Cerita Sarung Bag


Sehari menjelang pemberangkatan praktik lapangan besar Pendidikan Dasar Astacala 20, kegiatan siswa pendidikan dasar adalah melaksanakan packing perlengkapan yang diawasi oleh panitia. Saat itu, tersebutlah seorang siswa yang bertubuh kecil mungil sedang packing sebuah sarung bag yang memancing perhatian salah seorang panitia.

Cerita Sarung Bag

Seperti yang umum diketahui oleh para penggiat alam terbuka khususnya di kalangan Astacala, sarung bag adalah dua buah sarung yang dijarit untuk disambung menjadi satu di mana salah satu ujungnya ditutup yang nantinya berfungsi sebagai kantong tidur. Nah, apa yang menjadi menarik adalah sarung bag yang dibuat oleh siswa tersebut hanya terbuat dari satu sarung. Tentu saja ketika melihat hal tersebut si oknum panitia melakukan koreksi dan menjelaskan panjang lebar tentang sarung bag yang harusnya terbuat dari dua buah sarung, yang kemudian si panitia meminta si siswa ini memperbaiki sarung bag miliknya. Si oknum siswa ini pun membantah dan menjawab bahwa satu sarung saja cukup untuknya sebagai sarung bag. Mau bukti? Sambil tersenyum polos, si oknum siswa ini pun masuk ke dalam satu sarung tersebut. Entah memang tubuh siswa yang kecil mungil atau memang sarungnya yang kepanjangan, hasilnya sarung tersebut memang bisa menelan seluruh tubuhnya. So, sarung bag yang katanya terbuat dari dua sarung pun terbantahkan. Akhirnya, tinggal si kakak panitia yang garuk-garuk kepala tidak bisa menyanggah alasan si siswa. Oalah…!!!

Tulisan dan Foto oleh I Komang Gde Subagia

  • Amien

    colek @Lisna !! laen kali bawa daypack aja ya cuy..

  • Lisna

    hahahaa(ngakak), aku banget yak. 😀
    tapi punyaku dijahit kok ka. :p

  • Arsyad

    ngakak liat lisnaa nihh HAHAHAHAH!

  • wakakakakak @Lisna masih jaman pertumpuhan ituuuu

  • ngakak ngakak hahahahhahahahahahahahahahahhahahaha

  • 003 Angin Puncak

    ada lagi cerita Lisna yang disuruh bawa carier. “Saya juga bawa carier kak?” wkwkwkwkwk..

  • Lisna

    hahahaa sudah sudah… sudahi kebodohan ini..

  • Yekti

    lisna…
    alhmdllh anakq sdh plg…
    hti seorang ibu…
    si bungsu kurus kering dn sakit…
    Ya Allooh lindungilah dimanapun anakq berada…

  • Untuk Ibu Yekti.

    Salam kenal dari saya. Semoga kebahagiaan selalu menyertai Ibu.
    Saya Gejor, anggota Astacala yang menulis artikel ini.

    Sebelumnya terima kasih atas perhatian yang telah diberikan kepada Lisna pada khususnya, dan kami Astacala pada umumnya di media website ini. Dan melalui media ini saya ingin menanggapi curahan hati Ibu seperti yang tertulis di atas.

    Yang pertama, tentang tulisan di atas. Itu adalah sedikit catatan ringan tentang peristiwa pendidikan dasar yang mana salah tokoh utamanya adalah Lisna. Tidak ada maksud negatif dalam tulisan tersebut. Hanya sebuah catatan jenaka untuk mengimbangi keseriusan-keseriusan yang terjadi selama kegiatan kami.

    Yang kedua, tentang kekhawatiran / keselamatan kegiatan yang tersirat dalam komentar Ibu Yekti. Seperti yang saya ketahui, kegiatan pendidikan dasar tentu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya oleh pihak panitia. Ada standar-standar yang dijalani dengan mengutamakan safety procedure, dan sama sekali tidak ada kontak fisik. Jadi, jika Ibu Yekti melihat / mendengar ada hal yang tidak wajar dalam kegiatan Astacala, jangan sungkan dan ragu untuk komplain dan memberikan masukan. Karena komplain dan masukan itu sangat berharga untuk kami.

