Tujuh Pendaki Hilang di Gunung Ciremai

Related Articles

            Mereka dilaporkan naik dari Desa Palutungan tanpa persediaan logistik yang cukup, hanya membawa satu tenda dan satu sleeping bag. Kontak terakhir adalah Sabtu malam 23 Mei 2009 melalui telepon genggam yang dibawa oleh salah satu pendaki. Satu orang pendaki mengalami luka karena terjatuh di jurang.

[more]

            Tujuh pendaki dilaporkan hilang di Gunung Ciremai, Kuningan – Cirebon Jawa Barat sejak Sabtu malam tanggal 23 Mei 2009.

{nl}

            Mereka adalah :

{nl}
    {nl}
  1. {nl}
    Iwan (35), warga Perumnas III Bekasi
  2. {nl}
  3. {nl}
    Fredy (27), alamat Desa Cupang, Cirebon (sudah ditemukan)
  4. {nl}
  5. {nl}
    Dedi (28 ), alamat Perumnas III, Bekasi
  6. {nl}
  7. {nl}
    Widi (35), Perumnas Master, Karangsatria, Tambun Selatan (sudah ditemukan)
  8. {nl}
  9. {nl}
    Darso (36), Perumnas Master, Karangsatria, Tambun Selatan
  10. {nl}
  11. {nl}
    Abdul Hatni (33), Perumnas III, Jalan Maluku, Bekasi
  12. {nl}
  13. {nl}
    Gembong (27), Jalan Irigasi, Margahayu, Bekasi Timur
{nl}

            Mereka dilaporkan naik dari Desa Palutungan tanpa persediaan logistik yang cukup, hanya membawa satu tenda dan satu sleeping bag. Kontak terakhir adalah Sabtu malam 23 Mei 2009 melalui telepon genggam yang dibawa oleh salah satu pendaki. Satu orang pendaki mengalami luka karena terjatuh di jurang.

{nl}

            Perkiraan posisi hilang adalah di area Sanggabuana (antara pos pesangrahan dan Goa Walet).

{nl}

            Saat ini tim SAR gabungan dari BASARNAS, petugas perhutani, dan pecinta alam setempat sedang melakukan pencarian. Tim SAR dibagi menjadi tiga, yaitu tim penyelamat yang membawa perbekalan makanan, tim penjemput, dan tim pemandu. Saat ini dua korban sudah ditemukan yaitu Widi dan Freddy dalam kondisi lemah, dan salah satunya pingsan.

{nl}

Sumber : Kompas Online, VivaNews

More on this topic

Comments

  1. :wassat:tepat pada tanggal 20 april 2009, saya bersama 3 teman melakukan pendakian ke gunung wilis. Walau kami tak sampai puncak, kami tetap merasa bangga. Kami sengaja tak meneruskan ke puncak karena kabut di puncak sangat tebal. Kami memutuskan turun kembali. Tetapi cobaan menghampiri kami saat melakukan penurunan. Kami salah jalur saat turun, mulai Maghrib sampai jam setengah 9 kami terperangkap di hutan lereng gunung Wilis. Untungnya salah satu dari kami di telefon saudaranya. Kami berkata bahwa kami tersesat dan kakak tman saya tadi berjanji menolong dan mencari kami. Sambil menunggu pertolongan kami terus berharap adanya bantuan. Percaya gak percaya kami kiranya digoda makhluk halus penunggu setempat. Mulai dari orang batuk,nyanyi,berbicara. Saat mendengar suara itu kami tidak takut dan kami malah berteriak minta tolong ke arah suara tsb. Lama menunggu, akhirnya bantuan datang. Ternyata tenpat kami tersesat berada tidak jauh dari jalur pendakian sebenarnya. Kami dibantu turun walau tak jauh terdapat sebuah balai yang bertempat di kawasan wisata air terjun Ndolo yang berada di lereng Wilis.

Popular stories

Gunung Salak, Perjalanan Terakhirkah?

Gunung Salak, merupakan sebuah bentukan bumi yang mengerucut dengan dua puncakannya yang terletak di Kabupaten Sukabumi. Puncak Salak I yang berketinggian 2210 mdpl merupakan...

Open Recruitment : Pendidikan Dasar Astacala XXII

Pendidikan Dasar Astacala (PDA) merupakan tahap awal yang harus dilalui untuk menjadi anggota Astacala, menjadi saudara sejati kami. Di dalam momen inilah calon anggota...

Mengenal Tipe Bentang Alam Kars di Indonesia

{nl}        Hampir semua daerah yang memiliki bentang alam kars mempunyai bentukan-bentukan   yang khas di setiap daerah. Perbedaan-perbedaan tersebut menjadi dasar pengelompokan   kawasan kars...