Buat yang Suka Bermain di Pantai, Watch Out!


Pemanasan global mengganggu ekosistem baik di darat maupun di laut, terutama masalah ubur-ubur. Meningkatnya suhu air laut di sekitar pantai sebesar 1,86 Fahrenheit menghasilkan serangan ubur-ubur ke sekitar pantai karena menjadi tempat yang kondusif bagi ubur–ubur untuk berkembang biak ditambah lagi menurunnya angka predator ubur–ubur.

Di serial kartun Sponge Bob Square Pants sering dipertontonkan bahwa ubur–ubur merupakan hewan lucu dan tempramental, memiliki sengatan listrik, dan jika sudah tersengat sang tokoh utama kartun si busa kuning akan mengalami benjol–benjol atau hangus. Sebenarnya dampak paling parah yang dapat ditimbulkan oleh seekor ubur-ubur adalah kematian seketika. Jadi berhati–hatilah!

Ubur-ubur Nomura

Berikut ini adalah fakta–fakta seputar keganasan ubur–ubur.

  1. Serangan ubur-ubur di Jepang.
    Pada tahun 2005 di Jepang sebuah kapal pernah ditenggelamkan oleh lebih dari sepuluh ribu ubur–ubur berukuran dua meteran (ubur–ubur nomura). Nomura hidup terutama di perairan antara Cina dan Jepang, terutama di tengah Laut Kuning dan Laut Cina Timur. Ubur-ubur Nomura telah melanda dan menyerang lautan Jepang dari 2005 sampai sekarang. Pada tahun 2007 ada 15.500 laporan kerusakan perlengkapan memancing dari makhluk ini. Para ahli percaya bahwa faktor utama semakin banyaknya kemunculan ubur-ubur di perairan Jepang mungkin karena menurunnya predator, termasuk kura-kura laut dan jenis ikan tertentu.
  2. Sengatan ubur-ubur serang wisatawan Pantai Glagah.
    Komandan regu SAR Glagah, Sugeng mengatakan dalam dua hari terakhir, populasi ubur-ubur yang terbawa ombak ke tepi cukup banyak. Ini bersamaan dengan musim ubur-ubur yang terjadi di pantai selatan Jawa. Ubur-ubur yang terkena kulit manusia akan mengeluarkan racun, yang terasa panas dan menimbulkan gatal-gatal. “Bukan hanya anak-anak saja, orang tua yang terkena sengatan pasti akan kesakitan,” jelasnya, Kamis (25/9/2009). [ Sumber Berita ]
  3. Dari ABC News : Florida Coast Falls Victim to Jellyfish Invasion.
    Changing weather patterns might be causing increase in jellyfish stings.
    (06/01/2011) [ Sumber Berita ]

It means the world is getting worse, ini berarti bahwa serangan ubur-ubur ke pantai belum ada tanda–tanda selesai. Maka dari itu penting rasanya untuk mengetahui bagaimana caranya agar tidak terkena sengatan ubur-ubur,dan bagaimana cara menangani dengan tepat di lapangan jika hal ini terjadi.

Baca juga:   Sarasehan Pencinta Alam 2017: Pencinta Alam Menyelamatkan dan Memulihkan Ekosistem Pulau Jawa

Berikut beberapa langkah pencegahan untuk bahaya ubur-ubur.

  1. Gunakan pakaian selam yang tebal.
  2. Jangan masuk ke air jika sudah ada peringatan atau ada riwayat ubur–ubur di pantai tersebut.
  3. Jika ingin bernang di pantai, lakukan di bawah pengawasan.
  4. Jika anda melihat box “coffin” jellyfish, segera menjauh sejauh mungkin dan peringatkan orang lain.

Ubur-ubur Box “coffin” jellyfish dapat membunuh manusia dalam hitungan reflek. Dan berikut ini adalah sepenggal kisah tentang Box Jellyfish / Stinger / Sea Wasp / Fire Medusa / Indringa (ubur-ubur kotak) Species – Chironex Fleckeri.

