Masuk Angin, Keluar Angin

Related Articles

Kondisi yang dingin memang mungkin membuat perut terkadang ‘error. Dan terkadang entah lupa, tidak sengaja, atau memang melupakan kesopanan, angin di perut pun keluar. Terkadang menimbulkan bunyi, terkadang{nl}menimbulkan ‘aroma’, dan tak jarang dua-duanya.
Sedikit cerita masa lalu tentang kisah seorang siswa dan instruktur Pendidikan Dasar Astacala 11 di lapangan.
Kondisi yang dingin memang mungkin membuat perut terkadang ‘error. Dan terkadang entah lupa, tidak sengaja, atau memang melupakan kesopanan, angin di perut pun keluar. Terkadang menimbulkan bunyi, terkadang menimbulkan ‘aroma’, dan tak jarang dua-duanya.
Seperti halnya Si Komang pada waktu sesaat sebelum serah terima sar ke survival. Karena telat, maka siswa mendapat hukuman jalan jongkok. Otomatis panitia berada di belakangnya (baca : Gepeng) berkali-kali mendengar suara ‘angin terjepit’ dari depannya (kebetulan di depannya adalah Si Komang).
Langsung Si Komang dapat teguran untuk menjaga kesopan. Agar setidaknya ber-’punten’ ketika secara tidak sengaja telah kentut di depan orang lain.
Walhasil, “Pruut…”, “Maaf Kang”. “Pruut…”, “Maaf Kang”. Wah…, kalau ini mah disengaja. []

Previous articleDakota RI-001 Seulawah
Next articleKorban Kolam Sekre

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Menarik

Pengabdian Masyarakat Astacala untuk Pasirjambu

Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu kegiatan yang ada di ASTACALA. ASTACALA sebagai bagian dari civitas akademika Telkom University memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan Tri...

Konservasi Alam

Dalam link ini terdapat berbagai sumber tentang konservasi alam. Dari mengidentifikasi, mengelola dan memantau hutan dengan nilai konservasi tinggi, taman nasional di Indonesia sampai...

Bersepeda di Bali, dari Kintamani ke Klungkung (Bagian 4)

Jalan makin lama makin mengecil. Berlumpur dan dialiri air. Sepatu saya basah karena tercelup lumpur. Kotor kehitaman. Ada satu dua pohon tumbang. Kami lewat di bawahnya. Sepeda tak bisa dikayuh. Hanya bisa dituntun.