Perjalanan Lokal Membangun Nasionalisme

Related Articles

Perjalanan lokal atau wisata lokal atau juga yang diterjemahkan dalam Bahasa Inggris sebagai local travelling adalah salah satu cara untuk membangun jiwa nasionalisme di dalam diri. Berdasar korespondensi terhadap sepuluh orang dengan latar belakang berbeda dikhususkan warga Kampus IT Telkom, 6 dari 10 orang akan bangga apabila berlibur dan melakukan perjalanan ke luar negeri, serta 7 dari 10 orang menjadikan luar negeri sebagai tempat yang paling ingin dikunjungi. Padahal sadar tidak sadar jiwa nasionalisme kita akan lebih bertambah jika kita melakukan perjalanan di dalam negeri sendiri, dengan kata lain melakukan perjalanan lokal. Berbicara tentang nasionalisme, lalu apa pula nasionalisme itu? Dan mengapa jiwa nasionalisme bisa bertambah dengan melakukan perjalanan lokal? Serta bagaimana sebuah perjalanan lokal itu bisa membangun jiwa nasionalisme?

Ideologi nasionalisme memiliki arti sederhana sebagai jiwa kecintaan kita terhadap tanah air. Nasionalisme di Indonesia sendiri  diusung oleh para bapak bangsa kita seperti Soekarno, Hatta, Sjahrir, Ki Hajar Dewantara, dan lain-lain. Mereka menginginkan dengan ideologi yang telah ditanamkan oleh mereka nantinya kita akan mencintai  negeri kita  sendiri dengan keindahan alamnya dan kultur bangsanya. Karakter bangsa yang kuat dapat dilihat dari bagaimana bangsa tersebut mencintai tanah airnya. Hal-hal inilah yang nantinya dengan sadar atau tidak, bisa bertambah dari kita bila kita sering melakukan perjalanan lokal mengelilingi bumi Indonesia tercinta, melihat dengan mata kepala sendiri tentang apa sesungguhnya yang ada di negeri kita.

Ketika kita melakukan perjalanan lokal, tanpa kita sadar kita akan menemukan banyak hal seperti perbedaan adat istiadat, pola hidup masyarakat, struktur sosial, dan bahkan keadaan lingkungan serta karakteristik kehidupan masyarakat. Wawasan kebangsaan kita akan tumbuh seiring dengan tumbuhnya jiwa nasionalisme dalam diri kita. Keindahan alam Indonesia serta variasinya tidak diragukan lagi merupakan modal awal kita untuk mencintai tanah air dan menumbuhkan jiwa nasionalisme dalam di diri. Tetapi selain keindahan alam Indonesia, kultur masyarakat, sifat sosial masyarakat, serta adat istiadat menjadi  perasa tambahan untuk mengembangkan rasa cinta tanah air dan jiwa nasionalisme.

Sebagai contoh kita melakukan perjalanan lokal ke Bali, sebuah tempat wisata yang umum dikunjungi. Ketika kita berwisata ke Bali kita akan disuguhi indahnya Pulau Bali dari pantainya seperti Kuta, Jimbaran, atau Nusa Dua.  Begitu juga pemandangan dataran tinggi seperti Gunung Agung atau Gunung Batur.  Atau disuguhi kesenian adat  tradisional seperti seni tari kecak ataupun seni ukir-ukiran yang menambah rasa cinta kita terhadap tanah air kita Indonesia. Selain itu kita akan menemukan kultur yang kuat pada pribadi masyarakat Bali dengan struktur sosialnya, di mana Bali juga menghargai pluralisme dan perbedaan sesuai ideologi negara kita Pancasila di mana hal itu bisa kita lihat dari bahu membahunya masyarakat Bali dari berbagai agama dalam menangani kasus bom Bali dahulu. Kita juga bisa mengenal dan membandingkan perbedaan karakteristik masyarakat Bali di setiap daerahnya, seperti masyarakat di Karangasem memiliki watak yang lebih keras daripada masyarakat di Klungkung,  padahal secara geografis posisi Karangasem dan Klungkung sangat berdekatan. Selain itu bila kita mampir ke daerah Buleleng kita juga akan menemukan sejarah  perang puputan di Buleleng pada tahun 1846 – 1849, di sana dapat kita lihat secara gamblang bagaimana  para pejuang itu mempertahankan tanah air.

Hal-hal yang diutarakan dari Pulau Bali mungkin merupakan salah satu contoh kecil dari bumi khatulistiwa ini yang akan menambah wawasan kebangsaan serta kebanggaan kita yang dengan sendirinya bisa membangun rasa cinta tanah air atau nasionalisme. Kita masih bisa menemukan banyak hal di bumi khatulistiwa yang berada dari Sabang sampai Merauke yang niscaya akan membangun rasa nasionalisme dalam diri kita.

Sadar tidak sadar rasa nasionalisme dalam diri akan bertambah apabila kita sering melakukan perjalanan atau wisata lokal. Selain itu dengan perjalanan lokal kita akan merangsang diri kita dalam kehidupan sehari-hari untuk menerapkan rasa nasionalisme serta nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.  Mengutip kata-kata dari Sutan Sjahrir : “Apa arti menjadi seorang Indonesia tanpa mengenal dan mencintai Indonesia”, semakin kita sering melakukan perjalanan lokal maka semakin kita bisa mengenal negeri kita sehingga dapat mengembangkan semangat mencintai tanah air dan mengembangkan jiwa nasionalisme dalam diri kita.  Majulah Indonesia.

Dirgahayu Republik Indonesia Ke-66. Merdeka!!!

Tulisan oleh Blasius FDSW

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Menarik

Pembukaan Ekspedisi Pencinta Alam Indonesia 2018, Menjemput Harimau Jawa

  Moh. Hariono, mewakili Kepala Direktorat Jenderal KSDAHE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuka Ekspedisi Pencinta Alam Indonesia 2018 "Menjemput Harimau Jawa" di kantor Seksi...

Suatu Hari di Tulamben

Daerah ini kering. Pepohonan, semak-semak, dan rerumputan di tepi jalan seperti tak sanggup mengurangi panasnya pagi menjelang siang itu. Di kelokan jalan yang tempatnya...

Astacala Ikut KKN Tematik Citarum Harum Sektor 6

Acara disambut meriah oleh masyarakat sekitar. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Pangdam Siliwangi dan Rektor Telkom University. Kemudian penanaman 500 pohon, lomba perahu karet dan kayak, demo robot pengukur kadar air, dan ditutup dengan penyerahan koleksi Perpustakaan Lingkungan.