Mendaki Gunung Saat Berpuasa


Puasa? Tentu yang ada di pikiran kita adalah menahan lapar dan haus serta melakukan banyak ibadah di bulan yang penuh berkah ini. Bagaimana jika pada saat berpuasa Anda melakukan kegiatan-kegiatan outdoor, seperti mendaki gunung misalnya? Pasti banyak orang akan berpikir tidak mungkin untuk melakukannya. Tapi, sungguh sayang sekali  bila kita berpuasa hanya berdiam diri di rumah menunggu azan maghrib datang tanpa melakukan aktivitas seperti biasa atau hobi yang merupakan kegemaran kita, seperti mendaki gunung atau aktivitas-aktivitas outdoor lainnya. Yang pastinya semua itu membutuhkan persiapan yang berbeda bila kita ingin tetap melakukan aktivitas tersebut pada saat berpuasa.

Tetap taat menjalankan ibadah ketika melakukan perjalanan

Oleh karena itu, supaya kegiatan tersebut dapat berjalan lancar, berikut tips-tips dan sedikit panduan dari saya berdasarkan pengalaman yang didapat pada saat melakukan pendakian ke Gunung Lawu beberapa waktu lalu.

1.    Niat.

Tentu hal inilah yang harus kita tanamkan dalam-dalam di hati kita. Niatkan diri kita untuk tetap berpuasa agar dapat menahan semua cobaan dan godaan yang kita hadapi selama berkegiatan. Tentunya kita akan mendapatkan pahala yang berlimpah bila berhasil melakukannya.

2.    Mengefisienkan perlengkapan dan logistik yang kita bawa.

Hal ini cukup penting dilakukan karena apabila kita membawa perlengkapan dan logistik secara berlebih tentu akan sangat memberatkan bagi kita. Dalam hal ini kita tetap memperhatikan kebutuhan kita tanpa mengurangi safety procedure yang ada. Memperhitungkan kalori yang dibutuhkan dan membawa suplemen vitamin dalam bawaan kita tentu menjadi salah satu hal yang penting. Tentu saja suplemen ini diminum pada saat kita sahur atau berbuka, dan ini sangat bisa membantu tubuh kita dalam berkegiatan sepanjang hari.

3.     Teman pendakian yang seiman.

Pilih dan ajak teman Anda yang sama-sama berpuasa untuk bisa saling mengingatkan dan menguatkan kita. Tentu jika ada teman yang ingin dengan sengaja membatalkan puasanya, bisa kita terapkan aturan sebelumnya bahwa tidak ada jatah logistik untuknya selama anggota yang lain masih berpuasa, dengan kata lain tidak akan kita kasih makan dan minum. Walaupun hal ini cukup kejam, tapi terbukti cukup ampuh untuk membujuk keteguhan hati kita. Mengajak teman yang berbeda agama juga bisa menjadi sebuah pilihan untuk menjadikannya untuk berperan  lebih dalam kegiatan, misalnya untuk aktivitas-aktivitas yang lebih berat seperti dijadikan sebagai seorang porter. 🙂

Baca juga:   Mengunjungi Sang Penjaga Lembahan Solo

4.    Persiapkan stamina dan mental.

Persiapan stamina dan mental mutlak diperlukan bila kita ingin melakukan pendakian gunung pada saat berpuasa. Kuatkan diri kita untuk dapat melewati segala cobaan, baik yang berasal dari pribadi, orang lain, maupun alam.

5.     Pilih jalur pendakian yang sesuai.

Sangat disarankan kita memilih jalur pendakian yang tepat serta menentukan target harian yang ingin dicapai. Tentu saja kita harus memilih jalur dengan karakteristik yang landai pada saat mendaki serta target waktu harian yang relatif pendek. Sedangkan untuk turunnya, walaupun tidak begitu berbeda dengan mendaki, jalur manapun yang digunakan mungkin tidak begitu bermasalah mengingat untuk turun tidak terlalu membutuhkan tenaga yang besar seperti mendaki.

Sedikit tips di atas bisa dijadikan sedikit panduan bagi Anda yang ingin tetap melakukan kegiatan pendakian gunung pada saat berpuasa. Tapi, tetap harus diingat bahwa puasa adalah sebuah kewajiban utama bagi umat muslim untuk menjalankannya. Mendakilah sesuai dengan kemampuan Anda. Jangan jadikan mendaki gunung yang merupakan hobi sebagai alasan untuk membatalkan puasa. Bila tidak mampu untuk melanjutkan pendakian, cukupkanlah pendakian dan mungkin bisa dilanjutkan kembali di hari-hari biasa. Atau Anda masih tetap ingin mencoba melakukan pendakian sampai tuntas di bulan puasa? Silahkan saja dan semoga sukses.

Tulisan oleh Deni Permasadi
Foto oleh Laili Aidi

  • Jigong

    weew, keren bgt bisa naik gunung bulan puasa.

  • Fajar

    sebaiknya gakusah d pertontonkan,mungkin akan lbh bijak