Ubur-ubur kotak berbentuk transparan biru muda, lonceng atau kubus dengan 4 sisi. Kecepatannya hingga 4 knot.
Panjang tiap sisi 20cm (1-3 feet), diameter badan 2-40 cm (1-16 inch) namun ada yang hingga 2m (6.5 feet). Dengan 15 tentakel di tiap sudut, dengan panjang hingga 3m, hingga 5000 nematocyst (sel sengat). Seperti cnidarian lainnya, ubur-ubur memiliki sel-sel sengat (cnidocyte) yang berisi nematocyst di tentakel. Suatu kapsul (nematocyst) dalam alat bisa (cnidoblast) terdiri dari struktur pemicu dan penyengat. Saat korban bersentuhan dengan tentakel, ratusan hingga ribuan nematocyst dikeluarkan. Tekanan nematocyst memaksa sengatan menyebar cepat, toksin yang melumpuhkan.

Bisa (Venomous)
Tak ada peluang selamat dari sengatan bisa kecuali cepat ditangani. Rasa sangat sakit hingga anaphylactic shock dan tenggelam sebelum mencapai pantai meskipun belum semua bisa bekerja. Orang yang disengat harus dirawat seperti korban gigitan ular dan segera dibawa ke rumah sakit setelah pertolongan pertama. Sengatan sangat beracun yang dapat menyebabkan kematian. Predator sangat beracun.
Dikenal juga sebagai penyengat laut, ubur-ubur seukuran mangkuk salad ini dapat memiliki 60 tentakel sepanjang 15 kaki, dan tiap-tiap tentakel dapat memiliki 5000 sel sengat di epidermis, dan memiliki cukup racun untuk membunuh 60 manusia. Jadi total 3600 orang bisa mati oleh seekor ubur-ubur.
Toksin berupa dosis mematikan LD50 (Lethal Dose), berupa bisa 40 microgram/kg. Bahkan sengatan biasa dapat menyebabkan kematian dalam beberapa menit dengan angka kematian 20% terjadi gagal napas, lumpuh neuromuscular, dan gagal cardiovascular. Gejalanya rasa terbakar, kulit memerah, dan bengkak kelenjar limpa. Reaksinya sulit bernafas bahkan gagal jantung.
Parahnya sengatan tergantung spesies ubur-ubur, ukuran ubur-ubur, daya penetrasi nematocyst, kedalaman ke arah kulit korban, sensitifitas korban pada bisa, dan jumlah tentakel yang menempel. Mungkin hanya 6 – 7 meter setelah sengatan dapat berakibat kematian. Anak-anak mungkin meninggal meski lebih sedikit kontak
Jangan sentuh meskipun ubur-ubur sudah di pantai dan mati, terutama tentakelnya. Toksin dari nematocyst masih berpotensi untuk waktu yang lama. Pertolongan pertama untuk meminimalkan jumlah pelepasan nematocyst ke dalam kulit dan mengurangi efek bahaya bisa. Selama tentakel masih di kulit maka akan terus melepaskan bisa. Jangan gosok / garuk daerah sengatan karena semakin digosok / digaruk maka semakin banyak nematocyst mengeluarkan bisa ke dalam kulit. Ubur-ubur kotak yang sangat besar dapat memiliki total panjang tentakel lebih dari 60 meter sehingga jika penolong tidak hati-hati maka dapat terjerat dan mengalami musibah yang sama.

Kematian
Januari Awal 2002, turis Inggris 58 tahun, Richard Jordon, disengat saat berenang di dekat pulau Hamilton, pesisir Queensland, tekanan darah meninggi menyebabkan perdarahan otak sehingga meninggal beberapa hari kemudian.
April 2002, turis Amerika, 44 tahun, Rober King, meninggal setelah ditempel ubur-ubur Irukandji di Port Douglas, Queensland.
1883 – 2005, ubur-ubur kotak menyebabkan sedikitnya 70 kematian.
Ubur-ubur Irukandji, Carukua barnesi mematikan.

