Tips : Buanglah Sampah pada Tempatnya

Tips : Buanglah Sampah pada Tempatnya

Ketika menghabiskan makanan, biasanya setiap individu akan menghasilkan sampah. Baik itu sampah organik, maupun anorganik. Seharusnya sampah yang dihasilkan oleh individu tersebut menjadi tanggung jawab untuk dibuang pada tempatnya. Tetapi masih banyak yang melalaikan tanggung jawab tersebut sehingga terjadilah fenomena buang sampah sembarangan.

Padahal, sudah terlalu banyak kerugian bahkan bencana yang terjadi akibat dari pembuangan sampah sembarangan, seperti bau busuk hingga banjir yang sering terjadi, seperti misalnya banjir tahunuan di daerah Bandung Selatan. Dan hal tersebut, semakin diperparah dengan munculnya penyakit-penyakit akibat dari lingkungan yang kotor dan bisa membahayakan diri sendiri.

Salah Satu Fenomena banjir di Bandung Selatan

Kembali ke kasus buang sampah sembarangan, dari hasil survey penulis, salah satu faktor yang menjadi indikator terbesar buang sampah sembarangan adalah karena rasa malas kronis yang memang susah dicari obatnya. Oleh karena itu, berikut beberapa tips and trik bagaimana meminimalisir rasa malas kronis membuang sampah.

  • Buang Sampah pada Tempatnya

Ini merupakan tips terbaik yang bisa dilakukan. Ketika Anda mempunyai sampah, alangkah baiknya si pemilik sampah mencari tempat sampah dan membuang sampah tersebut ke dalamnya. Untuk di daerah kampus IT Telkom misalnya, tempat sampah tidak terlalu sulit dicari, oleh karena itu sudah tidak ada alasan lagi untuk membuang sampah sembarangan bukan? Kalau memang tidak ada tempat sampah, silahkan gunakan tips selanjutnya.

  • Buang Sampah Tidak pada Tempatnya

Trik ini bisa digunakan ketika Anda berada pada daerah yang memang cukup sulit ditemukannya tempat sampah. Kita bisa membuang sampah tidak pada tempatnya. Yang dimaksud tidak pada tempatnya adalah kita bisa menggunakan diri kita sendiri sebagai tempat sampah. Misalnya, ketika kita telah menghabiskan snack atau cokelat, maka sampah bungkus snack atau coklat tersebut bisa kita simpan sementara di dalam kantong kita. Kalau memang sampah tersebut berukuran besar, maka kita bisa menggunakan kantong lebih besar atau plastik untuk membawanya.

  • Rajin Membersihkan Tempat Tinggal

Intinya, trik ini dimaksudkan untuk membersihkan lingkungan pribadi. Misal, ketika kita mempunyai kosan ataupun kontrakan, maka kita harus membiasakan diri untuk membersihkan lingkungan kita tersebut. Biasanya, ketika kita sering membersihkan lingkungan, maka kita akan mengetahui rasa capek menjaga kebersihan sehingga tumbuhlah rasa sayang kita kepada lingkungan. Setidaknya dari rasa sayang tersebut, akan semakin meminimalisir untuk membuang sampah tidak pada tempatnya.

Baca juga:   Astacala Membantu Permasalahan Sampah di Situ Cisanti

Tidak ada yang tidak mungkin. Mari kita gunakan pepatah tersebut untuk mencoba tips di atas demi memberantas rasa malas membuang sampah. Bukankah kita sudah lama tinggal di bumi, bekerja, berjalan, dan beristirahat. Dan sudah pasti sebagai manusia yang tinggal di atasnya, kita juga berkewajiban untuk menjaga keasriannya. Sudah banyak bencana yang terjadi akibat dari kerusakan yang dibuat oleh manusia sendiri, yang bisa dijadikan bahan renungan untuk kembali sadar dan peduli akan lingkungan. Yang menjadi pertanyaan besar sekarang, “Sudah pedulikah Kita terhadap lingkungan?”.

Tulisan dan Foto oleh  M. Arif Nasution

  • Tambahan dari saya :

    Kalau berbelanja dan terpaksa menggunakan kantong plastik (kresek), kantong plastik (tentunya yang layak pakai) itu bisa kita lipat dengan rapi dan dikumpulkan sesampainya di kos atau di rumah. Jangan mengucelkan kantong plastik karena tidak sedap dipandang ketika akan digunakan lagi. Kantong plastik bisa dipilah berdasarkan ukuran besar kecilnya. Selain untuk digunakan sendiri ketika butuh, yang paling bisa dilakukan berkala adalah memberikan kantong plastik yang telah terkumpul tersebut ke pedagang sayuran di depan rumah (biasanya tukang sayur memakainya untuk bungkus-bungkus sayur atau ikan). Atau kantong yang lebih besar sangat digemari oleh ibu-ibu tukang laundri untuk bungkus-bungkus pakaian.

    Kantong plastik sebagai sampah tidak digemari oleh pemulung seperti botol atau kaleng yang bisa didaur ulang. Jadi dengan langkah di atas, penggunaan kantong plastik bisa lebih panjang dan lebih dikurangi.