Sekolah Caving Lembah Purnama

Related Articles

Sekolah Caving merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan Sekolah{nl}Anggota Muda (dulu Pendidikan Lanjut) Astacala angkatan Lembah Purnama.{nl}Sekolah ini dipimpin oleh seorang kepala sekolah yaitu Wisnu a.k.a{nl}Marmut (A-079-JR), dan empat orang siswa yaitu Sondang (AM-003-LP),{nl}Vidya (AM-016-LP), Eka (AM-021-LP), dan saya sendiri Kiting{nl}(AM-019-LP). Sekolah ini terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu materi{nl}kelas dan praktik lapangan.{nl}

[more]

{nl}

Sekolah Caving merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan Sekolah Anggota Muda (dulu Pendidikan Lanjut) Astacala angkatan Lembah Purnama. Sekolah ini dipimpin oleh seorang kepala sekolah yaitu Wisnu a.k.a Marmut (A-079-JR), dan empat orang siswa yaitu Sondang (AM-003-LP), Vidya (AM-016-LP), Eka (AM-021-LP), dan saya sendiri Kiting (AM-019-LP). Sekolah ini terdiri dari dua kegiatan utama, yaitu materi kelas dan praktik lapangan.
Sebelum kegiatan utama diadakan atau pada saat pra operasional, dibentuk sebuah kepanitiaan untuk sekolah ini pada tanggal 13 Januari 2010. Tujuan dari kepanitiaan ini adalah pembagian kerja pada saat pra operasional seperti kesekretariatan, keuangan, perlengkapan, transportasi, perizinan, dan logistik. Untuk pencarian dana, panitia mengajukan  proposal ke pihak rektorat serta dengan kegiatan dana usaha. Selain itu kegiatan pra operasional lainnya adalah latihan, baik latihan fisik maupun latihan teknis, seperti latihan SRT (single rope technique) dan latihan rescue. Kegiatan pra operasional yang paling penting dalam sekolah ini adalah masalah peralatan. Dikarenakan jumlah peserta yang cukup banyak dan jumlah peralatan yang terbatas di sekretariat, maka panitia memutuskan untuk meminjam alat kepada organisasi lain.
Kegiatan operasional sendiri terbagi atas dua kegiatan, yaitu materi kelas dan praktik lapangan. Materi kelas diadakan pada tanggal 25 Februari 2010 di sekretariat Astacala. Pemateri kegiatan ini adalah Kepala Sekolah sendiri, yaitu Wisnu (A-079-JR). Dalam materi kelas dijelaskan hal-hal yang berhubungan dengan caving seperti speleologi, teknik penelusuran gua, teknik survei, teknik rigging, dan lain-lain. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran awal mengenai caving serta bekal pada saat praktik lapangan kelak.
Praktek lapangan caving dilaksanakan pada tanggal 12 – 14 Maret 2010 di Desa Candirenggo, Gombong, Jawa Tengah. Praktik lapangan diikuti oleh delapan peserta dari Astacala dan dua peserta dari KMPA ITB. Delapan peserta dari Astacala adalah Wisnu (A-079-JR), Bolenk (A-071-KA), Engkong (A-072-KA), Sigong (A-073-KA), Sondang (AM-003-LP), Vidya(AM-016-LP), Kiting(AM-019-LP), Eka (AM-021-LP) dan dua peserta dari KMPA ITB adalah Muhsin dan Yuda. Tujuan dari praktik lapangan adalah mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapat di kelas di medan yang sesungguhnya. Praktik lapangan dilaksanakan di dua gua, yaitu Gua Macan di hari pertama untuk penelusuran gua vertikal dan Gua Jemblongan di hari kedua untuk penelusuran gua horizontal.
Praktek lapangan hari pertama di Gua Macan terdiri dari dua kegiatan, yaitu pemetaan gua di siang hari dan eksplorasi gua di malam hari. Karena gua ini adalah gua vertikal maka dilakukan teknik penelusuran gua secara vertikal yaitu dengan SRT. Panjang lintasan dari entrance hingga dasar gua kurang lebih 40 meter. dasar gua merupakan jalur air atau sungai. Ke dalaman dari sungai tersebut kurang lebih 50 cm. Hari kedua dimulai dengan pengolahan data hasil pemetaan di siang hari kemudian dilanjutkan dengan pemetaan dan penelusuran Gua Jemblongan di malam hari. Kondisi Gua Jemblongan tidak berbeda jauh dengan Gua Macan, dimana merupakan jalur air. Hanya saja kedalaman air di gua ini kurang lebih 30 cm.
Setelah kegiatan operasional berlangsung, maka kegiatan selanjutnya adalah pasca operasional. Kegiatan ini terdiri dari pencucian dan pengembalian alat, evaluasi, pengumpulan laporan dan tugas-tugas, serta presentasi. Pengumpulan laporan dan presentasi merupakan kegiatan evaluasi bagi para siswa karena dengan adanya kegiatan ini instruktur dapat mengetahui seberapa besar pemahaman siswa terhadap caving.
Secara umum, pelaksanaan sekolah ini berjalan dengan lancar. Dan dengan dilaksanakannya sekolah ini diharapkan para siswa mampu memahami lebih dalam mengenai caving dan para siswa mampu menjadi instruktur yang baik di kemudian hari.

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Menarik

Untuk Angin Puncak

Dalam sebuah kabut yang dingin, kaki-kaki yang kotor dan gemetar itu masih mencoba untuk berdiri, menopang berat tubuhnya yang semakin limbung. Kadang, hembusan angin...

Sebuah Perjalanan Kecil Mengalunkan Kemerdekaan

Kemerdekaan Indonesia adalah sebuah perjuangan yang panjang. Alam Indonesia, sebagai salah satu entitas yang diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa ini, telah menjadi sebuah tempat...

[Video] Pengabdian Masyarakat Astacala untuk Cimonyong

Ini adalah video dokumentasi Pengabdian Masyarakat Astacala untuk Dusun Cimonyong, Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul, Kab. Cianjur Dusun ini dihuni oleh sekitar 120 kepala keluarga. Kampung...