    Seperti yang selalu menjadi moto Pendidikan Dasar Astacala, panitia hanya mengantarkan, alam yang mengajari, alam yang akan menempa kita. Tentang sulitnya hidup di gunung dan di hutan, tentang rasa kepanasan atau kehujanan dan kedinginan, dll. Semoga dengan mengetahui itu mereka yang melewatinya bisa menambah rasa syukur serta menambah kecintaan pada orang-orang dan lingkungan sekitarnya. Juga setelah melewati kesulitan-kesulitan itu, selanjutnya supaya mereka tahu dan tidak sembarangan dalam berkegiatan di alam, karena berkegiatan di alam memang selalu penuh resiko.

    Seorang tokoh perang dunia mengatakan : janganlah anaknya dipimpin di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan. Bentuklah ia menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan. Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

    Semoga dengan apa yang dilewati oleh anak Ibu, semua itu bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya.

    Salam.

  • emang itu ibu-nya Lisna ya jrot?

    Benar ga itu Lisna?

  • Jimbo & All,

    Sebelumnya saya sudah menduga kemungkinan akan benar atau tidaknya ibunya Lisna atau bukan. Entah kemungkinan yang bersangkutan adalah ibu kandung yang sebenarnya, ibu di asrama, ibu angkat, atau oknum tertentu yang sengaja mengarahkannya ke sana. Begitu juga dengan Lisna yang dimaksud benar atau bukan. Tetapi, lepas dari semua itu, perhatian saya lebih ditujukan kepada isi dari komentar yang bersangkutan. Yang mana secara tidak langsung bagi saya komentar tersebut bisa dikatakan mewakili pihak-pihak yang memiliki semacam respon atau pertanyaan seputar kegiatan pendidikan dasar atau kegiatan-kegiatan Astacala lainnya yang memerlukan penjelasan informasi.

    Terima kasih.

  • Lisna

    hehehe, iya itu ibu lisna. (maap agak lebay dikit, maklum ibu2) :p… tapi ga apa apa kok, semua baik2 aja. yang jelas saya merasa menjadi anak yang sangat beruntung telah mengikuti pendidikan dasar Astacala dan mendapatkan sebuah keluarga baru. terima kasih untuk panitia yang sudah mempersiapkan PDA XX dengan sebaik-baiknya.:D
    @ka gejor : woles aja ka.. Hehehee

  • Falaq17

    tapi saLut lah buat Lisna. tdnya saya pikir cuma bisa bertahan sampe tes fisik. tp ternyata walaupun sering nangis dan ngeLuh sakit kakinya, dia bisa sampe dapet slayer merah.
    gw acungin 4 jempoL buat Lisna dan temen2 LH yg cewek.

  • Mamen

    weittt c lisna jadi selebriti ni.. ^^

  • titip salam ke ibu ya Lisna,

    semoga tidak kapok kl Lisna jadi bagian Astacala

  • Gondez

    waduh, jadi terharu…

  • Lisna

    subhanallah..
    hehehehhee

  • Lisna

    oiyaa, makasih juga buat temen2 lembah hujan yang kebagian jalan di depan ataupun di belakang saya buat bantu jalan sampe akhirnya bisa lulus PDA XX.
    yang bantu bawain carier, big thanks..:)
    pokoknya buat semuanyaaa 😀

  • Yekti

    Amiin…amiin..amiin yaa robbal’alamiin
    terima kasih untuk semua anggota dn panitia astacala…salam kembali…:)

  • Bolenk

    Baru nyadar,cerita ringan ini yang pertama sejak cerita ringan terakhir 2,5 tahun yang lalu.