Australia
Khusus di pantai timur hingga 10.000 kejadian sengatan tiap musim panas oleh “bluebottle” (Physalia spp.), “hair jellyfish” (Cyanea), dan “blubber” (Catostylus). Lebih banyak kejadian sengatan oleh “bluebottle” di Australia Selatan dan Barat, juga ubur-ubur kotak 1 tentakel, “jimble” (Carybdea rastoni). Chirodropid Chironex fleckeri adalah ubur-ubur paling mematikan di dunia dan menyebebkan sedikitnya 63 kematian di perairan Queensland dan Northern Territory sejak 1884.

Wilayah Indo-Pasifik
Keberadaan chirodropid di barat pulau Maldive, timur Filipina, utara pulau Amani, Jepang, selatan Australia, Brunei, Sarawak, Sabah, Papua New Guinea, kepulauan Malaysia, teluk Thailand, Jawa, dan selatan India. Perairan Indo-Pasifik adalah paling berbisa.
Laporan kematian diterima dari Penang (Malaysia), Filipina, pulau Bougainville, pulau Solomon, utara pulau Kalimantan (Sarawak, Brunei, Sabah), dan Papua New Guinea (pulau d’Entrecasteaux).
Rumah sakit Labuan District Hospital (Malaysia) melaporkan 2-3 kematian tiap tahun, 1-2 korban selamat tetapi memerlukan perawatan intensif dan biasanya pingsan selama 12-24 jam.

Amerika
Chirodropids di pantai timur Amerika dan perairan kepulauan Karibia. Sengatan terjadi di pantai Puerto Rico (1992). Di tahun 1990, anak laki-laki 4 tahun di pulau Galveston, teluk Meksiko disengat lalu meninggal dalam 20 menit. Tiga laporan fatal karena bisa beracun Physalia physalis di Florida dan Carolina utara, ada juga dari Atlantik.

Cina
Ubur-ubur besar berdiamter hingga 1m Stomolophus nomurai (Mingliang, Research Assistant, Qingdao Hospital, 1991) di laut Kuning antara Cina dan Korea Selatan, 8 meninggal. Korban meninggal karena udema paru-paru akut 2-24 jam setelah terkena bisa.

India Selatan dan Sri Lanka
Minimal 2 korban di wilayah India. Dua kejadian fatal di timur samudra India, pulau Langkawi (resort turis di Kedah), utara Malaysia.

 

Baca juga:   Pelajaran dari Cikapundung

Lalu bagaimana jika Anda atau teman Anda tersengat ubur–ubur (terutama jenis ubur–ubur yang berbahaya) di dalam air? Sebelumnya perlu diketahui bahwa penanganan ini hanya bersifat sementara dan untuk pertolongan pertama, selanjutnya penderita harus segera mendapatkan perawatan medis.

  1. Jangan panik dan secepatnya keluar dari air.
  2. Singkirkan tentakel yang masih menempel dengan cara menggosokan kartu atm (sejenis kartu plastik) atau pisau, lakukan gerakan mengerok, jika tidak ada gunakan pantai pasir, baluri lalu gosokkan (tangan penggosok harus tetap terlindungi ), lalu bersihkan menggunakan air garam (air laut). Dan jangan sekali-kali menggunakan air tawar.
  3. Semprotkan cuka putih pada luka.
  4. Minumkan 1 tablet CTM jika tidak ada alergi obat.
  5. Bungkus sekitar luka (radius 50 cm) dengan es batu sebanyak mungkin untuk memperlambat penyebaran racun selama penderita dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.

Penting untuk diperhatikan selama melakukan pertolongan pertama.

  1. Jika ubur–ubur yang menyengat tidak terlalu berbahaya cukup sampai tahap 4 tetapi segera periksakan ke dokter.
  2. Dalam treatment akan terasa sakit.
  3. Jaga kesadaran si penderita.
  4. Lakukan dengan sangat cepat karena anda berkejaran dengan waktu kematian.
  5. Jangan panik.
  6. Lindungi diri anda sendiri saat menolong, stay safe, stay sharp.

 

Disusun oleh  Galih Pandu Buana

  • Jimbo

    galih, tambahin sumber dan referensi yg dipakai ya, biar lebih meyakinkan

  • Edy

    kalau kena ubur ubur kotak sih, blom sampai pantai juga sudah tewas orangnya…