Renungan untuk Hari Bumi


Pernahkah kita berpikir ketika bumi ini ditempati milyaran harimau dan kita manusia yang menjadi langka? Mungkin sekarang harimau-harimau tersebut memenuhi kota-kota besar seperti Jakarta dan setiap meter dari{nl}bumi. Di semua tempat kita dapat melihat harimau.
Pernahkah kita berpikir ketika bumi ini ditempati milyaran harimau dan kita manusia yang menjadi langka? Mungkin sekarang harimau-harimau tersebut memenuhi kota-kota besar seperti Jakarta dan setiap meter dari bumi. Di semua tempat kita dapat melihat harimau.

Kita pun  harus waspada jangan sampai kita manusia diburu dan dijadikan makanan, atau kulit dan rambut kita dijadikan souvenir oleh mereka sehingga kita mungkin sekarang sedang bersembunyi di hutan agar tidak diburu dan dimangsa oleh mereka. Dan mungkin juga sekarang kita manusia sedang dibudidayakan oleh mereka, menunggu dibunuh untuk dijadikan makanan bagi mereka.

Dan mungkin beruntunglah bumi ini kalau seandainya didominasi oleh harimau. Harimau tidak akan memakan  tumbuh-tumbuhan karena mereka pemakan daging. Mereka juga tidak akan pernah menebang pohon-pohon di hutan untuk membuat rumah karena mereka lebih suka tinggal di bawah pohon dan padang rumput.

Terlebih lagi bumi ini akan menjadi asri serta cadangan minyak buminya sangat banyak karena mereka lebih suka memakan daging mentah yang tidak butuh bahan bakar seperti minyak tanah, gas alam, batu bara, atau bahan bakar lainnya untuk memasak. Mereka juga lari sangat cepat dan kuat untuk berjalan jauh sehingga tidak membutuhkan bahan bakar untuk kendaraannya sehingga tidak ada polusi udara di bumi ini.

Bumi menjadi sangat beruntung karena tidak ada sampah plastik atau pun penumpukan sampah karena harimau tidak senang membungkus makanannya atau membuat pabrik-pabrik yang limbah dan hasil kotorannya merusak alam ini. Selain itu mungkin di bumi ini akan jarang terjadi bencana alam seperti banjir atau pun tanah longsor karena mereka tidak senang menebang pohon maupun membuang sampah sembarangan.

Yang terpenting lagi adalah mereka tidak akan mengadakan hari bumi, hari lingkungan hidup, atau pun hari-hari peringatan seperti itu setiap tahun karena bumi ini masih asri, tidak rusak, dan sangat indah seperti Tuhan menciptakan pertama kali. Alangkah beruntungnya bumi ini kalau saja yang menempati bukan manusia yang punya pikiran perusak, tetapi harimaulah yang menempatinya, yang akan membiarkan alam ini indah dan asri.

Baca juga:   Buat yang Suka Bermain di Pantai, Watch Out!
  • Fadhli Rahman(IT Telkom 2009)

    bagus artikelny… <br />mengingatkan saya dan temen” yg lain untuk selalu menjaga bumi kita ini… <br />izin copas atau share ke fb yaa? <br />sblumnya thx

  • andi wirawan

    pemikiran dengan logika terbalik sering kali dapat membuat kita bercermin

  • Bli Komang

    Mahluk hidup di dalam ekosistem di dunia ini tersusun sebagai rantai makanan. Harimau dan manusia memiliki posisi sama, yaitu di rantai makanan paling ujung, sebagai pemangsa terakhir. Kalau dikonversikan ke dalam piramida makanan, posisinya paling atas, artinya jumlah mereka seharusnya paling sedikit dibandingkan mahluk di bawahnya. Sekarang kenyataannya jumlah manusia berlebih dan harimau berkurang. Piramidanya sendiri menjadi rusak, terjadi kondisi yang tidak seimbang. Kondisi tidak seimbang menyebabkan kekacauan. Sistem kehidupan memiliki mekanisme sendiri untuk kembali menyeimbangkannya. Bencana alam, perang, kepunahan mahluk, dll adalah contoh proses penyeimbangan tersebut sebagai salah satu bagian perjalanan kehidupan isi alam semesta. <br /> <br />-semoga semua mahluk berbahagia-

  • paijo

    sangat sepakat, kawan.Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Indonesia pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah menjadi permukiman atau hutan industri). Tentunya ini semua patut menjadi kajian, mengapa semakin hari hutan yang seharusnya menjadi daerah resapan air malah dijadikan tempat rekreatif atau lahan penghasil pundi-pundi emas bagi segelumit elit.bahkan lebih parah lagi, seringkali oknum pemerintah yang bertanggung jawab atas perusakan hutan, atau parahnya lingkungan malah berusaha mencari kambing hitam dan tidak memberikan solusi konkret…makanya kita semua sebagai generasi bangsa yang peduli pada kelestarian alam,harus menyampaikan paradigma mencintai dan melestarikan lingkungan kepada semua elemen masyarakat.salam lestari, n salam kenal. paijo “green campus” jombang