi kembali, semakin sedikitnya ruang penyerap air, air limbah yang dibuang volumenya tidak sebanding dengan saluran kota yang ada, akibatnya banjir dimana-mana, dan penyerapan air yang menjadi cadangan tidak ada.

Sungai-sungai kotor, banjir, dan kurangnya penyerapan air bersih inilah yang menjadi penyebab kelangkaan air bersih. Maka dari itu, dibutuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penghematan air dan water harvesting (penyimpanan air) mulai dari sekarang. Adapun cara menghemat dan menyimpan air yang mudah, salah satunya seperti rainwater harvesting yang sedang populer menjadi solusi menyimpan air.

Baca juga:   Air

Rainwater harvesting adalah sebuah cara untuk menyimpan air dengan menyimpan air hujan, baik dengan pembentukan kolam, danau, dan tanah resapan. Air yang ‘dipanen’ dari air hujan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan air tingkat 2, seperti mencuci mobil, flushing toilet, dan menyiram tanaman. Hal ini sangat menguntungkan karena selain pemilik tanah tidak kekurangan air, menyimpan air seperti ini dapat mengurangi beban saluran kota dalam menampung  dan mengalirkan limpahan air hujan.

Bagaimana Cara Membuat Sistem Rainwater Harvesting?

Sistem ini cukup mudah dibuat, yaitu dengan membuat penangkap air, yang kemudian diberi beberapa filter penyaring air, seperti pasir, kerikil, sabut kelapa, dan sebagainya. Lalu, air yang telah disaring dapat ditampung untuk selanjutnya digunakan untuk beberapa kegiatan yang telah disebutkan tadi. Sangat efektif untuk menghemat air tanah yang semakin lama semakin langka.

Rainwater Harvesting

Gambar di atas adalah salah satu sistem dalam rainwater harvesting, dengan menggunakan atap sebagai penangkap air. Sistem juga dapat lagsung dibuat di atas tanah, misalnya danau, green swale, dan sebagainya.

Masih banyak alternatif lain dalam menyikapi kelangkaan air bersih saat ini. Sudah saatnya air digunakan se-efisien mungkin, karena bukan tidak mungkin suatu saat air bersih sangat sulit ditemui.

Ayo! Hemat air! Olah air ! Tampung air ! Demi bumi yang lebih lestari.

Oleh Widi Widayat
Disarikan dari Wikipedia

  • Pembaca

    Wuh..nice info!!
    keep posting..

  • Galih

    om trs penggantioan filternya gmn?(brapa kali periodenya)

  • Widi

    wah, belum cari tau euy untuk kepastiannya tiap berapa periode. kalau menurut saya pribadi sih tergantung dari air yang di filter(seberapa pekat kotorannya). jadi untuk smentara pendapatku pribadi ya harus di cek hasilnya paling gak tiap minggu lah.he..

  • Isabelle

    Hi all,
    pengin tahu ttg sumur resapan dong. Bisa post artikel tentang design dan aplikasi sumur serapan di perumahan ngga?

    thanks

  • hi, isabelle..
    Apa kabar di Bangka Belitung?
    Gak pulang ke Perancis?

  • Raysa

    nice article….
    U give me some idea….
    thx (^_^)

  • Pingback: ()

  • Pingback: ()

  • CV Biotirta Kreasindo adalah agen dan distributor untuk berbagai macam peralatan dan pengolahan untuk air dan kami juga merupakan kontraktor rancang bangun untuk pembuatan fasilitas unit pengolahan air bersih (Water Treatment) dan pengolahan air limbah (Waste Water Treatment) – http://www.biotirta-kreasindo.com

  • chacha amwa

    Nice posting, but not work in Jakarta, everflow water when flooding beter to build upper the ground.