Gempa Padang Sumatra Barat

Related Articles

Gempa 7,6 SR di Padang Sumatra Barat telah terjadi beberapa hari lalu, tepatnya tanggal 30 September 2009. Berita di berbagai stasiun televisi dan situs berita terkemuka mengabarkan ratusan orang terluka dan meninggal dunia. Dibutuhkan waktu dan dana yang cukup banyak untuk memulihkannya kembali.

Beberapa hari pasca gempa, Tim Tanggap Bencana IT Telkom juga bergerak menuju Padang. Tim yang terdiri dari 10 anggota Astacala, 1 anggota SWS, dan 1 anggota USBM terbagi dua. Tim pertama yang rencananya berangkat pada hari Sabtu, 3 Oktober 2009 yang tergabung dengan Tim Tanggap Bencana Jawa Barat tertunda  karena masalah teknis pesawat Hercules di Bandara Husein Sastra Negara. Sedangkan tim kedua telah berangkat dengan Kapal Sinabung PT Pelni pada Hari Senin, 5 Oktober 2009 di Pelabuhan Tanjung Priuk Jakarta.

Rencananya tim akan bergabung dengan Posko Jawa Barat atau Sekar Telkom yang telah berdiri di Padang dan Pariaman untuk selanjutnya akan melihat keadaan apakah memungkinkan untuk menyalurkan bantuan melalui posko IT Telkom.

Di kampus sendiri, selain dari IT Telkom, penggalangan dana juga telah dilakukan oleh YPT, BEM, KSR, USBM, dan berbagai komunitas lain untuk disumbangkan dan disalurkan kepada para korban gempa. Sedangkan dana untuk operasional tim tanggap bencana didapatkan dari IT Telkom, BEM, dan sumbangan alumni.

Bantuan dan dukungan dari berbagai pihak untuk membantu saudara-saudara kita di Padang Sumatra Barat tentu sangat dibutuhkan. Informasi untuk tim tanggap Bencana IT Telkom bisa menghubungi Sekretariat BEM, Astacala, atau KSR di Student Center IT Telkom. []

Oleh Tim Redaksi Astacala

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Menarik

Lahirnya si Bungsu: Cakar Alam

Satu Sifa Siti Hajar Astacala! Dua Mochamad Bagus Firmansyah Astacala! Tiga Muhammad Ikhlas Astacala! Empat Siti Hartinah Astacala! Lima Ayati Astacala! Enam Rangga Bayu Djayadirgantara Astacala! Tujuh Marcellus Haninditya Astacala! Delapan...

Konversi Hutan Alam Ancam Habitat

Konversi hutan alam menjadi perkebunan dan permukiman yang hampir tak terkendali mengancam habitat satwa dilindungi. Penghentian konversi hutan alam menjadi salah satu solusi, selain...

Soe Hok Gie

Enam belas Desember 30 tahun lalu, Soe Hok Gie, tokoh mahasiswa dan pemuda, meninggal dunia di puncak G. Semeru, bersama Idhan Dhanvantari Lubis....